Pemkot Serang Berharap Kawasan Penunjang Wisata Dimanfaatkan Sebaik Mungkin

Minggu, 17 Mar 2024, 14:20 WIB

Pemerintah Kota (Pemkot) Serang melalui Administrasi Pembangunan Sekretaris Daerah (Setda) Kota Serang menggelar acara Rapat Koordinasi Percepatan Pengelolaan dan Penertiban Kawasan Banten Lama. Kegiatan itu digelar di ruang Aula Rapat Setda, pada Rabu (13/3).

Penjabat (Pj) Wali Kota Serang Yedi Rahmat mengatakan, terkait dengan keberadaan Kawasan Penunjang Wisata (KPW) terlihat terbengkalai karena banyak ditumbuhi oleh alang-alang. Ia berharap, keberadaan KPW bisa diperbaiki kembali, sehingga bisa dimanfaatkan sebaik mungkin ke depannya.

Ket. Foto: — Sumber: Dok. Pemkot Serang

"Saya melihat di situ setelah menemani Pj Gubernur Banten dan perwakilan dari Kementerian Lingkungan Hidup, setelah selesai bersama camat melihat sekitar masjid dan taman, ini bangunan didirikan oleh alang-alang atau pasar terbengkalai," kata Yedi Rahmat, dikutip dari laman Instagram Pemkot Serang, Rabu (13/3).

"Dengan dilaksanakannya rapat koordinasi ini, ke depan terkait dengan KPW dapat dimaksimalkan dan bisa dimanfaatkan sebaik mungkin," tambahnya.

Sementara itu, Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Kota Serang (Asda) Yudi Suryadi yang membuka rapat koordinasi percepatan pengelolaan dan penertiban kawasan Banten Lama menjelaskan, sampai hari ini rencana pemindahan pedagang dari zona inti ke Kawasan Penunjang Wisata (KPW), masih terkendala dengan jumlah pedagang yang tidak sesuai dengan data awal.

Kemudian, kata Yudi Suryadi, keberadaan atau Kondisi KPW sendiri yang masih menyimpan permasalahan di antaranya adalah dari tempat akses masuk kendaraan.

"Dari jumlah pedagang yang berlipat ganda ini yang menjadi permasalahan sehingga jumlah awal berlebihan dengan data sekarang. Sehingga para pedagang tidak bisa pindah," ucapnya.

"Dan untuk kawasan Banten Lama yang di dalamnya (KPW), sudah ada kesepakatan bersama dengan Kabupaten Serang tentang pembagian wilayah, baik dari zona inti dan yang lainnya," lanjutnya.

Yudi berharap, dengan diadakannya rapat koordinasi ini, bisa menghasilkan formula untuk dijadikan langkah kedepan untuk bisa memaksimalkan KPW kedepannya.

"Mudah-mudahan ke depan bisa menghasilkan solusi yang baik. Sehingga KPW bisa dimanfaatkan semaksimal mungkin," tuturnya.

Terkait hal tersebut, Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengan, Perindustrian dan Perdagangan (DinkopUKMperindag) Wahyu Nurjamil menyamaikan, pada tahun 2022 bulan Desember sampai Februari 2023, telah berupaya menghidupkan pasar Kawasan Penunjang Wisata (KPW) di wilayah Banten Lama. Menurut dia, itu semuanya dibuktikan dengan dibuatnya surat kesepakatan dengan para pedagang dan Pemkot Serang. Wahyu menambahkan, kondisi dan keberadaan pasar Kawasan Penunjang Wisata (KPW) yang ada di Banten secara desain terdapat kekeliruan atau bisa dibilang salah.

"Karena kondisi Pasar KPW itu salah desain, yang mana keberadaannya berada di pinggir jalan namun pintu masuknya tidak menghadap ke depan jalan. Langkah yang mungkin bisa ditempuh oleh kami adalah pertama membongkar pagar yang ada di pasar Kawasan Penunjang Wisata (KPW), kedua membuka jalan akses tengah, yang nantinya ada bangunan terbongkar ruko, dan ketiga keberadaan mobil konsumen jangan masuk ke dalam," Imbuhnya.

