Founder LSPR Bicara Pendidikan di Forum Perempuan Dunia PBB

Rabu, 20 Mar 2024, 14:30 WIB

JAKARTA - CEO and Founder London School Public Relations of Institute of Communication and Business, Prita Kemal Giani, menjadi pembicara di forum perempuan PBB. Dia menyampaikan perjuangan dan keberhasilan memperjuangkan pendidikan berkualitas bagi perempuan dan anak di Indonesia.

"Ketimpangan yang ada di Indonesia dalam sektor pendidikan ini tidak hanya menghambat pertumbuhan pribadi dan potensi individu, tetapi juga terus berlanjutnya kemiskinan sistemik," ujar Prita, dalam acara UN Commission Status of Woman-CSW sebagai perayaan International Woman Day, di New York, Selasa (19/3).

Ket. Foto: CEO and Founder London School Public Relations of Institute of Communication and Business, Prita Kemal Giani, dalam acara UN Commission Status of Woman-CSW sebagai perayaan International Woman Day, di New York, (19/3). — Sumber: istimewa

Dia memekankan, komposisi penduduk Indonesia, memperlihatkan bahwa posisi perempuan sangatlah strategis bahkan menentukan. Jumlah penduduk perempuan sebanyak 51 persen dan anak-anak 39 persen dari total populasi nasional yang mencapai 279 juta penduduk.

"Berangkat dari fakta itu, diperlukan peran pendidikan yang tepat dan merata untuk mengatasi ketimpangan yang ada," jelasnya.

Prita mengajak para peserta forum UN-CSW yang ke-68 itu untuk ikut memperluas layanan pendidikan yang berkualitas dan mengatasi kemiskinan melalui pendekatan pendidikan yang inovatif. Menurutnya, kolaborasi tersebut penting untuk mewujudkan kesetaraan pendidikan untuk anak dan perempuan dalam mengentaskan kemiskinan.

Dia memastikan, LSPR berkomitmen dalam menyelenggarakan pendidikan berkualitas dan menjembatani ketimpangan pendidikan serta kesenjangan sosial dan ekonomi Indonesia. Ada tiga aksi nyata LSPR dalam memberdayakan perempuan dan anak untuk melawan kemiskinan melalui pendidikan.

"Tiga cara tersebut yaitu program beasiswa, kegiatan pelatihan Keterampilan untuk UMKM, dan mengimplementasikan Kampus Sustainable dan Inklusi," katanya.

Ketua Umum Kongres Wanita Indonesia (KOWANI), Giwo Rubianto Wiyogo mengatakan, kehadiran Indonesia dalam forum PBB merupakan hal yang istimewa. Hal tersebut merupakan bentuk kepercayaam dari PBB untuk Indonesia berbagi pengalaman kepada dunia.

"Acara ini akan menjadi platform untuk menampilkan inisiatif dan pencapaian Indonesia dalam meningkatkan kewirausahaan, pendidikan, kesehatan, perubahan iklim, dan pembiayaan," ucapnya.

Redaktur: Sriyono

Penulis: Muhamad Ma'rup

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.