Harga Diesel AS Melonjak 70 Persen, Trump Desak Eropa Buka Cadangan Strategis

Jumat, 02 Okt 2026, 06:00 WIB

Milwaukee – Amerika Serikat (AS) pada Kamis (1/10) meminta sekutu-sekutunya di Eropa membantu menurunkan harga diesel global dengan segera mengeluarkan cadangan strategis, sementara negara-negara anggota Uni Eropa (UE) dijadwalkan membahas krisis tersebut pada Jumat (2/10).

Sejumlah laporan menyebut pemerintahan Presiden Donald Trump secara khusus meminta Prancis dan Jerman mengeluarkan cadangan diesel mereka untuk menekan harga yang melonjak akibat perang AS terhadap Iran.

Ket. Foto: Komisaris Perdagangan UE Maros Sefcovic (kiri) mengatakan kepada wartawan pada Kamis bahwa langkah apa pun yang diambil AS untuk melarang ekspor diesel akan menjadi sesuatu yang "tidak terduga bagi warga Eropa." — Sumber: AFP

"Para mitra Eropa kami harus mempercepat pelaksanaan komitmen yang telah ada dan segera menyediakan pasokan tambahan untuk mengatasi gangguan yang sedang berlangsung," kata Menteri Keuangan AS Scott Bessent dalam unggahan di media sosial.

Negara-negara anggota UE akan bertemu dengan Komisi Eropa pada Jumat untuk membahas respons terkoordinasi terhadap lonjakan harga bahan bakar, kata juru bicara Komisi Eropa.

Washington terus meningkatkan tekanan agar Eropa membantu mengatasi biaya bahan bakar di AS. Presiden AS Donald Trump pada Rabu bahkan membuka kemungkinan melarang ekspor diesel.

Tingginya biaya energi menjadi ancaman bagi Partai Republik yang dipimpin Trump menjelang pemilihan paruh waktu atau midterm bulan depan.

"Merupakan kepentingan terbaik Eropa untuk bekerja sama dengan AS saat kami menempuh berbagai jalur untuk meningkatkan pasokan produk olahan dan menurunkan biaya bagi konsumen," kata seorang pejabat AS kepada AFP.

Dalam pertemuan perdagangan G20 di Milwaukee, Perwakilan Dagang AS Jamieson Greer menggunakan nada yang lebih berdamai dengan mengatakan terdapat "keinginan dari kedua pihak untuk bekerja sama" dalam persoalan diesel.

Trump juga mengatakan kepada wartawan di Texas pada Kamis bahwa dia "mungkin" akan meminta negara-negara Eropa melepaskan cadangan diesel mereka.

'Tidak Terduga'

Meski demikian, Komisaris Perdagangan UE Maros Sefcovic mengatakan kepada wartawan pada Kamis bahwa langkah AS untuk melarang ekspor diesel akan menjadi sesuatu yang "tidak terduga bagi warga Eropa".

Sefcovic berbicara di sela-sela pertemuan dua hari para menteri perdagangan G20 di Milwaukee, setelah bertemu dengan Greer.

Dia mengatakan tidak membahas secara rinci mengenai ekspor energi bersama Greer.

Namun, kedua mitra transatlantik tersebut "sepakat untuk tetap berkomunikasi secara erat guna menghindari kejutan di sini," ujarnya.

"Hal itu akan menimbulkan konsekuensi yang sangat dramatis terhadap kinerja ekonomi kami," kata Sefcovic mengenai kemungkinan larangan ekspor diesel.

Menteri Delegasi Prancis untuk Perdagangan Internasional Nicolas Forissier mengatakan kepada AFP di Milwaukee, "Saya tidak dapat membayangkan akan ada larangan."

Dia menekankan pentingnya diesel bagi AS dan negara-negara Eropa. Menurut dia, kedua pihak akan "berusaha mencari solusi."

"Di Prancis, kami akan berusaha menemukan solusi yang seimbang di seluruh dunia," kata Forissier. "Jika bukan dengan Amerika, maka dengan negara-negara lain."

Trump pada Rabu mengatakan masih mempertimbangkan kemungkinan melarang ekspor diesel AS, sembari menambahkan bahwa dia menilai langkah tersebut pada akhirnya dapat menyebabkan harga bensin meningkat.

"Saya sedang memikirkannya," kata Trump kepada wartawan di Ruang Oval Gedung Putih.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Energi AS Chris Wright mengatakan pada Rabu bahwa dunia akan "mendengar pengumuman dari teman-teman kami di Eropa" untuk mendorong harga diesel turun.

Ketika ditanya mengenai kemungkinan pelepasan cadangan strategis, kantor kepresidenan Prancis mengatakan tidak ada permintaan semacam itu yang disampaikan ketika Presiden Emmanuel Macron dan Trump bertemu di sela-sela Sidang Umum PBB pekan lalu.

Macron juga akan segera menggelar pertemuan melalui konferensi video dengan para pemimpin negara-negara G7 "untuk membuat kemajuan terkait berbagai langkah yang dapat digunakan untuk mengatasi kenaikan harga bahan bakar... termasuk koordinasi dalam pelepasan cadangan."

Macron mengumumkan rencana pertemuan tersebut pada 18 September. Pertemuan G7 diperkirakan berlangsung pada pertengahan Oktober, menurut kantor pers Macron.

Harga rata-rata diesel di AS telah melonjak lebih dari 70 persen menjadi 6,39 dolar AS per galon sejak dimulainya perang Iran, berdasarkan data dari organisasi otomotif AAA.

Harga bahan bakar telah menyebabkan biaya hidup melonjak, sehingga Partai Republik pimpinan Trump khawatir dapat kehilangan kendali atas Kongres dalam pemilihan paruh waktu pada November.

Redaktur: Andes Tanjung

Penulis: AFP

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.