Lebih lanjut, Wahyu menjelaskan, akan menyelesaikan pasar yang mudah terlebih dahulu untuk dilakukan revitalisasi.

"Setelah itu yang akan dikerjakan Pasar Kepandaian dan Pasar Kalodran ke depan nya. Dan masih ada banyak lagi pasar KPW, yang ada di Kota Serang seperti Margaluyu dan pasar rau," jelasnya

Ia juga mengatakan, setelah melaksanakan rapat koordinasi ini, perlu adanya pendataan ulang, dan sekaligus uji publik terkait dengan pendanaan dan lain-lainnya terkait dengan Kawasan Penunjang Wisata (KPW).

"Karena kalau dinominalkan total revitalisasi plus memanfaatkan KPW itu bisa mencapai 7 miliar ada kemungkinan melakukan upaya meminta DAK ke Kemendag, atau harus fokus pendanaan di situ," jelas Wahyu.

"Dan setelah selesai rapat koordinasi ini, saya memberikan saran untuk melakukan uji publik setelah lebaran, dengan para pedagang dengan kesepakatan tahun lalu. Sehingga nantinya bisa menghasilkan sesuatu yang baik dan bermanfaat," pungkasnya.

Redaktur: Fiter Bagus

Penulis: Rivaldi Dani Rahmadi

Berita Terbaru

TPOS Gedebage Ditargetkan Rampung 2027, Bandung Siapkan Teknologi Baru Olah 300 Ton Sampah per Hari

Desainer Masa Depan Wajib Kuasai AI hingga Bisnis, Kampus Diminta Jadi Ruang Eksperimen Kreatif

Bapemperda DKI Minta Naskah Akademik 16 Ranperda Prioritas 2027 Disiapkan Sejak Awal

Kemenhut Kerahkan 1.000 Polisi Hutan untuk Padamkan Karhutla di Kalimantan

67 Ribu Ton Beras Digerakkan ke NTT! BULOG Kirim Bantuan dari 4 Provinsi untuk Korban Bencana

Kurangi Kesenjangan, DPRD Jabar: Pembangunan di Jabar Harus Merata baik Perkotaan dan Pedesaan

Manggala Agni Sumatra Berjibaku Padamkan Karhutla di 17 Desa

Polda Banten Ungkap Sindikat Curanmor Spesialis Pick-up di 14 Lokasi

Tetap Tunjukkan Dedikasi dan Keberanian, Perwira polisi Terluka Kena Pecahan Kaca saat Gerebek Gudang Uang Palsu di Tangsel

93.782 Ton Beras Siaga! BULOG Antisipasi Bencana NTT Hingga 10x Masa Darurat

Gubernur Bali Minta Peradi Siapkan Pendampingan Hukum Perkuat Desa Adat

Wagub Rano Buka Jakarta Beat Society 2026: Komitmen Perluas Ruang Kreatif Musisi Lokal

Pemkab Lebak Bantu Pasarkan Produk UMKM Lewat Bazar

Dukung Penanganan Karhutla, Kemenhub Fasilitasi Penggunaan Pesawat Registrasi Asing

Kemenag Targetkan Keterlibatan 1.781.945 Peserta dalam Gema Selawat Sambut Maulid Nabi

Coba Lerai Perkelahian, Dua Polisi Dikeroyok Masa saat Karnaval di Blora

Gubernur Pramono Sebut Keluarga Kuat dan Masyarakat Peduli Jadi Kunci Kerukunan Jakarta

Dua Anggota Polisi Jadi Korban Pengeroyokan saat Karnaval HUT RI di Blora

BNPB Perkuat OMC-Armada Pemadaman Karhutla di Kalimantan

Panen Durian dan Manggis di Lebak Serap Ribuan Tenaga Kerja

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.