ASDP Terapkan Sistem Ini untuk Mengurai Kepadatan Kendaraan di Pelabuhan
Kamis, 04 Apr 2024, 00:16 WIBJakarta - PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) memastikan penerapan sistem penundaan (delaying system) melalui penyediaan titik zona penyangga (buffer zone) direstarea guna mengurai kepadatan antrean kendaraan di pelabuhan saat arus mudik dan balik Lebaran 2024.
"Kelancaran arus mudik Lebaran 2023 salah satunya didukung dengan adanya penerapan sistem penundaan (delaying system) melalui penyediaan titik lokasi zona penyangga (buffer zone) di beberapa titik sehingga langkah tersebut akan diberlakukan kembali pada angkutan Lebaran tahun ini," kata Direktur Komersial dan Pelayanan PT ASDP M. Yusuf Hadi di Jakarta, Rabu.
Pria yang akrab disapa Hadi ini mengatakan dengan adanya proyeksi peningkatan produksi sebesar 15 persen penumpang dan 14 persen untuk kendaraan dengan total produksi di 8 lintas pantauan nasional sejumlah 5,78 juta penumpang dan 1,37 juta kendaraan, ASDP mengambil langkah antisipasi dengan penerapan sistem penundaan.
"Langkah ini merupakan salah satu fasilitas tambahan sebagai poin kritikal dalam mengurai arus kendaraan di kawasan pelabuhan dan dalam rangka mendukung kelancaran arus mudik dan balik Angkutan Lebaran 2024," ucap Hadi.
Dia menjelaskan untuk arah menuju Pelabuhan Merak terdapatrestarea KM 43, KM 68, Lahan Munic, dan Cikuasa Atas, dan lainnya. Sedangkan untuk arah Pelabuhan Bakauheni meliputi rest area KM 87B; KM 67B; KM 49B; KM 33B; KM 20B; jalur arteri Gayam, Kantor Lama Balai Karantian Pertanian, RM Gunung Jati, dan lainnya.
Hadi juga menambahkan untuk arah Pelabuhan Ketapang tersedia area buffer zone pada Terminal Sritanjung, Grand Watudodol, Lapangan Bola Areba, dan Jalur Lingkar; sedangkan untuk Pelabuhan Gilimanuk terdapat Terminal Kargo, UPPKB Cekik, dan Terminal Bus; Arah Pelabuhan Jangkar mencakup Lahan Parkir Paguyuban Petani Tebu; dan arah Pelabuhan Lembar yaitu Terminal Sigenter dan Lapangan Parkir PDS.
ASDP mencatat berdasarkan data Rabu (3/4) pukul 11:00 WIB, tiket kendaraan yang sudah direservasi oleh pengguna jasa untuk periode Posko Lebaran H-1 sd H-7 di Pelabuhan Penyeberangan Merak, Bakauheni, Ketapang, dan Gilimanuk serta Pelabuhan Perbantuan Ciwandan sejumlah 35.355 atau sama dengan 7,9 persen dari total kuota reservasi yang dibuka.
Sedangkan untuk periode 1 - 30 Maret 2024 atau periode pra-angkutan Lebaran, total tiket kendaraan yang terjual pada empat pelabuhan utama adalah 652.118 tiket terjual.
Dari data reservasi, diperkirakan puncak arus mudik akan terjadi pada tanggal 6 April 2024 (H-4) dengan jumlah pengguna jasa yang telah reservasi untuk di Pelabuhan Merak sebanyak 3.124 tiket atau setara dengan 15 persen dari kuota reservasi yang dibuka.
Untuk kelancaran perjalanan, khususnya di lintas Merak-Bakauheni, dan Ketapang-Gilimanuk, ASDP mewajibkan pengguna jasa membeli tiket secara online via Ferizy sebelum keberangkatannya.
"Hal ini demi kelancaran dan kenyamanan selama penyeberangan, pastikan pengguna jasa sudah bertiket maksimal H-1 keberangkatan," kata Hadi menegaskan.
Hadi menambahkan ASDP terus memastikan aspek keselamatan, keamanan dan kenyamanan bagi seluruh penumpang dengan memberikan pelayanan prima dalam angkutan Lebaran 2024 sehingga selaras dengan slogan yang diluncurkan Kementerian Perhubungan tahun ini, yakni "Mudik Ceria, Penuh Makna".
Redaktur: Marcellus Widiarto
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Pasar Murah Hadirkan Sembako Terjangkau bagi Warga Sidoarjo
-
Habiskan Hampir Rp1 Triliun, Jalan Lintas Bono Riau Belum Tuntas
-
Arsenal Incar Kenan Yildiz, Juventus Pasang Harga Fantastis 2,06 Triliun Rupiah
-
Urai Kepadatan Ketapang-Gilimanuk, Berikut Strategi yang Dilakukan ASDP
-
Naik 69,5 Persen, KKI Mulai Jadi Andalan Transaksi Pemerintah
-
Bencic Singkirkan Alexandra Eala, Tantang Gauff di Perempat Final Toronto
-
Perkuat Logistik Lintas Batas, ASDP Dorong Konektivitas RoRo Batam–Johor
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.