Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

PUPR: WWF Dimanfaatkan untuk Dalami Pengelolaan Prediksi Cuaca

📅 Sabtu, 27 Apr 2024, 13:22 WIB | Oleh: Tim Penulis
PUPR: WWF Dimanfaatkan untuk Dalami Pengelolaan Prediksi Cuaca Doc: ANTARA/Aprillio Akbar
Ket. Logo World Water Forum ke-10 2024 terpampang di Bundaran HI, Jakarta, Minggu (24/3/2024). Indonesia menjadi tuan rumah World Water Forum ke-10 dengan tema Water For Shared Prosperty yang akan digelar pada 18-25 Mei 2024 di Bali.

JAKARTA - Staf Ahli Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Firdaus Ali mengatakan bahwa melalui World Water Forum, Indonesia akan mendalami, belajar, dan mengembangkan pengelolaan prediksi cuaca untuk menghadapi iklim ekstrem.

"Kami ingin juga mendalami, belajar, dan mengembangkan lebih jauh lagi bagaimana peran dari prediksi cuaca untuk bisa kita kelola dengan baik," ujar Firdaus dikutip di Jakarta, Sabtu (27/4).

Pernyataan tersebut ia sampaikan ketika disinggung mengenai peran World Water Forum dalam membantu Indonesia memitigasi dampak cuaca ekstrem terhadap ketahanan pangan dalam negeri.

Firdaus mengatakan bahwa cuaca dan iklim merupakan fenomena yang dapat diprediksi, berbeda dengan gempa bumi yang tidak dapat diprediksi kapan akan terjadi dan seberapa besar kekuatannya.

Oleh karena itu, ia berharap dengan mengetahui cara mengembangkan dan mengelola data dari prediksi cuaca, Indonesia dapat mengantisipasi iklim ekstrem, serta memitigasi dampak yang dirasakan oleh masyarakat.

"Sehingga kita bisa mengantisipasi lebih tepat lagi, lebih baik lagi, di samping kita harusnya membangun infrastruktur untuk bisa mendukung pengelolaan," kata Firdaus.

Dalam rangka memberi wadah kepada berbagai negara untuk bertukar pikiran, Indonesia mengusulkan pembangunan pusat keunggulan atau praktik terbaik untuk ketahanan air dan iklim atau Centre of Excellence on Water and Climate Resilience (COE).

"Indonesia punya fasilitas. Infrastruktur kita sudah punya, tinggal tadi kolaborasi internasional, dukungan dari para negara donor," ucap Firdaus.

Sebelumnya, Staf Ahli Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Bidang Teknologi, Industri, dan Lingkungan Endra S. Atmawidjaja mengatakan bahwa Indonesia akan mengusulkan pendirian Centre of Excellence on Water and Climate Resilience pada World Water Forum (WWF) 2024 untuk menghadapi masalah tata kelola air akibat perubahan iklim.

Endra menyoroti keberadaan Sabo Training Center yang berlokasi di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, yang dapat menjadi bagian dari COE ke depan.

Dengan mengembangkan Sabo lebih jauh, Endra meyakini Yogyakarta dapat menjadi tempat belajar bagi negara-negara Selatan terkait tata kelola air dan ketahanan iklim.

Selain pembentukan COE, Indonesia berharap agar forum tersebut dapat memberikan hasil konkret mengenai pengarusutamaan pengelolaan air terpadu untuk pulau-pulau kecil atau integrated water resources management (IWRM) on small islands, serta penetapan Hari Danau Sedunia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Perluasan Pasar Bisa Melalui Mekanisme Digital

27 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Perluasan Pasar Bisa Melalu...

Pembangunan SDM, Sekolah-sekolah di Tangsel Bersifat Inklusif

29 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Pembangunan SDM, Sekolah-se...
Ekonomi
Harga Cabai Rawit Rp71.600/...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.