Ini yang Dilakukan Pemkab Sukabumi untuk Antisipasi Terjadinya Lonjakan Pemudik
Senin, 01 Apr 2024, 07:36 WIBSukabumi - Pemerintah Kabupaten Sukabumi mengantisipasi terjadinya lonjakan jumlah pemudik khususnya yang melalui jalur mudik Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat untuk meminimalisasikejadian yang tidak diinginkan.
"Kami sudah berkoordinasi dengan instansi terkait lainnya bahkan dengan Menhub melalui rapat koordinasi secara virtual yang dilaksanakan pada Minggu untuk membahas solusi dan antisipasi terjadinya lonjakan pemudik," kata Bupati Sukabumi MarwanHamamidi Pendopo Sukabumi, Minggu.
Marwanmengatakan rakor ini untuk menyinkronkan pengalihan arus yang nanti yang harus diantisipasi di daerah tapi untuk wilayah selatan ini tidak dicermati secara khusus. Tetapi pada rakor tersebut wilayah utara Kabupaten Sukabumi yang menjadi fokus utama pembahasan.
Seperti arah Parungkuda sampai Cibadak tingkat kemacetan cukup tinggi, tapi tidak menjadi lintasan arus mudik walau demikian harus tetap siap siaga, karena tidak menutup kemungkinan kendaraan yang mengarah ke Puncak Bogor dialihkan ke Sukabumi.
Ini bisa terjadi pada musim mudik lebaran sebelumnya, di saat arus kendaraan menuju Puncak sudah padat, maka sebagian kendaraan dialihkan melalui jalur mudik Sukabumi. Bahkan tidak menutup kemungkinan terjadi lonjakan pemudik pada tahun ini.
"Antisipasi yang kami lakukan adalah berkoordinasi dengan Polres Sukabumi serta menyiagakan personel DishubKabupaten Sukabumi di titik rawan kemacetan seperti pintu keluar tol, sekitar pasar dan lokasi wisata," tambahnya.
Pada rakor iniMenteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menjelaskan kegiatan ini untuk membahas langkah antisipasi terhadap lonjakan pergerakan kendaraan roda empat di masa mudik lebaran seperti di jalur tol Jakarta ke arah Cikampek, Cipali, sampai ke Semarang yang diprediksi akan meningkat dibandingkan masa mudik lebaran tahun lalu.
"Persiapan harus dilakukan sejak dini, sehingga bisa lebih siap dan masih punya waktu untuk memperbaiki kekurangan yang ada. Dari total jumlah potensi pergerakan masyarakat di masa mudik lebaran tahun ini diperkirakan mencapai 193 juta orang atau naik 50 persen dibandingkan dengan 2023.
Redaktur: Marcellus Widiarto
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
H+1 Lebaran, Pemudik dan Perantau Mulai Tiba di Jakarta
-
156 Pelajar Ikuti Seleksi Paskibraka 2026 di Palangka Raya
-
Awas! Pengunjung Ragunan Diintai Denda Rp500 Ribu, Wah Kok Bisa?
-
Pelindung Antartika dari Pemanasan Global
-
Pemkab Bogor: Pembangunan Jalan Puncak II Dilanjutkan Tahun Depan
-
Gempa Bumi Terkini 13 Maret 2026
-
Harga Pangan Harus sesuai HET
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.