Gerak Cepat, BNPB: Perbaikan Tanggul dan TMC Kebutuhan Mendesak Atasi Banjir Demak
Rabu, 14 Feb 2024, 00:09 WIBJakarta - Pimpinan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan perbaikan tanggul sungai dan pelaksanaan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) menjadi kebutuhan yang mendesak untuk mengatasi bencana banjir di Kabupaten Demak, Jawa Tengah.
"Perbaikan tanggul dan TMC menjadi sangat penting demi mengatasi banjir yang sepekan ini telah menggenangi sawah, sarana umum, pemukiman, hingga mengakibatkan 21 ribu warga mengungsi," kata Kepala BNPB Suharyanto dalam keterangan resmi di Jakarta, Selasa.
Pihaknya bersama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Tengah (Jateng) dan instansi terkait lain saat ini sedang menyiapkan skema pelaksanaan TMC yang dilakukan dengan cara penyemaian garam ke awan penghujan di kawasan terdampak banjir.
Berdasarkan analisa BNPB, upaya tersebut dinilai cukup efektif untuk mereduksi intensitas hujan 30-40 persen, yang saat ini sedang tinggi sehingga menyebabkan banjir di wilayah Kabupaten Demak dan sekitarnya.
Ketika curah hujan sudah dapat terkendali, kata dia, maka percepatan perbaikan tanggul-tanggul sungai yang jebol bisa maksimal dilakukan, hingga genangan air bisa cepat dikeringkan dengan cara pompanisasi.
BNPB dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Demak telah berkoordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk segera menyelesaikan penanganan terhadap tanggul-tanggul yang jebol itu.
Tanggul sungai tersebut jebol setelah tak mampu menahan arus air yang besar pada Senin (5/2) malam. Selain menenggelamkan rumah penduduk, banjir juga memutus akses jalan raya Demak-Kudus setidaknya hingga 12 Februari, dan menggenangi lahan pertanian milik warga dengan total luas 2.965 hektare.
"Pengerjaan difokuskan salah satunya adalah tanggul tersier di Desa Ngemplik Wetan, Karanganyar. Setelah tanggul ditutup maka genangan air akan disedot dengan pompa kembali ke sungai," kata dia.
Terlepas dari itu Suharyanto memastikan pemerintah menjamin seluruh kebutuhan pokok baik makanan, sandang, dan obat-obatan, untuk para korban banjir yang saat ini menempati tenda pengungsian di 59 titik.
Untuk memaksimalkan operasi darurat bencana, BNPB pun telah menyalurkan dana bantuan siap pakai total senilai Rp1,150 miliar kepada pemerintah daerah dan TNI/Polri setempat.
Berita Terkait:
-
Pascabanjir di wilayah Solo dan Sukoharjo
-
Hujan Dini Hari di Musim Kemarau Picu Banjir di Belasan Lokasi Surabaya, Armada Damkar Dikerahkan Sedot Genangan
-
Banjir Rendam 12 RT dan Empat Ruas Jalan di Jakarta Barat
-
Pemprov DKI Beri Santunan dan Jamin Pendidikan Anak Korban Tabrakan KRL-Argo Bromo
-
Demak Dilanda Banjir dan Makin Meluas ke Enam Desa
-
Papua Pegunungan Digenjot Program Sekolah Rakyat hingga Unggul Garuda, Ini Tujuannya
-
Pemilu Harus Jaga Kepercayaan dan Legitimasi Publik ke Negara
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.