- Home
-
- Luar Negeri
-
- PM Thailand: Rezim Myanmar...
PM Thailand: Rezim Myanmar Telah Kehilangan Kekuatan
Selasa, 09 Apr 2024, 02:45 WIBKOH SAMUI - Perdana Menteri Thailand, Srettha Thavisin, pada Minggu (7/4) mengatakan bahwa sekarang ini adalah saat yang tepat untuk membuka pembicaraan dengan Myanmar karena kekuatan rezim militer yang merebut kekuasaan dalam kudeta tahun 2021 melemah.
"Rezim saat ini mulai kehilangan kekuatan," kata PM Srettha dalam sebuah sesi wawancara di pulau resor Koh Samui. "Tetapi bahkan jika mereka kalah, mereka memiliki kekuatan, mereka memiliki senjata. Mungkin ini saatnya untuk menghubungi dan membuat kesepakatan," imbuh PM Thailand itu.
Myanmar berada dalam pergolakan pemberontakan di berbagai bidang, dengan kelompok antijunta yang didukung oleh pemerintah paralel prodemokrasi menguasai beberapa pos dan kota militer, termasuk bagian dari kota penting di perbatasan dengan Thailand selama akhir pekan.
Pemberontakan adalah tantangan terbesar yang dihadapi junta Myanmar sejak kudeta terhadap pemerintahan terpilih pada 2021. Thailand telah melakukan berbagai upaya dengan Myanmar sejak Srettha berkuasa pada Agustus, termasuk memberikan bantuan ke Myanmar di bawah inisiatif kemanusiaan yang bertujuan untuk membuka jalan bagi perundingan antara kubu yang bertikai.
Srettha mengatakan Myanmar sangat penting bagi Thailand, dan dia serta pejabat Thailand lainnya telah berbicara dengan berbagai pemangku kepentingan di Myanmar dan mitra internasional termasuk Tiongkok dan Amerika Serikat. "Negara yang paling diuntungkan jika Myanmar bersatu, damai dan sejahtera adalah Thailand," kata dia. SB/ST/I-1
Redaktur: Ilham Sudrajat
Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S
Berita Terkait:
-
Pemkot Jaktim Segel Lapangan Padel Ilegal
-
Thailand Sebut Masih Ada Permusuhan dengan Kamboja
-
Diimbangi Turki 2-2, Spanyol Tetap Lolos ke Piala Dunia 2026
-
Thailand Dikepung Banjir Terparah dalam Seperempat Abad
-
Sekjen PBB Mengecam Meningkatnya ‘Aturan Kekerasan’ di Seluruh Dunia
-
Pasukan Thailand dan Kamboja Bentrokan Lagi
-
Thailand: AS Tunda Perundingan Perdagangan
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.