Deteksi Dini Kanker Diupayakan Bisa di Puskesmas
Senin, 19 Feb 2024, 03:03 WIBKemenkes terus mengupayakan deteksi dini kanker bisa lebih terjangkau di puskesmas untuk menurunkan angka kematian akibat penyakit ini.
JAKARTA - Menteri Kesehatan, (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengimbau pentingnya melakukan upaya deteksi dini untuk menurunkan angka kematian yang disebabkan oleh kanker. Pihaknya mengupayakan agar deteksi dini kanker bisa lebih terjangkau di Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas).
"Strategi utama menurunkan angka kematian akibat kanker adalah dengan deteksi dini. Kalau kanker bisa diketahui lebih dini, tingkat kesembuhannya lebih besar, dan biayanya juga lebih murah," ungkap Menkes, dalam keterangannya, di Jakarta, Minggu (18/2).
Dia menuturkan, layanan deteksi dini tersebut khususnya untuk 4 jenis kanker utama, yakni kanker payudara dan kanker serviks pada wanita, serta kanker paru-paru dan kanker usus yang banyak kasusnya ditemui pada pria. Puskesmas di 514 kabupaten/kota sedang disiapkan untuk bisa melayani deteksi dini 4 jenis kanker tersebut.
"Semua puskesmas sedang kami siapkan. Harapannya tahun ini, semua alatnya bisa selesai kita bagikan secara bertahap ke 10.000 Puskesmas di 514 Kabupaten/Kota," jelasnya.
Alat Kesehatan
Menkes menerangkan, alat kesehatan yang diutamakan untuk deteksi dini kanker payudara adalah Probe Linear USG. Sedangkan untuk deteksi dini kanker serviks, pihaknya sudah mulai meluncurkan tes HPV DNA yang hasilnya lebih akurat dan prosesnya lebih mudah dibandingkan dengan Pap Smear.
Dia menyebut, layanan deteksi dini kanker paru-paru dan kanker usus juga akan disediakan. Kemenkes menargetkan setiap puskesmas dapat melakukan layanan skrining kanker paru dengan alat Low Dose CT-Scan (LDCT) dan kanker usus besar dengan kolonoskopi.
"Kita akan selesaikan secara bertahap di 514 kabupaten/kota supaya tiap puskesmas punya CT-Scan biar bisa melakukan prosedur Low Dose CT-Scan untuk deteksi dini kanker paru-paru dan kolonoskopi untuk deteksi dini kanker usus besar," katanya. ruf/S-2
Redaktur: Sriyono
Penulis: Muhamad Ma'rup
Berita Terkait:
-
Rupiah Hari Ini Melemah, Lonjakan Harga Minyak Jadi Pemicu Utama
-
No Na akan Rilis Album Perdana “Island Girl” pada September 2026
-
Penerapan mandatori biodiesel B50
-
Harga Minyak Dunia Melonjak 5 Persen, AS Cabut Lisensi Minyak Iran dan Ketegangan Hormuz Memanas
-
Regulasi AI Perlu Masuk Pemilu
-
BMKG Nyatakan Gempa M6,8 di Jepang Tak Timbulkan Tsunami di Indonesia
-
Kebayoran Lama Selatan Miliki 56 Tempat Pengelolaan Sampah Organik
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.