TP PKK dan Pemkab Banjar Buka Akses Layanan Operasi Bibir Sumbing Berkelanjutan

Minggu, 23 Agu 2026, 21:15 WIB

BANJAR - Pemerintah Kabupaten Banjar mendorong agar tindakan operasi bibir sumbing dan langit-langit di RSUD Ratu Zalecha Martapura dijadikan sebagai layanan kesehatan rutin, Minggu (23/8). 

Ketua TP PKK Kabupaten Banjar  Nurgita Tiyas di Martapura,  Minggu, meninjau langsung pelaksanaan bakti sosial operasi bibir sumbing dan langit-langit yang menyasar tujuh pasien di RSUD Ratu Zalecha, Martapura.

Ket. Foto: Ketua TP PKK Kabupaten Banjar Hj Nurgita Tiyas meninjau langsung pelaksanaan bakti sosial operasi bibir sumbing dan langit-langit di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ratu Zalecha, Martapura, beberapa waktu lalu. — Sumber: ANTARA/HO-Medcen Kominfo Banjar

Nurgita Tiyas mengatakan, layanan tersebut perlu berkelanjutan karena masih ada masyarakat yang membutuhkan penanganan medis untuk meningkatkan kualitas hidup, khususnya anak-anak dengan kondisi bibir sumbing dan langit-langit.

“Sebagai mitra pemerintah saya berharap kegiatan ini bisa terus berjalan, tentu tidak hanya ketika peringatan hari jadi saja,” ujarnya.

Menurut dia, kepedulian terhadap masyarakat harus terus diperkuat di tengah berbagai persoalan yang dihadapi daerah, termasuk dampak kebakaran hutan dan lahan serta pencemaran udara yang dapat mempengaruhi kehidupan masyarakat.

Nurgita juga mengajak organisasi perempuan di Kabupaten Banjar, termasuk TP PKK dan Dharma Wanita Persatuan, memperluas gerakan sosial hingga tingkat desa sehingga warga yang membutuhkan dapat lebih cepat teridentifikasi dan memperoleh akses pelayanan.

“Insya Allah kami tetap konsisten menggerakkan seluruh unit dan anggota organisasi agar terketuk melakukan kegiatan yang sifatnya sosial dan bentuk kepedulian,” katanya.

Direktur RSUD Ratu Zalecha Arief Rachman menjelaskan, operasi kali ini menargetkan tujuh pasien dengan tindakan yang dilakukan dokter spesialis bedah mulut. 

Pelaksanaan operasi dimulai pukul 09.00 WITA dengan durasi rata-rata dua hingga dua setengah jam, bergantung pada kondisi pasien.

“Kami berharap kegiatan ini berjalan lancar dan memberikan dampak positif kepada masyarakat, terutama kepada pasien agar kualitas hidup mereka menjadi lebih baik,” kata Arief.

Arief mengatakan, pemerintah daerah juga mendorong agar pelayanan serupa tidak berhenti pada kegiatan bakti sosial, tetapi dapat dirancang menjadi program rutin sehingga masyarakat memperoleh akses penanganan yang lebih dekat dan berkelanjutan.

Operasi bibir sumbing dan langit-langit penting dilakukan karena kondisi tersebut dapat mempengaruhi kemampuan makan, berbicara, serta tumbuh kembang anak. 

Kolaborasi pemerintah daerah, organisasi perempuan, tenaga kesehatan dan RSUD Ratu Zalecha diharapkan mampu memperluas jangkauan layanan sekaligus membantu keluarga yang membutuhkan.

Redaktur: alfred

Penulis: Alfred, Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.