FDA Peringatkan Potensi Bahaya Smartwatch dan Smartring Pemantau Glukosa

Sabtu, 24 Feb 2024, 14:20 WIB

JAKARTA - Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) pada Rabu (21/2) memperingatkan, jam tangan dan cincin pintar yang diklaim dapat mengukur gula darah tanpa jarum suntik bisa berbahaya dan harus dihindari.

Associated Press melaporkan, peringatan FDA ini berlaku untuk jam tangan atau cincin apa pun, merek apa pun, yang mengklaim dapat mengukur kadar glukosa darah dengan cara non-invasif, kata FDA. Badan ini mengatakan pihaknya belum mengizinkan perangkat semacam itu.

Ket. Foto: Tulisan Badan Pengawas Obat dan Makanan (FDA) AS di luar kantor mereka di Silver Spring, 10 Desember 2020. — Sumber: AP/Manuel Balce Ceneta

Pengumuman itu tidak berlaku untuk aplikasi jam tangan pintar yang terhubung dengan sensor, seperti sistem pemantauan glukosa berkelanjutan yang mengukur gula darah secara langsung.

Sekitar 37 juta orang Amerika menderita diabetes. Orang dengan penyakit ini tidak dapat mengatur gula darahnya secara efektif karena tubuh mereka tidak menghasilkan cukup hormon insulin atau menjadi resisten terhadap insulin.

Untuk mengatasi kondisi tersebut, mereka harus rutin memeriksa kadar gula darahnya dengan tes darah tusuk jari atau dengan sensor yang menempatkan jarum tepat di bawah kulit untuk memantau kadar glukosa secara terus menerus.

Menggunakan jam tangan pintar dan perangkat cincin pintar yang tidak disetujui dapat mengakibatkan pengukuran gula darah tidak akurat, dengan konsekuensi yang "berpotensi menghancurkan", kata Dr. Robert Gabbay, dari American Diabetes Association. Hal ini dapat menyebabkan pasien meminum obat dengan dosis yang salah, sehingga menyebabkan kadar gula darah yang berbahaya dan mungkin kebingungan mental, koma, atau bahkan kematian.

Beberapa perusahaan sedang mengerjakan perangkat non-invasif untuk mengukur gula darah, namun belum ada yang menciptakan produk yang akurat dan cukup aman yang mendapat persetujuan FDA, kata Dr. David Klonoff, yang telah meneliti teknologi diabetes selama 25 tahun.

Teknologi yang memungkinkan jam tangan pintar dan cincin pintar mengukur metrik seperti detak jantung dan oksigen darah tidak cukup akurat untuk mengukur gula darah, kata Klonoff, dari Sutter Health Mills-Peninsula Medical Center di San Mateo, California. Upaya mengukur gula darah dalam cairan tubuh seperti air mata, keringat, dan air liur juga belum siap dilakukan.

"Ini menantang, dan saya yakin suatu saat setidaknya akan ada satu ilmuwan atau insinyur yang bisa menyelesaikannya," kata Klonoff.

Sementara itu, konsumen yang ingin mengukur gula darahnya secara akurat dapat membeli alat pemantau glukosa darah yang disetujui FDA di apotek mana pun.

"Itu tergantung pada risiko.Kalau FDA menyetujuinya, risikonya sangat kecil," ujarnya."Jika Anda menggunakan produk yang tidak disetujui oleh FDA, seringkali risikonya sangat besar."

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: Lili Lestari

Berita Terbaru

Karya Tangan Badui Unjuk Gigi di Bazar Harkop Harnas 2026

Jelang Laga Kontra Liverpool, Newcastle United Resmi Perluas Kapasitas St James' Park

Musim Durian Tiba, Kantong Warga Lebak Ikut Berbuah

3 Tantangan Berat Trent Alexander-Arnold Usai Putuskan Hengkang dari Liverpool

Virus Zika Jadi Sorotan, Dispar Bali Minta Wisman Tetap Santai Berwisata

PLN dan YBM PLN Hadirkan Layanan Kesehatan hingga Promo Tambah Daya untuk Warga Lenteng Agung.

Era AI Datang, Wamenekraf Tantang Desainer Tingkatkan Kompetensi hingga Bisnis

Bukan Lagi Sekadar Cangkul, Teknologi Bantu Petani Bantul Kelola 200 Hektare Lahan Bawang Merah

Wali Kota Jakarta Barat Beri Penghargaan kepada PLN atas Kontribusi Cegah Kebakaran.

Pesawat Listrik Terbesar Dunia X1 Sukses Terbang Perdana, Biaya Cas Cuma Rp88 Ribu!

Siagakan 93.782 Ton Beras, Bulog Antisipasi Krisis Pangan Pascagempa NTT

PLN Hadir di Kantor Wali Kota Jakarta Utara, Ada Promo Merdeka Daya Diskon 50 Persen

Ganjil Genap Jakarta Ditiadakan Selasa 25 Agustus 2026, Ini Daftar 25 Ruas Jalan

Beroperasi 26 Agustus 2026, Ini Daftar 5 Stasiun Baru LRT Jakarta Kelapa Gading-Manggarai

TPOS Gedebage Ditargetkan Rampung 2027, Bandung Siapkan Teknologi Baru Olah 300 Ton Sampah per Hari

Desainer Masa Depan Wajib Kuasai AI hingga Bisnis, Kampus Diminta Jadi Ruang Eksperimen Kreatif

Bapemperda DKI Minta Naskah Akademik 16 Ranperda Prioritas 2027 Disiapkan Sejak Awal

Kemenhut Kerahkan 1.000 Polisi Hutan untuk Padamkan Karhutla di Kalimantan

67 Ribu Ton Beras Digerakkan ke NTT! BULOG Kirim Bantuan dari 4 Provinsi untuk Korban Bencana

Kurangi Kesenjangan, DPRD Jabar: Pembangunan di Jabar Harus Merata baik Perkotaan dan Pedesaan

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.