Pemerintah Fokus Belanja Prioritas

Kamis, 25 Apr 2024, 09:13 WIB

JAKARTA - Pemerintah perlu mengencangkan ikat pinggang akibat meningkatnya ketegangan antara Israel dan Iran di kawasan Timur Tengah. Karena itu, penyusunan belanja prioritas harus dilakukan di samping menjaga inflasi.

Wakil Ketua Komisi XI DPR RI, Fathan Subchi, meminta pemerintah untuk mencari langkah antisipatif untuk menyelamatkan perekonomian Indonesia, salah satunya adalah dengan cara menyisir belanja prioritas.

Ket. Foto: — Sumber: ISTIMEWA

"Tentunya cadangan fiskal kita harus diperkuat, kemudian penjajakan-penjajakan untuk antisipasi dampak internasional juga harus dilakukan," tegasnya dikutip dari laman resmi DPR RI, Rabu (24/4).

Kedua, lanjut Fathan, dengan menjaga inflasi, menjaga daya beli, dan juga kita melakukan langkah-langkah pengetatan ikat pingganglah dan belanja-belanja yang tidak prioritas harus kita tahan dulu sambil menunggu situasi yang membaik.

Anggota Badan Akuntabilitas Keuangan Negara (BAKN) DPR RI itu menegaskan bahwa pemerintah dan stakeholder lain harus secara serius menyusun langkah-langkah antisipatif. Hal itu lantaran situasi yang tidak terprediksi. Di sisi lain, ia pun berharap PBB bisa segera beraksi untuk mencegah keadaan yang lebih buruk di wilayah jazirah arab tersebut.

"Kita tidak tahu sampai kapan ketegangan antara Iran dan Israel berlanjut. Kalau misalnya Agustus atau September (ketegangan tidak berakhir) maka kita akan mengalami situasi yang sangat mengkhawatirkan. Oleh karena itu, Bank Indonesia, Menteri Keuangan, OJK dan seluruh stakeholder harus segera (menyusun) langkah-langkah yang cukup serius untuk mengatasi pelemahan Rupiah ini," lanjutnya.

"Kalau misalnya Agustus atau September (ketegangan tidak berakhir) maka kita akan mengalami situasi yang sangat mengkhawatirkan," katanya lagi.

Pada kesempatan tersebut, Fathan juga menyampaikan bahwa laporan Menteri Keuangan menunjukan sektor pemasukan masih dinilai stabil. Meskipun begitu, ia berharap adanya peningkatan harga beberapa komoditas unggulan.

"Sektor ekonomi, pemasukan laporan dari Menteri Keuangan masih bagus, stabil, tetapi kita juga berharap ada komoditas-komoditas yang naik karena selalu kita ada anugerah yang kita punyai yaitu sumber daya alam yang kuat," lanjutnya.

"Oleh karena itu, kita berharap bauran kebijakan dan langkah-langkah antisipatif dan penguatan cadangan fiskal mampu menyelamatkan dan menjaga ekonomi nasional," tutupnya.

Sementara itu, Bank Indonesia (BI) menaikkan suku bunga acuan atau BI-Rate sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 6,25 persen untuk memperkuat stabilitas nilai tukar dan mencegah pertumbuhan ekonomi dari dampak rambatan global.

Kendalikan Inflasi

Dihubungi terpisah, Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Katolik Atmajaya Jakarta, YB. Suhartoko, mengatakan yang perlu dilakukan adalah menjaga peningkatan inflasi Indonesia, baik dari sisi inflasi moneter dan atau riil.

Keseimbangan likuiditas perbankan dan pasar keuangan perlu dijaga untuk tidak menimbulkan dampak inflatoir. Volatilitas harga pangan harus terkendali. Demikian juga harga yang diatur pemerintah," tegasnya.

Dalam jangka pendek, ini tidak ada dorongan inflasi sisi permintaan, namun paling tidak harus ada antisipasi gagal pangan. "Jika ini terjaga maka ekspektasi pelemahan rupiah paling tidak bisa dipengaruhi," pungkas Suhartoko.

Tercatat inflasi inti BI pada April 2024 sebesar 1,77 persen (yoy) dan inflasi administered prices (AP) menurun menjadi 1,39 persen (yoy). Sementara itu, inflasi volatile food (VF) atau komoditi pangan yang bergejolak meningkat menjadi 10,33 persen (yoy) dari 8,47 persen pada bulan sebelumnya, dipengaruhi oleh faktor musiman periode Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) dan pergeseran musim tanam akibat dampak El Nino.

Redaktur: andes

Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini

Berita Terbaru

Huawei FreeClip 2 S Segera Hadir di Indonesia, Usung Desain Airy C-Bridge dan Audio Adaptif

Pramono: LRT Rute Kelapa Gading-Manggarai akan Diresmikan Presiden Prabowo pada 26 Agustus

Di Tengah Misi Padamkan Karhutla, Mobil Damkar Belitung Malah Kecelakaan

Dinas Pariwisata Bali Minta Wisatawan Mancanegara Tak Khawatirkan Isu Virus Zika

Paus Sampaikan Solidaritas untuk Korban Gempa NTT

Karya Anak Magelang Bikin Terpukau, 30 Pelukis Cilik Ramaikan “Ruang Khayal Anak #1”

Ikea Indonesia Hadirkan Grejsimojs, Dorong Keluarga Ciptakan Lebih Banyak Momen Bermain di Rumah

Tim Gabungan Tambah Kekuatan Personel untuk Padamkan Karhutla di Pelalawan Riau

Kesempatan Emas untuk UMKM! Pemkab Bandung Beri Pinjaman Rp10 Juta Tanpa Bunga

Erajaya Digital Hadirkan CMF Clip Pro di Indonesia, Usung Desain Open-Ear dan Audio Hi-Res

Guangdong Melirik Industri Motor Listrik Indonesia, Ada Potensi Besar!

Menkes Dorong Dokter Indonesia Perkuat Kolaborasi Internasional

BI: Transaksi QRIS Bebas Biaya Mulai 1 Oktober 2026

Mercedes-Benz Perbarui C-Class, Hadirkan Desain Lebih Tegas dan Teknologi AI

Harga BBM Pertamina, Shell, Vivo, dan BP Alami Penyesuaian

Pegadaian Area Kebayoran Baru Gelar Edukasi Literasi Keuangan untuk Komunitas Ojek Pangkalan

Pemkot Yogyakarta Dongkrak Kunjungan Wisatawan melalui Festival Prawirotaman

Bangkok Dinobatkan sebagai Kota Workcation Terbaik Dunia 2026

Pemerintah Kabupaten Natuna Salurkan Air Bersih kepada Warga Terdampak Kekeringan

Bikin Geger! Robot Humanoid Kalahkan Rekor Dunia Lari 100 Meter Putra di Beijing

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.