Bupati Sebut Investasi Sapi Perah di Trenggalek Tingkatkan Daya Saing Daerah
Kamis, 28 Mar 2024, 00:03 WIBTrenggalek - Bupati Trenggalek, Jawa Timur Mochamad Nur Arifin optimistis pembukaan investasi sapi perah di Desa Botoputih Kecamatan Bendungan yang terletak di kaki lereng Gunung Wilis bakal meningkatkan daya saing ekonomi produk khas daerah.
Hal itu disampaikan Arifin atau Mas Ipin saat menggelar safari pelayanan di Desa Botoputih Kecamatan Bendungan, salah satu desa yang berada di dataran tinggi daerah itu, Rabu.
"Karena klimatologi di Desa Boto Putih ini cukup dingin, sangat cocok untuk sapi perah," katanya.
Dia mengatakan, adanya investasi sapi perah itu diyakini bakal meningkatkan kuantitas maupun kualitas produk susu perah yang dihasilkan dari daerah tersebut.
Sebab dengan penambahan volume suplai ke pasaran diyakini bakal meningkatkan daya saing salah satu komoditas unggulan itu sehingga dapat memperluas jangkauan pasar.
"Sehingga keberadaan peternakan ini diharapkan bisa memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar," imbuhnya.
Selain memperkuat branding produk unggulan daerah sehingga mempermudah diterima pasar, dampak yang diharapkan dapat dirasakan masyarakat secara langsung adalah melalui penyediaan pakan ternak oleh warga sekitar.
Pemberdayaan masyarakat dalam hilirisasi produk itu diharapkan dapat selaras.
"Jadi nanti ketika masuk usia laktasi, tentu produksi susunya bisa banyak. Masyarakat nanti di kanan kiri mungkin bisa ikut merasakan dampak ekonominya karena bisa ikut mensuplai rumput, kemudian juga jagung yang masih muda. Tapi pesan saya jangan lakukan pembalakan hutan. Rumput atau jagung itu bisa ditanam di sela pohon tegakan. Dengan begitu hutannya bisa tetap terjaga," ujarnya.
Meskipun sempat mandek saat Pandemi COVID-19 dan baru berjalan 2023 sejak investasi itu masuk pada 2019, Mas Ipin mengapresiasi multiplier efek adanya investasi itu.
Terlebih dengan kapasitas kisaran 200 ekor sapi, pengelolanya dinilai juga memperhatikan keberlanjutan lingkungan.
"Semua limbah sudah diatur pengolahan, jadi metana-nya tidak sampai terlepas di udara sehingga tidak memperparah krisis lingkungan dan produknya bisa jadi pupuk padat dan juga pupuk cair yang bisa digunakan lagi untuk menyuburkan tanaman pakan. Baguslah multiplier efeknya, semoga bisa membawa keberkahan bagi masyarakat di Desa Boto Putih," katanya.
Redaktur: Marcellus Widiarto
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Indonesia Berpotensi Jadi Pusat Gastronomi Dunia
-
Komnas HAM Sesalkan Penyerangan Warga Sipil di Intan Jaya, Ingatkan Pelanggaran HAM dan Hukum Humaniter
-
Stimulus Ekonomi Harus Tepat Sasaran
-
Perum Bulog Tulungagung Tuntaskan Penyaluran Bantuan Pangan Februari–Maret
-
Pembangunan Sektor Perikanan Harus dari Wilayah Pesisir, Menteri KP Yakin Kampung Nelayan Jadi Mesin Pacu Pertumbuhan Ekonomi
-
Korban Penganiayaan di Cirebon Disiapkan Perlindungan
-
Korban Gempa Venezuela Tembus 1.450 Jiwa, Harapan Menipis
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.