Musik Bantu Tingkatkan Daya Ingat dan Kesehatan Otak di Usia Tua
Minggu, 18 Feb 2024, 17:00 WIBBerinteraksi dengan musik membantu seseorang mengatasi stres, kecemasan dan tekanan darah, serta dapat meningkatkan kualitas tidur, suasana hati dan kewaspadaan mental. Menambah daftar manfaat tersebut, para peneliti di balik studi berskala besar baru-baru ini mengatakan bahwa paparan musik seumur hidup dapat membantu meningkatkan daya ingat dan kesehatan otak seseorang di usia tua.
Temuan penelitian yang diterbitkan dalam International Journal of Geriatric Psychiatry ini menunjukkan bahwa bernyanyi dan memainkan alat musik, khususnya piano, berkaitan dengan peningkatan daya ingat dan fungsi eksekutif otak. Para peneliti juga menemukan manfaat yang lebih besar pada mereka yang terus memainkan alat musik hingga usia lanjut.
"Menjaga otak tetap aktif selama hidup telah dikaitkan dengan peningkatan cadangan kognitif, sehingga mengurangi risiko gangguan kognitif di usia lanjut. Penelitian sebelumnya telah mengidentifikasi hubungan potensial antara musikalitas dan kognisi," tulis para peneliti, dikutip dari Medical Daily, Jumat (9/1).
Penelitian ini merupakan bagian dari Protect, sebuah kelompok studi online di Inggris yang meneliti bagaimana otak yang sehat menua dan mengapa orang mengalami demensia. Untuk penelitian saat ini, para peneliti memeriksa lebih dari seribu orang dewasa di atas usia 40 tahun untuk memperkirakan manfaat kesehatan otak dari memainkan alat musik dan bernyanyi dalam paduan suara. Manfaat kesehatan otak dari bernyanyi juga bisa disebabkan oleh faktor sosial dari menjadi bagian dari paduan suara atau kelompok, kata para peneliti.
"Sejumlah penelitian telah meneliti pengaruh musik terhadap kesehatan otak. Penelitian Protect kami telah memberi kami kesempatan unik untuk mengeksplorasi hubungan antara kinerja kognitif dan musik dalam kelompok besar orang dewasa yang lebih tua. Secara keseluruhan, kami berpikir bahwa bermusik dapat menjadi cara untuk memanfaatkan kelincahan dan ketahanan otak, yang dikenal sebagai cadangan kognitif," kata Anne Corbett, profesor penelitian demensia di University of Exeter.
"Meskipun penelitian lebih lanjut diperlukan untuk menyelidiki hubungan ini, temuan kami menunjukkan bahwa mempromosikan pendidikan musik akan menjadi bagian yang berharga dari inisiatif kesehatan masyarakat untuk mempromosikan gaya hidup yang melindungi kesehatan otak, seperti halnya mendorong orang dewasa yang lebih tua untuk kembali bermusik di kemudian hari. Ada banyak bukti yang menunjukkan manfaat dari kegiatan kelompok musik bagi individu dengan demensia, dan pendekatan ini dapat diperluas sebagai bagian dari paket penuaan yang sehat bagi orang dewasa yang lebih tua untuk memungkinkan mereka secara proaktif mengurangi risiko dan meningkatkan kesehatan otak," tambah Corbett.
Redaktur: Fiter Bagus
Penulis: Rivaldi Dani Rahmadi
Berita Terkait:
-
Airlangga: Jepang Berperan Penting Bangun Ekosistem Industri Otomotif Indonesia
-
Pengunjung Kebun Raya Bogor Melonjak 40 Persen saat Lebaran
-
Mendag Buka Data: Ribuan Pengaduan Konsumen Jadi Alarm Perdagangan Nasional
-
Tabrak Kendaraan di Landasan Bandara New York, Pilot dan Kopilot Air Canada Tewas
-
Bupati Banyumas Dorong Kepala Sekolah Melek Digital dan Inovatif
-
Budaya dan Wisata Singkawang Tampil di Ajang Timeless Harmony
-
Jalur KRL Cikampek dan Sukabumi Mulai Digeber 2026, Cek Rutenya di Sini
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.