Pemkab Sigi Mencoba Kendalikan Inflasi dengan Langkah Ini
Selasa, 02 Apr 2024, 00:10 WIBSigi - Pemerintah Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah (Sulteng), mengendalikan inflasi salah satunya dengan gerakan pangan murah menjelang Hari Raya Idul Fitri 2024.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Sigi, Akib Ponulele di Sigi, Senin, mengatakan tujuan digelarnya pangan murah kali ini membantu pemerintah dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan.
"Ini juga sebagai salah satu langkah untuk mengendalikan inflasi daerah dan menekan harga pangan di Kabupaten Sigi yang saat ini masih cukup tinggi," kata Akib Ponulele.
Akib menambahkan gerakan pangan murah ini untuk memperpendek niaga pangan yang selama ini pola distribusinya terlalu panjang, sehingga menyebabkan harga pangan yang dijual petani dengan harga pasar yang dibeli konsumen memiliki perbedaan cukup signifikan.
"Pangan murah ini dananya bersumber dari APBD dua dan APBN, kalau APBD dua digunakan untuk membiayai subsidi komoditi yang kita jual hari ini sedangkan biaya APBN itu untuk pembiayaan operasional," tutur Kadis Ketahanan Pangan Sigi.
Komoditi yang dijual pada pangan murah itu sebanyak 11 jenis yakni beras SPHP ukuran 5 kilogram, beras Premium ukuran 5 kilogram, telur, gula pasir ukuran satu kilogram, bawang merah, bawang putih, minyak goreng Kita ukuran satu liter, minyak goreng mitra ukuran dua liter, tepung terigu, dan telur puyuh.
Salah satu warga Maku bernama Nurjannah mengaku sangat terbantu dengan adanya gerakan pangan murah yang dilaksanakan Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah (Sulteng) untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
"Kalau minyak goreng untuk kebutuhan sehari-hari, kalau tepung terigu dan telur untuk kebutuhan buat kue. Ini sangat membantu masyarakat karena terus terang harga di pasar tradisional masih sangat tinggi," katanya.
Dia mengemukakan agar gerakan pangan murah bisa lebih sering dilakukan bahkan tidak hanya menjelang Idul Fitri tapi saat sebelum memasuki bulan Ramadhan.
"Harapannya gerakan pangan murah ini dapat dilaksanakan awal bulan Ramadhan dan harga beras di pangan murah ini sekitar Rp50 ribu tapi harga ditempat lain mencapai Rp100 ribuan," ucapnya.
Redaktur: Marcellus Widiarto
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Nadiem Makarim. Tuntutan 15 Tahun Ibrahim Arif Tak Masuk Akal, "Ibam is One of Us"
-
Pemkab Sigi Benahi Infrastruktur dan Fasilitas Danau Lindu untuk Festival 2026
-
Disiplin Jadi Senjata Atlet Pelatnas Soft Tennis Indonesia
-
Prancis Ancaman Nyata Tim Thomas di Babak Grup
-
Inflasi 3,48 Persen Masuk Target, Kemendagri Soroti Harga Pangan Belum Stabil
-
Buka Opsi Impor Minyak dari Russia meski Harga Lebih Tinggi, Bahlil: yang Penting Ada
-
Mendagri Serukan Kepala Daerah Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Inflasi
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.