BI Finalisasi Kebijakan Keamanan Siber
Kamis, 28 Mar 2024, 09:38 WIBJAKARTA - Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Juda Agung mengatakan BI sedang memfinalisasi kebijakan ketahanan dan keamanan siber untuk memperkuat ketahanan siber perbankan di tengah masifnya digitalisasi layanan keuangan.
"Bank Indonesia sedang memfinalisasi kebijakan ketahanan dan keamanan siber yang bersifat end to end, mulai dari tata kelolanya, bagaimana menyiapkan langkah pencegahannya, dan bagaimana ketika terjadi insiden," kata Juda dalam Peluncuran dan Seminar Kajian Stabilitas Keuangan Nomor 42 di Jakarta, Rabu (27/3).
Juda menuturkan kebijakan tersebut juga akan mengatur bagaimana penanganan terhadap insiden serangan siber, termasuk mekanisme koordinasi antar otoritas dan industri, serta monitoring dan pengawasannya. "Risiko siber ini tidak pernah berhenti dan terus mengancam sistem keuangan dengan dampak yang sangat signifikan pada stabilitas sistem keuangan," ujarnya.
Seiring dengan perkembangan pesat pada digitalisasi layanan keuangan baik oleh perbankan dan Industri Keuangan Non-Bank (IKN), kerentanan risiko siber pun meningkat. Risiko siber tersebut antara lain berupa gangguan operasional, pencurian data yang dapat merugikan lembaga keuangan maupun pelanggan, serta manipulasi data dan transaksi keuangan.
Serangan siber dapat mengganggu sistem operasional lembaga keuangan termasuk layanan perbankan dan transaksi keuangan yang pada akhirnya dapat menggerus kepercayaan terhadap sistem keuangan. Manipulasi data dan transaksi keuangan seperti pencurian dana, perubahan saldo account hingga manipulasi harga aset keuangan yang bisa merusak integritas dari pasar keuangan dan mengganggu stabilitas sistem keuangan.
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Polisi Australia Sita 2,7 Ton Kokain yang Dikubur dalam Bunker, Tangkapan Terbesar dalam Sejarah
-
Bulog Sumut Rutin Cek Kualitas Beras di Gudang, Publik Pertanyakan Transparansi Keamanan Pangan
-
PFII Dinilai Bisa Tarik Investasi Asing, Asal Kepastian Hukum dan Tata Kelola Diperkuat
-
Sensus Ekonomi 2026, BPS Cirebon Bidik 46 Ribu Unit Usaha di Seluruh Wilayah.
-
Cermati Masa Bediding Saat Puncak-puncaknya Musim Kemarau
-
Kuota Bedah Rumah Jakarta Naik 63 Kali Lipat, dari 158 Jadi 10 Ribu Unit
-
Ambisi Adopsi AI di Indonesia Terhambat Kesiapan Digital dan Pengalaman Karyawan
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.