Waspadai Gejolak Minyak Dunia

Rabu, 17 Apr 2024, 10:51 WIB

JAKARTA - Pemerintah perlu mengantisipasi risiko kenaikan harga minyak mentah dunia sebagai dampak konflik Iran ke Israel. Bahkan, kondisi tersebut diperparah dengan melemahnya nilai tukar rupiah yang sudah menembus angka 16 ribu rupiah per dollar AS.

"Mengamati pergerakan harga minyak dunia yang terus menanjak tajam sejak awal 2024, apalagi pascakonflik Iran-Israel, pemerintah perlu segera memikirkan langkah-langkah antisipatif," ujar anggota Komisi VII DPR RI, Mulyanto, di Jakarta, Selasa (16/4).

Ket. Foto: — Sumber: ISTIMEWA

Dilanjutkannya, kondisi tersebut semacam triple shock karena terjadi di tengah kebutuhan minyak dan gas (migas) dalam negeri yang naik di saat momentum Ramadan dan Idul Fitri. Kondisi makin diperparah dengan pelemahan rupiah terhadap dollar AS.

Dia memperingatkan, sebagai negara net importer migas, kenaikan harga migas dunia akan berdampak negatif bagi APBN. Terlebih lagi, ketika kenaikan tersebut berbarengan dengan lonjakan permintaan di dalam negeri serta penguatan kurs dollar AS terhadap rupiah.

Sebagai informasi, harga minyak WTI hari ini sebesar 85,6 dollar AS per barel, terus naik sejak awal tahun, dari harga yang sebesar 70 dollar AS per barel atau naik sebesar 22 persen. Angka yang lumayan besar, jauh di atas asumsi makro APBN tahun 2024 yang hanya sebesar 82 dollar AS per barel. "Padahal, Menteri ESDM baru saja menetapkan ICP pada Maret 2024 sebesar 838 dollar AS per barel (2 April 2024)," jelasnya.

Mulyanto minta agar langkah antisipatif pemerintah tersebut tidak mengambil opsi kebijakan yang merugikan rakyat kecil seperti kenaikan harga BBM atau gas LPG bersubsidi. "Langkah antisipasinya jangan malah mengorbankan rakyat dan meningkatkan inflasi," tegasnya.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Arifin Tasrif, mengucapkan konflik antara Iran dan Israel berpotensi mengerek harga minyak dunia. Karena itu, pemerintah menyiapkan berbagai skenario yang bisa diambil untuk meredam dampak dari kenaikan harga minyak tersebut.

Arifin menjelaskan jika konflik Iran dan Israel berkepanjangan, kawasan di Timur Tengah bisa ikut memanas. Hal tersebut bisa mengganggu kargo-kargo yang berada di Terusan Suez, Selat Hormuz, termasuk pengiriman minyak dunia yang diimpor dari Timur Tengah ke Indonesia.

Pemerintah ucapnya masih memantau keadaan dan berharap eskalasi Iran dan Israel berhenti sehingga tidak berdampak pada kenaikan harga minyak dunia. "Kita berharap jangan sampai seperti kaya Covid-19 dulu, harga minyak itu di atas 100 dollar AS," papar Arifin.

Penyesuaian Subsidi

Sementara itu, Ekonom Lembaga Penelitian Ekonomi dan Masyarakat (LPEI) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI), Teuku Riefky, memprediksi akan terjadi penyesuaian subsidi bahan bakar minyak (BBM) dalam negeri akibat konflik Iran-Israel. "Kalau konfliknya cukup besar maka beban subsidi akan makin besar, dan mungkin perlu adanya tambahan atau penyesuaian lebih lanjut dari subsidi BBM," kata Riekfy di Jakarta, awal pekan ini.

Menurut dia, meningkatnya harga energi secara signifikan telah terjadi sebelumnya. Kondisi tersebut mengakibatkan pembengkakan fiskal akibat subsidi energi. Hal itu yang membuat dia memprediksi pemerintah akan mengambil kebijakan fiskal terkait subsidi energi untuk memitigasi dampak konflik Iran-Israel.

Namun, Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Tutuka Ariadji, menjamin harga bahan bakar minyak (BBM) tidak berubah hingga Juni 2024, meskipun saat ini terjadi eskalasi konflik antara Iran dengan Israel.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara, Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini

Berita Terbaru

Formula 1: Norris Menangi GP Belanda, Verstappen Kecelakaan di Depan Pendukung Sendiri

TNI AU Gerak Cepat! 6 Pesawat Bawa Bantuan Kemanusiaan ke NTT dan Kalimantan

Liga Inggris: Manchester City Menang Dramatis di Awal Era Maresca, Liverpool Selamat dari Kekalahan

Terungkap! Kebakaran Rumah di Tebet Diduga Dipicu Mesin Fotokopi

Serie A: Amorim Buka Era Baru dengan Kemenangan, Milan Tundukkan Torino; Juventus Menang Tipis atas Frosinone

Karhutla Meluas, Gubernur Kalsel Desak Masyarakat Lindungi Diri dari Paparan Asap

La Liga: Barcelona Pesta Gol di Kandang Elche, Atletico Madrid Selamat dari Kekalahan

Kementerian Kebudayaan akan revitalisasi situs budaya di Malut

Mengerikan Tragedi Kebakaran Rumah di Tebet, 4 Orang Tewas

Arthur Fils Juara Cincinnati Masters 1000, Tekuk Tiafoe dalam Final Bersejarah

Presiden Prabowo Pimpin Ratas di Hambalang, Bahas Karhutla dan Dampak Bencana NTT.

Kodaeral XIII Gelar Lomba Speedboat di Tarakan, Dorong Potensi Kemaritiman Kaltara.

Takdir Geografis Gambia, Negara Terkecil Afrika yang Terjepit Senegal

Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H, Munafri Arifuddin Ajak Masyarakat Perkuat Persatuan.

Tips Mengelola Bisnis Kos-Kosan

Fulham Andalkan Serangan Balik untuk Atasi Kreativitas Chelsea 

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW: Akhlak, Ilmu, dan Kesejahteraan Umat .

Gawat Teror Melanda Thailand Selatan! Puluhan Ledakan Terjadi Hanya dalam Sehari

Kegiatan melukis caping di Kota Solo

Kenapa Awan Makin Jarang Terlihat? BMKG Sebut Monsun Australia dan El Nino yang Jadi Penyebabnya

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.