Terjadi Guncangan Dua Kali, BMKG Masih Berupaya Menganalisa Gempa di Kapuas Hulu Kalbar
Rabu, 20 Mar 2024, 06:52 WIBKapuas Hulu - Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Pangsuma Kapuas Hulu Ridwan Nugraha mengatakan pihaknya masih berupaya untuk melakukan analisa terhadap gempa yang mengguncang Desa Jelemuk dan Nanga Manday Kecamatan Bika, wilayah Kabupaten Kapuas Hulu Provinsi Kalimantan Barat.
"Guncangan yang terjadi itu gempa bersifat lokal, untuk mengetahui kekuatan guncangan tersebut kami masih berupaya mendekatkan titik-titik sensor gempa," kata Ridwan Nugraha, kepada ANTARA, di Putussibau Kapuas Hulu, Rabu dini hari.
Dari laporan informasi yang diterima BMKG guncangan terjadi sebanyak tiga kali, yang pertama terjadi sekitar pukul 02.00 WIB, kemudian yang kedua sekitar pukul 20.00 WIB selanjutnya terjadi lagi sekitar pukul 21.00 WIB, Selasa (19/03).
Menurut Ridwan, berdasarkan informasi yang didapatkan dari Stageof Balikpapan, Katingan Kalimantan Tengah dan Pgr 7 Jogja sebagai penanggung jawab wilayah Kalimantan Barat, untuk guncangan yang terjadi itu gempa yang bersifat lokal dan belum bisa dianalisa karena kurangnya titik-titik sensor gempa dan untuk menganalisa membutuhkan titik-titik sensor yang berdekatan.
"Jadi, kami belum bisa mengetahui kekuatan guncangan akibat gempa tersebut, namun kami masih terus berupaya berkoordinasi agar secepatnya bisa dilakukan analisa," kata Ridwan.
Ia juga mengatakan gempa itu disebabkan terjadinya pergeseran lempeng, sehingga kepala masyarakat diminta untuk selalu siaga untuk mengantisipasi gempa susulan.
"Kami juga sudah sampai kepada BPBD Kapuas Hulu serta sejumlah pihak terkait seperti kepolisian yang bertugas di Polsek Bika agar dapat menyampaikan imbauan kepada masyarakat secara berjenjang," ucapnya.
Meskipun demikian, Ridwan meminta masyarakat untuk tidak panik, akan tetapi selalu meningkatkan kesiapsiagaan.
"Dari informasi pihak kepolisian yang kami terima tadi, guncangan gempa cukup kuat sampai menggetarkan kaca rumah, jika dibilang berbahaya memang cukup berbahaya, apalagi jika menyebabkan bangunan rumah roboh, jadi kami minta warga tetap siaga," pesan Ridwan.
Redaktur: Marcellus Widiarto
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Rashford Bersinar di Sesi Latihan, Peluang Bangkit di Manchester United Kembali Terbuka
-
Polisi Kantongi Identitas Pelaku Teror Bom di SDN Srengseng Sawah 15
-
Sembunyikan 2,1 Kg Ganja di Dalam Guci Air, DPO Narkoba Ini Tak Berkutik Digerebek Polisi!
-
IQAir: Kualitas Udara Jakarta Masuk 10 Besar Terburuk di Dunia Pagi Ini
-
Satpol PP Bawa Pemuda Minta Uang Bermodus Habis Bensin ke Panti Sosial
-
Terkuak Skandal Kebocoran dalam Soal Ujian Beberapa Waktu Lalu, Akhirnya Mendiknas Mundur Mendadak
-
Kemenkes Kirim Logistik Kesehatan Respons Kebakaran TPA Jatiwaringin
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.