Tensi Panas di Timur Tengah Berpotensi Ciptakan Efek Domino ke Pasar Keuangan
Sabtu, 20 Apr 2024, 00:00 WIBJAKARTA - Tensi politik yang memanas dan berkepanjangan di kawasan Timur Tengah dapat menimbulkan efek domino ke pasar keuangan di tingkat global. Para pelaku pasar dikhawatirkan akan mengalihkan dananya ke instrumen investasi yang lebih aman.
"Dengan adanya konflik yang akan menimbulkan efek domino, dikhawatirkan investor akan cenderung cash out dan mengalihkan ke instrumen yang cenderung aman," ujar Senior Analyst MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana alias Didit, di Jakarta, Jumat (19/4).
Seperti dikutip dari Antara, Didit mengatakan dengan adanya konflik akan menimbulkan kenaikan harga komoditas terutama minyak mentah, kemudian akan menimbulkan efek inflasi baik di negara berkembang ataupun negara maju.
Dengan tingginya tingkat inflasi khususnya di Amerika Serikat (AS), lanjutnya, akan menurunkan probabilitas the Federal Reserve (The Fed) untuk menurunkan tingkat suku bunga acuannya yang tentunya akan berpengaruh terhadap kebijakan bank sentral lainnya.
"Dengan tingginya inflasi khususnya di AS maka akan menurunkan probabilitas The Fed untuk cut rate dan akan berpengaruh ke kebijakan bank sentral lainnya," ujar Didit.
Pelaku Pasar
Dalam kesempatan ini, dia merekomendasikan pelaku pasar untuk mencermati perusahaan atau saham yang berkorelasi dengan komoditas di tengah peningkatan tensi politik di kawasan Timur Tengah.
"Pelaku pasar dapat mencermati emiten-emiten yang berkorelasi dengan komoditas dan dapat melakukan Buy on Weakness (BoW) terhadap emiten-emiten dengan fundamental dan kinerja yang baik," ujar Didit.
Pasar saham Indonesia dan kawasan Asia bergerak melemah cukup signifikan pada perdagangan hari ini, Jumat (19/4), merespons peningkatan tensi politik yang sedang terjadi di kawasan Timur Tengah.
Hingga perdagangan pukul 14.15 WIB, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpantau melemah 74,33 poin atau 1,04 persen ke posisi 7.092,47, sedangkan kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 turun 12,73 poin atau 1,36 persen ke posisi 922,77.
Redaktur: Marcellus Widiarto
Penulis: Eko S
Berita Terkait:
-
Jerman Hancurkan Curacao, Jepang Tahan Belanda, Iran Tiba di Piala Dunia dengan Seruan Persatuan
-
Penelitian IPB: Program Cetak Sawah Rakyat di Papua Berhasil Lewat Partisipasi Warga
-
Aturan Perlindungan UMKM Terbit, Ekosistem Marketplace Dipaksa Lebih Adil
-
Dinsos Sigi Siapkan Dapur Umum di Desa Kamarora Nokilalaki Pascagempa
-
Belfast Bersatu Lawan Rasisme, Ribuan Orang Gelar Aksi Damai di Tengah Ketegangan
-
JD Vance: Kekuatan Militer Bukan Solusi
-
Rupiah Melemah, Konflik Timur Tengah hingga Lonjakan Harga Minyak Guncang Ekonomi Indonesia
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.