PUPR Sebut WWF ke-10 Tingkatkan Kapasitas Pengendalian Banjir
Minggu, 28 Apr 2024, 09:16 WIBJAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menyebutkan perhelatan World Water Forum Ke-10 di Bali pada Mei 2024 dapat meningkatkan kapasitas pengendalian banjir.
"Peningkatan kapasitas di mana mendapatkan pengetahuan dan pelatihan yang dapat meningkatkan kapasitas pejabat dan tenaga teknis Kementerian PUPR dalam mengelola dan mengatasi masalah banjir," ujar Staf Khusus (Stafsus) Menteri PUPR Bidang Sumber Daya Air Firdaus Ali kepada Antara di Jakarta, Minggu (28/4).
Firdaus Ali juga mengatakan bahwa perhelatan World Water Forum dapat mendorong transfer ilmu pengetahuan dan teknologi, di mana kesempatan untuk mendapatkan akses terhadap ilmu dan teknologi terbaru dan terbaik dalam pengelolaan sumber daya air dan pengendalian banjir.
World Water Forum juga dapat menjadi pembelajaran bersama. Forum ini memungkinkan Kementerian PUPR untuk mempelajari pendekatan dan solusi yang telah berhasil diterapkan di negara lain dalam mengatasi banjir.
World Water Forum juga berperan untuk bisa mendorong penggalangan dana, di mana forum ini juga bisa menjadi ajang untuk menggalang dukungan finansial yang berkelanjutan dari komunitas internasional untuk proyek-proyek mitigasi banjir di Indonesia.
Dalam rangka menyambut World Water Forum Ke-10 yang akan diselenggarakan di Bali, Indonesia, 18-25 Mei 2024, Kementerian PUPR terus memastikan kesiapan pelaksanaan forum air tingkat dunia tersebut.
Sebagai tuan rumah World Water Forum Ke-10, Indonesia memiliki peran penting dalam menyediakan platform global bagi para pemangku kepentingan untuk membahas berbagai isu terkait pengelolaan air.
Di samping itu, World Water Forum Ke-10 yang mengusung tema "Water for Shared Prosperity" ini diharapkan menjadi momentum bagi Indonesia untuk menunjukkan kepemimpinan serta komitmennya dalam upaya global mengatasi tantangan pengelolaan air.
World Water Forum Ke-10 terdiri atas tiga proses utama yaitu Proses Politik, Proses Regional dan Proses Tematik yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan terkait. Proses Tematik terdiri atas enam sub-tema yang nantinya akan didiskusikan bersama untuk mencaricommon goalssecara global.
Enam sub-tema tersebut meliputiWater Security and Prosperity, Water for Humans and Nature, Disaster Risk Reduction and Management, Governance, Cooperation and Hydro-diplomacy, Sustainable Water Finance, danKnowledge and Innovation.
Sedangkan, proses regional meliputi Asia Pasifik, Amerika, Afrika, dan Mediterania. Untuk Proses Politik terdiri dari 5 tingkat, yaituHead of States, Parliamentarian, Ministerial, Local Authorities, danBasin Authorities.
- Bali
- Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR)
- Pengendalian Banjir
- World Water Forum (WWF)
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Kemenhaj Memastikan Persiapan Haji 2026 Tetap Jalan di Tengah Konflik Timur Tengah
-
Suasana Hangat Halal Bihalal di Lanud Sjamsudin Noor, Penuh Kebersamaan dan Persaudaraan
-
Suhu Udara di Sejumlah Wilayah Jateng Panas, BMKG Ungkap Pengaruh Pergerakan Semu Matahari
-
PSG Tergusur, Lens Mengamuk 5-1 dan Rebut Puncak Klasemen Liga Prancis
-
IKWI Perkuat Identitas dan Legalitas Organisasi
-
Libur Lebaran, Wisata Banten Diserbu 700 Ribu Pengunjung, Mayoritas dari Jabodetabek
-
Pasca Lebaran, Sekretariat DPRD DKI Jakarta Gelar Cek Kesehatan Gratis Bagi Pegawai
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.