Menlu Filipina Desak Tiongkok: 'Berhenti Melecehkan Kami'

Senin, 04 Mar 2024, 09:41 WIB

MELBOURNE - Menteri Luar Negeri Filipina Enrique Manalo mengatakan kepada AFP pada hari Senin (3/3), negaranya ingin menyelesaikan sengketa maritim dengan Tiongkok secara damai. Ia menyampaikan pesan sederhana kepada Beijing: "berhenti melecehkan kami".

Berbicara di sela-sela KTT ASEAN-Australia di Melbourne, Manalo membela kebijakan pemerintahnya yang mempublikasikan manuver Tiongkok di wilayah maritim yang diperebutkan - termasuk lewatnya kapal perang baru-baru ini di dekat Scarborough Shoal.

Ket. Foto: Foto dari penjaga pantai Filipina menunjukkan sebuah kapal Tiongkok memotong jalur perahunya — Sumber: AFP/Phillipines Coast Guard/Ted Aljibe

"Ini hanya mencoba memberi tahu masyarakat tentang apa yang terjadi," kata Manalo."Dan beberapa negara atau satu negara setidaknya mengalami kesulitan dalam hal ini."

"Tetapi penjelasan sederhana kami adalah jika Anda berhenti melecehkan kami dan, mungkin melakukan tindakan lain, tidak akan ada berita apa pun untuk dilaporkan."

Tiongkok mengklaim hampir seluruh Laut Tiongkok Selatan sebagai wilayahnya, mengabaikan klaim sejumlah negara Asia Tenggara.

Scarborough Shoal - rangkaian terumbu dan bebatuan berbentuk segitiga di Laut Tiongkok Selatan yang disengketakan - telah menjadi titik konflik antara kedua negara sejak Tiongkok merebutnya dari Filipina pada tahun 2012.

Pemerintah Filipina telah mencoba menggalang dukungan internasional dan regional untuk tujuan mereka - dengan hasil yang beragam.

"Filipina berkomitmen terhadap penyelesaian perselisihan secara damai melalui cara-cara diplomatik, atau cara-cara damai," kata Manalo, seraya menegaskan "hal ini tidak akan dilakukan dengan mengorbankan kepentingan nasional kita."

"Kami menjangkau mitra-mitra di negara-negara yang berpikiran sama yang memiliki permasalahan dan keprihatinan serupa."

Namun Manalo mengakui setidaknya ada tanda tanya kecil mengenai dukungan dari mitra keamanan terpenting Filipina - Amerika Serikat.

Kedua negara adalah sekutu perjanjian, yang berarti Washington telah secara resmi berjanji untuk membela Manila jika terjadi konflik militer.

Ketika ditanya tentang pemilu November - yang akan mempertemukan petahana Joe Biden melawan tokoh Partai Republik Donald Trump, dia mengatakan itu adalah topik yang sering diperdebatkan secara tertutup.

"Setiap negara di dunia mungkin memikirkan hal itu, tentu saja. Amerika Serikat adalah negara besar dan merupakan sekutu perjanjian Filipina. Jadi jelas, setiap perbedaan atau perubahan dalam kebijakan AS dari kebijakan yang ada kemungkinan besar akan memiliki semacam dampak mempengaruhi."

"Pada tahap ini cukup sulit untuk menilai bagaimana hal itu akan terjadi, atau apa yang akan terjadi," katanya.

"Tapi yang bisa saya katakan adalah kami, tentu saja, memantau dengan cermat musim pemilu di Amerika Serikat, namun saya sudah melakukan pembicaraan dengan banyak rekan saya dari negara lain, dan saya pikir semua orang juga melakukan hal yang sama."

"Jadi tentu saja semua mata akan tertuju pada pemilu tahun ini."

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: AFP

Berita Terbaru

PLN Hadir di Kantor Wali Kota Jakarta Utara, Ada Promo Merdeka Daya Diskon 50 Persen

Ganjil Genap Jakarta Ditiadakan Selasa 25 Agustus 2026, Ini Daftar 25 Ruas Jalan

Beroperasi 26 Agustus 2026, Ini Daftar 5 Stasiun Baru LRT Jakarta Kelapa Gading-Manggarai

TPOS Gedebage Ditargetkan Rampung 2027, Bandung Siapkan Teknologi Baru Olah 300 Ton Sampah per Hari

Desainer Masa Depan Wajib Kuasai AI hingga Bisnis, Kampus Diminta Jadi Ruang Eksperimen Kreatif

Bapemperda DKI Minta Naskah Akademik 16 Ranperda Prioritas 2027 Disiapkan Sejak Awal

Kemenhut Kerahkan 1.000 Polisi Hutan untuk Padamkan Karhutla di Kalimantan

67 Ribu Ton Beras Digerakkan ke NTT! BULOG Kirim Bantuan dari 4 Provinsi untuk Korban Bencana

Kurangi Kesenjangan, DPRD Jabar: Pembangunan di Jabar Harus Merata baik Perkotaan dan Pedesaan

Manggala Agni Sumatra Berjibaku Padamkan Karhutla di 17 Desa

Polda Banten Ungkap Sindikat Curanmor Spesialis Pick-up di 14 Lokasi

Tetap Tunjukkan Dedikasi dan Keberanian, Perwira polisi Terluka Kena Pecahan Kaca saat Gerebek Gudang Uang Palsu di Tangsel

93.782 Ton Beras Siaga! BULOG Antisipasi Bencana NTT Hingga 10x Masa Darurat

Gubernur Bali Minta Peradi Siapkan Pendampingan Hukum Perkuat Desa Adat

Wagub Rano Buka Jakarta Beat Society 2026: Komitmen Perluas Ruang Kreatif Musisi Lokal

Pemkab Lebak Bantu Pasarkan Produk UMKM Lewat Bazar

Dukung Penanganan Karhutla, Kemenhub Fasilitasi Penggunaan Pesawat Registrasi Asing

Kemenag Targetkan Keterlibatan 1.781.945 Peserta dalam Gema Selawat Sambut Maulid Nabi

Coba Lerai Perkelahian, Dua Polisi Dikeroyok Masa saat Karnaval di Blora

Gubernur Pramono Sebut Keluarga Kuat dan Masyarakat Peduli Jadi Kunci Kerukunan Jakarta

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.