Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Habitat Buaya di Babel Makin Terancam

📅 Jumat, 15 Mar 2024, 12:07 WIB | Oleh: Tim Penulis
Habitat Buaya di Babel Makin Terancam Doc: ANTARA/Finlan A Aldan
Ket. Ilustrasi, Penangkaran buaya di Kampung Reklamasi PT Timah Tbk.

PANGKALPINANG - Pusat Penyelamatan Satwa (PPS) Alobi menyatakan habitat buaya di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung semakin terancam, sebagai dampak kerusakan lingkungan di hulu dan hilir sungai serta hutan bakau akibat penambangan bijih timah ilegal.

"Saat ini sungai-sungai mengalami pendangkalan dan hutan mangrove semakin rusak, sehingga buaya semakin terdesak," kata Ketua PPS Alobi Langka Sani di Pangkalpinang, Jumat (15/3).

Ia mengatakan saat ini sungai-sungai yang dulunya berkedalaman lima meter sekarang hanya lima centimeter saja, sehingga satwa ini semakin sulit mencari makan untuk bertahan hidup.

"Saat ini banyak buaya masuk ke pemukiman dan menyerang masyarakat yang beraktivitas di sungai, kolong bekas penambangan timah dan saluran air masyarakat," katanya.

Ia menyebutkan dalam dua bulan terakhir ini telah terjadi beberapa konflik antara buaya dan manusia, di antaranya serangan buaya terhadap nelayan yang menangkap ikan di Sungai Payung, dua hari kemudian terjadi serangan buaya terhadap anak perempuan di Sungai Selan.

Selain itu, juga terjadi serangan buaya di Pantai Toboali dan di Sungai Bangka Selatan. Seminggu kemudian juga ada siswa SMP meninggal dunia diserang buaya di Sungai Menduk.

"Kasus serangan buaya yang tragis terjadi di Sungai Selan, di mana ayah korban melihat secara langsung anaknya diserang dan dibawa ke dalam sungai oleh buaya," katanya.

Menurut dia, dalam menekan konflik buaya dan manusia ini harus ada sinergi dan kolaborasi semua pihak untuk menyelamatkan habitat buaya dari kerusakan akibat penambangan bijih timah ilegal.

"Saya sangat prihatin dan tidak habis pikir terhadap sikap warga. Mereka sudah tahu serangan buaya ini karena kerusakan lingkungan, namun warga masih tetap melakukan penambangan di sungai dan hutan-hutan lindung di daerah ini," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
DLH Cirebon Kerahkan 9 Truk...

Tim Piala Dunia, Maroko Dapat Menjadi Kuda Hitam

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Tim Piala Dunia, Maroko Dap...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.