- Home
-
- Luar Negeri
-
- Filipina Panggil Utusan Ti...
Filipina Panggil Utusan Tiongkok
Selasa, 26 Mar 2024, 02:59 WIBMANILA -Filipina pada Senin (25/3) mengatakan pihaknya telah memanggil utusan Tiongkok atas tindakan agresif yang dilakukan Penjaga Pantai Tiongkok dan kapal-kapal lain di dekat terumbu karang di lepas pantai negara Asia tenggara tersebut.
Beijing dan Manila memiliki sejarah panjang sengketa wilayah maritim di Laut Tiongkok Selatan (LTS) dan telah terjadi konfrontasi berulang kali antara kapal mereka di dekat terumbu karang yang disengketakan dalam beberapa bulan terakhir.
Insiden terbaru terjadi pada Sabtu (23/3) di dekat Second Thomas Shoal di Kepulauan Spratly selama misi reguler Filipina untuk memasok pasukan Filipina yang ditempatkan di BRP Sierra Madre, sebuah kapal angkatan laut yang sengaja dikandaskan. Filipina mengatakan Penjaga Pantai Tiongkok telah memblokir kapal pasokannya dan merusaknya dengan meriam air, sehingga melukai tiga awak kapal.
Penjaga Pantai Tiongkok membela tindakannya, dan menggambarkannya sebagai peraturan, intersepsi, dan pengusiran yang sah terhadap kapal asing yang mencoba menyusup secara paksa ke perairan Tiongkok.
Second Thomas Shoal berjarak sekitar 200 kilometer dari Pulau Palawan di Filipina barat, dan lebih dari 1.000 kilometer dari daratan utama terdekat Tiongkok, Pulau Hainan.
"Pada Senin, Manila menyampaikan protes keras terhadap tindakan agresif yang dilakukan oleh Penjaga Pantai Tiongkok dan Milisi Maritim Tiongkok terhadap rotasi dan misi pasokan yang dilakukan oleh Filipina di Ayungin Shoal," kata Kementerian Luar Negeri Filipina yang menggunakan nama Filipina untuk Second Thomas Shoal.
Dikatakan bahwa Kedutaan Besar Filipina di Beijing juga mengajukan protes serupa kepada Kementerian Luar Negeri Tiongkok.
"Dalam demarkasi ini, Filipina menekankan, antara lain, bahwa Tiongkok tidak berhak berada di Ayungin Shoal," kata Kementerian Luar Negeri Filipina. "Filipina menuntut agar kapal-kapal Tiongkok segera meninggalkan wilayah perairan Ayungin Shoal dan zona ekonomi eksklusif Filipina," imbuh kementerian itu.
Insiden pada Sabtu lalu terjadi di lokasi yang sama di mana kapal-kapal Tiongkok melepaskan meriam air dan bertabrakan dengan kapal-kapal Filipina dalam konflik serupa dalam beberapa bulan terakhir.
Mendinginnya Hubungan
Tiongkok mengklaim hampir seluruh LTS, mengabaikan klaim saingan dari negara-negara lain termasuk Filipina dan keputusan internasional bahwa pernyataan mereka tidak memiliki dasar hukum. Amerika Serikat (AS) yang memiliki perjanjian pertahanan bersama dengan Manila, mengecam serangan tersebut.
Hal ini terjadi beberapa hari setelah Menteri Luar Negeri AS, Antony Blinken, yang berkunjung mengatakan AS akan memegang teguh komitmennya yang kuat untuk membela sekutu lamanya, Filipina, dari serangan bersenjata di LTS.
Hubungan antara Manila dan Beijing telah mendingin di bawah kepemimpinan Presiden Ferdinand Marcos Jr ketika ia berupaya memperdalam kerja sama dengan AS dan negara-negara tetangganya, sambil melawan agresi Tiongkok terhadap kapal-kapal Filipina.
Para pejabat Tiongkok dan Filipina pada bulan Januari sepakat mengenai perlunya dialog yang lebih erat untuk menangani keadaan darurat maritim di LTS, termasuk di Second Thomas Shoal.
Namun Manila mengatakan pada Senin bahwa tindakan agresif Tiongkok mengakibatkan patut dipertanyakannya ketulusan mereka dalam menurunkan ketegangan dan mendorong perdamaian dan stabilitas di LTS. AFP/And
Redaktur: andes
Penulis: AFP
Berita Terkait:
-
Antisipasi Joki Jalur Alternatif Puncak
-
AS dan Filipina Gelar Latihan Pencegatan Wahana Nirawak
-
Diskotek Marcopolo Dirobohkan! Markas Ormas GRIB Jaya Sumut Diduga Sarang Narkoba, Eksekusi Bertepatan Usai Ketua Ditahan
-
Bentrok Lagi, Kapal Tiongkok Semprot Meriam Air ke Perahu Nelayan Filipina di LTS
-
Tiongkok Protes Pernyataan Bersama Presiden Trump dan PM Ishiba Soal LTS
-
Tua-tua Keladi! Aktor Senior Chow Yun Fat Selesaikan Maraton Hong Kong dengan Iringan Lagu Tema “God Of Gamblers”
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.