Korut Akan Respons Keras Campur Tangan Jepang

Senin, 01 Apr 2024, 02:55 WIB

MOSKWA - Korea Utara (Korut) akan merespons keras campur tangan Jepang terhadap kedaulatannya. Hal itu disampaikan oleh Menteri Luar Negeri Korut pada Jumat (29/3) lalu seperti dilansir oleh kantor berita resmi KCNA.

"Korut akan selalu menanggapi dengan keras kelakuan Jepang yang mencampuri kedaulatan," kata Menlu Choe Son Hui.

Ket. Foto: Menteri Luar Negeri Korut, Choe Son Hui — Sumber: AFP/Artem Geodakyan

Pernyataan Menlu Choe ini mengulangi pernyataan Kim Yo-jong, saudara perempuan pemimpin Korut Kim Jong-un, yang mengesampingkan pertemuan puncak antara Kim Jong-un dan Perdana Menteri Jepang, Fumio Kishida, untuk mencoba menyelesaikan sengketa puluhan tahun tentang warga Jepang yang diduga diculik oleh pemerintah Korut.

"Dialog Korut-Jepang bukan hal penting bagi Korut," kata Choe Son Hui, seraya menambahkan bahwa pemerintahnya akan mencegah upaya Jepang untuk melakukan kontak.

Dia pun mengatakan tidak bisa memahami PM Kishida yang terus mengangkat isu penculikan tersebut dengan pemimpin Korut.

"Korut tak punya urusan apa pun untuk diselesaikan terkait isu penculikan yang dituduhkan Jepang dan, lagi pula, Korut tak punya tanggung jawab atau keinginan untuk melakukan apapun terkait hal itu," kata dia.

Sebelumnya seorang diplomat Korut di Tiongkok mengatakan pada Jumat lalu bahwa seorang pejabat dari Kedutaan Jepang di Beijing telah mengusulkan kontak melalui email kepada seorang anggota dewan di kedutaan besarnya di ibu kota Tiongkok, tetapi usulan tersebut ditolak oleh Menlu Choe.

Kim Yo-jong pada Senin (25/3) lalu bahwa PM Kishida telah meminta pertemuan puncak dengan saudara laki-lakinya, meskipun pertemuan tersebut tidak mungkin terjadi tanpa adanya perubahan kebijakan dari Tokyo.

Namun keesokan harinya dia mengatakan Pyongyang akan menolak kontak semacam itu, dengan alasan kurangnya keberanian Jepang untuk membangun kembali hubungan Korut -Jepang.

Dalam pernyataan terpisah pada Jumat, Dubes Korut untuk Tiongkok, Ri Ryong-nam mengatakan bahwa pihaknya tidak perlu membicarakan apapun dengan pihak Jepang. "Saya tegaskan sekali lagi bahwa Korut tidak punya alasan untuk bertemu dengan pihak Jepang di tingkat mana pun," kata Dubes Ri.

PM Kishida mengatakan tahun lalu bahwa dia bersedia bertemu Kim Jong-un tanpa syarat apa pun dan membahas semua masalah, termasuk penculikan belasan warga Jepang oleh agen Korut.

Namun, Choe mengkritik Kishida pada hari Jumat karena merujuk pada penculikan tersebut, dengan mengatakan bahwa dia "tidak dapat memahami mengapa dia terus-menerus berpegang pada masalah tersebut".

Ketegangan Hubungan

Hubungan antara Jepang dan Korut telah lama tegang karena penculikan warga Jepang pada tahun 1970-an dan 1980-an dan program senjata terlarang Korut, meskipun ada tanda-tanda tentatif akan membaiknya hubungan baru-baru ini.

Tokyo sebelumnya menuduh Pyongyang telah menculik sedikitnya 17 warga Jepang antara dekade 1970-an dan 1980-an.

Pyongyang mengaku pada 2002 bahwa 13 warga Jepang ditahan oleh Korut, tetapi lima di antaranya telah dipulangkan setelah PM Jepang Junichiro Koizumi berkunjung ke Pyongyang.

Tokyo mengatakan para korban penculikan yang tersisa masih hidup dan harus dipulangkan ke Jepang. AFP/Ant/Sputnik

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: AFP

Berita Terbaru

Modus Baru, Penipu di Kamboja Jual Jasa 'Anti-Banned' untuk Kuras Data Medsos

Bangladesh Punya Presiden Baru Setelah Pemilu Sengit 35 Tahun Terakhir

Simbol Hubungan Akrab, Sultan Brunei-Anwar Ibrahim Gelar Pertemuan di Istana Nurul Iman

LG Borong 17 Penghargaan IDEA 2026, Perkuat Prestasi Triple Crown di Ajang Desain Global

Trump Sumringah, Mahkamah Agung AS Izinkan Kembali Pembangunan Ballroom Gedung Putih

Uniqlo Fall/Winter 2026 Hadirkan Gaya Urban Fleksibel, Temani Aktivitas dari Kerja hingga Traveling

Terisolasi Usai Gempa M 7,7! Kemen ESDM Beberkan Kondisi Listrik dan BBM di Manggarai!

Ramaikan GBK, Lebih dari 5.000 Peserta Tumpah Ruah di BrookFarm Almond Run 2026

Siap Duduk Satu Meja? Pertemuan Putin dan Donald Trump di KTT APEC Tinggal Menunggu Waktu!

Mencekam! Lahan Gambut Pinggir Jalan Tol Mendadak Terbakar, Petugas Bertarung Tengah Malam!

Harga Bahan Pokok Lebak Merangkak Naik, Ada Apa dengan Pasar?

Tinggalkan Cara Lama! UMKM Papua Dipaksa Naik Kelas Lewat Jurus Digital BI!

Ekspedisi Patriot Gebrak di Kawasan Transmigrasi Simeulue, Budi Daya Ikan Dibidik Jadi Mesin Ekonomi

Omzet UMKM di KKI 2026 Tembus Rp144,2 Miliar, Produk Lokal Makin Menggigit

TP PKK dan Pemkab Banjar Buka Akses Layanan Operasi Bibir Sumbing Berkelanjutan

Bangkit dari Cedera Langsung Juara Dunia! Keajaiban An Se-young Hancurkan Mimpi Rekor Akane!

Magetan Tak Mau Ketinggalan, Peta Jalan Ekraf 2027 Disiapkan untuk Gebrak Ekonomi Kreatif

Jalan-Jalan Makin Nyaman, Bogor Siapkan Bus Listrik untuk Rute Wisata

Bukan Kaleng-Kaleng! KOI Bongkar Alasan Kejurnas Hoki 2026 Lebih Bergengsi dari SEA Games!

Pemkot Ambon Pastikan Pembangunan Infrastruktur Berdasarkan Skala Prioritas

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.