Sektor Pertambangan Harus Gunakan Teknologi Ramah Lingkungan

Jumat, 15 Mar 2024, 08:57 WIB

JAKARTA - Kontribusi sektor pertambangan terhadap perekonomian nasional sangatlah besar, namun ke depannya sumbangsih itu harus disertai dengan praktik pertambangan yang ramah lingkungan. Penggunaan teknologi rendah emisi menjadi satu-satunya jalan menerapkan praktik pertambangan yang berkelanjutan.

Demikian intisari dari seminar "Energy for Prosperity; The Economic Growth Impact of Coal Mining" yang digelar E2S di Hotel Aryaduta Jakarta, Kamis (14/3). Acara tersebut menghadirkan Prof. Dr. Ir. Irwandy Arif, Staf Khusus Menteri ESDM Bidang Percepatan Pengolahan Mineral dan Batu Bara, Dr. Komaidi Notonegoro, Ekonom dan Direktur Eksekutif ReforMiner Institute, serta Rachmat Makkasau, Ketua Indonesia Mining Association (IMA)

Ket. Foto: Diskusi “Energy for Prosperity; The Economic Growth Impact of Coal Mining” yang digelar E2S di Hotel Aryaduta Jakarta, Kamis (14/3). Acara tersebut menghadirkan, Prof. Dr. Ir. Irwandy Arif, Staf Khusus Menteri ESDM Bidang Percepatan Pengolahan Mineral dan Batu Bara, Dr. Komaidi Notonegoro, Ekonom dan Direktur Eksekutif ReforMiner Institute serta Rachmat Makkasau, Ketua Indonesia Mining Association (IMA) — Sumber: istimewa

Staf Khusus Menteri ESDM Bidang Percepatan Pengolahan Mineral dan Batu Bara Prof. Irwandy Arif menjelaskan, sektor pertambangan memegang peranan penting terhadap perekonomian nasional. "Tahun 2022, kontribusinya terhadap nilai produk domestik bruto (PDB) Indonesia sebesar 6,12 persen,"ucapnya.

Disebutkannya, tahun 2023, realisasi investasi sektor mineral dan batubara (minerba) sebesar 7,46 milliar dollar AS meningkat dari tahun sebelumnya yang masih di angka 5,69 milliar dollar AS.

Kemudian, PNBP (penerimaan negara bukan pajak) pada tahun 2023 mencapai Rp173 triliun. Realisasi ini mencapai 118,41 persen dari target senilai Rp146,07 trilliun.

Tak hanya itu, kontribusi dalam penyerapan tenaga kerja juga tak bisa disepelekan sebab, jumlah tenaga kerja Indonesia yang bekerja di sektor pertambangan mencapai 308.107 pekerja. "Agar semakin besar kontribusinya makanya perlunya meningkatkan nilai tambah untuk gasifikasi dan liquifaksi, begitu juga penggunaan teknologi untuk menciptakan clean coal," tegasnya.

Tantangan pertambangan khususnya batu bara, kata dia, adalah bagaimana mengurangi emisi CO2. Intinya menjaga lingkungan dengan strategi optimasi penggunaan batu bara dan mencegah emisi CO2 maka munculah konsep carbon pricing trading, reklamasi, dan sebagainya.

"Sektor pertambangan harus menerapkan Clean Coal Techology. Sudah ada 13 PLTU menerapkan teknologi USC (ultra super critical) dan IGCC (Integrated Gasification Combined Cycle). Ini hal positif karena teknologinya mahal sekali," kata Irwandy.

Ketua Umum IMA Rachmat Makkasau mengatakan, Indonesia dianugerahi cadangan dan sumber daya alam melimpah. Untuk itu kita harus mencari cara 'Clean Coal Process', sambil tetap menerapkan EBT (energi baru dan terbarukan).

Rachmat mengatakan, berbagai cara sudah dilakukan industri pertambangan untuk mengurangi emisi. "Industri mulai pasang CCUS (Carbon Capture, Utilization, and Storage), penangkapan sulfur, NOX dan lain lain," ucapnya.

Adapun CCUS merupakan teknologi inovatif yang dapat menangkap emisi karbon dioksida (CO2) dari proses industri dan pembangkit listrik, sehingga tidak terlepas ke atmosfer.

Direktur Eksekutif Reforminer Institute, Komaidi Notonegoro menyampaikan, sektor pertambangan memiliki keterkaitan dengan 76 sektor pendukung dari sekitar 186 sektor pendukung di Indonesia.

Hanya saja, kata dia, satu satunya masalah sektor pertambangan kata dia ialah emisi. "Maka perlunya teknologi untuk mengurangi emisi sektor pertambangan," pungkas Komaidi.

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini

Berita Terbaru

Status Siaga Kekeringan Meteorologis untuk Seluruh Wilayah Jateng

Rumah Adat Wisata Sade Terbakar, Pemkab Lombok Tengah Fokus pada Pemulihan Korban

Cincinnati Open, Area Sial bagi Swiatek Dikalahkan Pegula

Prawirotaman Adakan Festival Guna Menunjang Kunjungan Wisata

Warga Semarang yang Akan Menikah, Lihat Pameran 50 Vendor Wedding

Jatim Hari Ini Cerah-Berawan, Gelombang hingga 3,7 Meter Mengintai Perairan Selatan

Gubernur Emanuel Melkiades Bawa Bantuan ke Tiga Titik Terdampak Gempa M7,7 di Riung

Real Madrid di Bawah Pelatih Mourinho Kalahkan Espanyol 2-1

Putus Akibat Gempa, Akses Jembatan Wae Dampek di Manggarai Timur Pulih

Kapal Kargo Muatan Bijih Besi Tujuan Singapura Tenggelam di Lepas Pantai India, Dua ABK Selamat

Kucuran Beras Capai 1,65 Juta Ton, Pemerintah Optimistis Rem Harga Beras di Puncak El Nino

BPBD Cilacap Tingkatkan Kesiapsiagaan Hadapi Ancaman Kekeringan Meteorologis

Menlu Tiongkok Wang Yi Temui Ketua DEN RI Luhut Panjaitan Bahas Investasi di Indonesia

Ratusan Rumah Adat Sade Ludes Terbakar, Pemkab Lombok Tengah Fokus Pulihkan Korban

Korea Utara Tuding Rencana Perluasan Anggaran Pertahanan Jepang Sebagai 'Persiapan Perang'

Brentford Kalahkan Tottenham Hotspur dengan Skor Telak 3-0

Pemprov NTT Percepat Perbaikan Infrastruktur Terdampak Gempa M7,7

Pemerintah Kota Batam Siapkan Subpenyalur BBM Nelayan di Pulau Rempang

Permudah Akses BBM Subsidi, Pemkot Batam Siap Bangun SPBU untuk Nelayan di Pulau Rempang

Harga Daging Ayam Ras di Dua Kabupaten di Riau di Atas Rp40.000/Kg

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.