BEI Incar 3 Perusahaan Mercusuar Gelar IPO

Jumat, 16 Feb 2024, 08:37 WIB

JAKARTA - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menargetkan sebanyak tiga perusahaan beraset skala besar di atas 3 triliun rupiah dapat melangsungkan Initial Public Offering (IPO) atau penawaran saham perdana di pasar modal Indonesia selama 2024.

BEI mengkategorikan perusahaan beraset skala besar tersebut sebagai lighthouse company atau perusahaan mercusuar.

Ket. Foto: — Sumber: istimewa

"Kita targetkan 3 (perusahaan) lighthouse, tentu itu minimal.

Kalau dari sisi jumlah total efek dari 200 menjadi 250," ujar Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna di Gedung BEI, Jakarta, Kamis (15/2).

Dari sisi karakter, lanjutnya, perusahaan beraset skala besar tersebut salah salah satunya dari sisi free float (saham yang dimiliki publik) minimal 15 persen.

"Karakternya itu paling tidak 15 persen dari sisi free float," ujar Nyoman.

Dia memastikan BEI terus melakukan pendekatan (approach) terhadap perusahaan- perusahaan beraset skala besar tersebut, termasuk juga ke perusahaan badan usaha milik negara (BUMN) dan anak usahanya.

"Kita pada prinsipnya ke semua yang besar approach.

Dalam kapasitas nyampein yang mananya, nanti lihat perkembangannya.

Selalu saya sampaikan sektornya dalam setiap minggu dan nanti kalau sudah masuk nama, nanti siap saat pre-effective disampaikan," ujar Nyoman.

Laporan terakhir BEI, per 7 Februari 2024, tercatat terdapat 24 perusahaan berada dalam pipeline (antrean) untuk menggelar penawaran saham perdana atau IPO di BEI.

Dari 24 perusahaan dalam antrian IPO, Nyoman merinci sebanyak 17 perusahaan beraset skala menengah antara 50 miliar rupiah sampai 250 miliar rupiah, empat perusahaan beraset skala besardi atas 250 miliar rupiah, serta tiga perusahaan beraset skala kecil di bawah 50 miliar rupiah.

Di sisi lain, hingga 15 Februari, sebanyak 18 perusahaan telah resmi mencatatkan saham atau IPO di BEI selama 2024.

Perhatikan Fundamental

Sementara itu, Head of Research Team PT Mirae Asset Sekuritas Robertus Hardy mengingatkan para pelaku pasar perlu tetap memperhatikan fundamental perusahaan/ saham usai pencoblosan Pemilihan Umum (Pemilu) 2024.

"Sentimen jangka pendek seperti pemilu ini tidak akan relevan untuk memengaruhi pergerakan indeks," ujarnya di Jakarta, kemarin.

Robert, panggilannya, menegaskan dalam jangka panjang sentimen fundamental akan lebih berpengaruh, di antaranya meliputi kinerja operasional dan keuangan dari masing-masing emiten, serta kondisi makro ekonomi dan makro industri dari masing- masing sektor industri.

Lanjutnya, sebesar apapun hasil kemenangan pemilu dan sehebat apapun presiden yang terpilih, apabila kedua faktor tersebut tidak dapat bertumbuh lebih positif, maka akan sulit bagi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) untuk melanjutkan kenaikan yang lebih tinggi ke depan.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.