Berita Duka, Dua Anak di Ponorogo Meninggal akibat DBD
Senin, 18 Mar 2024, 00:09 WIBPonorogo - Wabah demam berdarah dengue (DBD) menjangkit di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur sejak dua bulan terakhir dan menyebabkan dua penderita yang masih anak-anak, meninggal.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ponorogo Dyah Ayu Puspitaningarti, Minggu, mengatakan kasus kematian akibat DBD dilaporkan terjadi pada 12 Maret, karena kondisi pasien yang sudah buruk saat dibawa ke rumah sakit.
"Dari laporan yang kami terima, kedua pasien masuk rumah sakit sudah dalam keadaan kurang baik atau masuk kategoridengue shock syndrome(DSS)," katanya.
Jumlah kasus DBD yang tercatat di Dinkes sejauh ini ada 13 kasus.
Namun jumlah sebenarnya diperkirakan lebih banyak, karena perbedaan metode penetapan kasus DBD antara Dinkes dan rumah sakit.
"Untuk kronologinya masuk ke RS sudah dalam keadaan kurang baik. Kami tidak menyalakan siapapun ini tetapi harus menjadi kewaspadaan kita semua. Kita saling mengingatkan. Kebersihan semua menjadi tanggung jawab semua," katanya.
Selain dua anak yang meninggal dunia tersebut, Dinkes Ponorogo juga sedang melakukan pelacakan terhadap satu orang anak yang juga diketahui meninggal dunia.
Namun, Kadinkes belum berani menyebutkan apakah disebabkan oleh demam berdarah atau faktor lain.
"Yang dilaporkan dan valid hanya dua orang, yang satu masih dilakukan pelacakan. Semoga tidak ada kasus atau penambahan lagi," katanya.
Redaktur: Marcellus Widiarto
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
BRIN Kembangkan Riset Monitoring Real Time Cegah Kecelakaan Kereta
-
Anya Geraldine Mengaku Alami Hal Tak Biasa di dalam Pesawat saat Vidi Aldiano Meninggal
-
BRIN: Pencemaran Sungai Cisadane Berisiko Timbulkan Efek Kesehatan Kronis, Masyarakat Dilarang Konsumsi Air dan Ikannya
-
Pemkot Bogor Siapkan WFH untuk Efisiensi Energi
-
Kesadaran Warga untuk Hidup Sehat Makin Tinggi
-
UMKM Terbantu Bazar Lebaran Betawi
-
AS Persiapkan Pangkalan Garis Depan Khusus untuk F-35 di Pasifik
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.