TikTok Serukan Pengguna AS Panggil Senator Terkait Larangan TikTok

Sabtu, 16 Mar 2024, 10:28 WIB

WASHINGTON - TikTok menampilkan pemberitahuan kepada pengguna AS pada Jumat (15/3), mendesak mereka untuk menghubungi senator dan meminta untuk memilih tidak pada rancangan undang-undang yang akan melarang TikTook jika tidak didivestasi dari perusahaan teknologi Tiongkok ByteDance .

"Beri tahu Senator Anda betapa pentingnya TikTok bagi Anda. Minta mereka untuk memilih tidak terhadap larangan TikTok," bunyi pemberitahuan itu, yang memungkinkan pengguna memasukkan kode pos mereka untuk menemukan nomor telepon senator mereka.

Ket. Foto: Para kreator konten berkumpul sebelum konferensi pers untuk menyuarakan penolakan mereka terhadap Undang-Undang Aplikasi yang Dikendalikan oleh Musuh Asing yang Melindungi Amerika, sambil menunggu undang-undang penindakan keras terhadap TikTok di DPR AS di Gedung Capitol. — Sumber: CNA/Reuters

"Sekarang, jika Senat memberikan suara, masa depan kreativitas dan komunitas yang Anda cintai di TikTok bisa ditutup," bunyi pemberitahuan tersebut.

Pada hari Rabu, DPR AS dengan suara mayoritas menyetujui pengesahan RUU yang memberi waktu pada ByteDance sekitar enam bulan untuk menjual aset aplikasinya di AS, atau dilarang. Gedung Putih mengatakan Senat harus mengambil "tindakan cepat", dan Presiden Joe Biden mengatakan akan menandatangani RUU tersebut.

"Kami akan terus memberi informasi kepada komunitas kami tentang bagaimana RUU pelarangan ini akan berdampak pada mereka dan apa yang dapat mereka lakukan agar suara mereka didengar," kata juru bicara TikTok. Peringatan tersebut hanya diberikan kepada pengguna yang sudah cukup umur untuk memilih, tambahnya.

Peringatan tersebut ditampilkan saat orang-orang membuka aplikasi, dan muncul saat pengguna menelusuri "larangan TikTok".

TikTok mengirimkan peringatan serupa kepada pengguna menjelang pemungutan suara di DPR, memperingatkan bahwa "pemerintah akan menghapus komunitas yang Anda dan jutaan orang Amerika lainnya sukai".

Anggota parlemen mengeluh kantor mereka dibanjiri panggilan dari pengguna TikTok yang menentang undang-undang tersebut.

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: CNA

Berita Terbaru

Kabar Baik! Rupiah Menguat ke Rp17.690 per Dolar AS

BNPB Evakuasi Lansia Korban Gempa Pulau Palue ke RSUD Maumere, Begini Kondisinya

Mau Bayar Pajak Kendaraan Bermotor? Ini 14 Lokasi Samsat Keliling Jadetabek Senin

Jumlah rumah rusak akibat gempa di NTT

Cabai Rawit Makin Pedas! Harga Capai Rp69.950/Kg dan Telur Ayam Rp29.250

Mengkhawatirkan! Burung Ekek Keling Sunda Terancam Punah, Populasinya Kian Menurun

Perusahaan Milik Kampus UGM Go Public! Target IPO Capai Rp45 Miliar

Tinjau Karhutla Kalsel, Menhut Raja Antoni: Api Sudah Tak Terlihat, tapi Gambut Masih Berasap.

Dalang Karhutla Diburu! Komisi III DPR Apresiasi Langkah Tegas Polri

Coco Gauff Juara Cincinnati Open untuk Kedua Kalinya, Masuk Klub Elite WTA

Gratis dan Siaga 24 Jam! Pertamina Buka Posko Medis bagi Warga Manggarai NTT

Formula 1: Norris Menangi GP Belanda, Verstappen Kecelakaan di Depan Pendukung Sendiri

TNI AU Gerak Cepat! 6 Pesawat Bawa Bantuan Kemanusiaan ke NTT dan Kalimantan

Liga Inggris: Manchester City Menang Dramatis di Awal Era Maresca, Liverpool Selamat dari Kekalahan

Terungkap! Kebakaran Rumah di Tebet Diduga Dipicu Mesin Fotokopi

Serie A: Amorim Buka Era Baru dengan Kemenangan, Milan Tundukkan Torino; Juventus Menang Tipis atas Frosinone

Karhutla Meluas, Gubernur Kalsel Desak Masyarakat Lindungi Diri dari Paparan Asap

La Liga: Barcelona Pesta Gol di Kandang Elche, Atletico Madrid Selamat dari Kekalahan

Kementerian Kebudayaan akan revitalisasi situs budaya di Malut

Mengerikan Tragedi Kebakaran Rumah di Tebet, 4 Orang Tewas

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.