Banjir Ancam Produksi Pangan

Selasa, 13 Feb 2024, 08:27 WIB

JAKARTA - Pemerintah perlu segera merespons bencana banjir di sejumlah daerah sentra produksi pangan di Pulau Jawa. Di puncak musim hujan awal 2024 ini, beberapa daerah diguyur hujan lebat sehingga beberapa lahan pertanian di Jawa Tengah (Jateng) terendam.

Di Demak, Kementerian Pertanian (Kementan) bergerak cepat melakukan penanganan banjir yang terjadi di Jawa Tengah. Menteri Pertanian, Amran Sulaiman, memberikan bantuan total senilai 30 miliar, dengan rincian benih padi untuk 10.000 hektare, JIT, Asuransi Pertanian (AUTP), pompa, combine harvester, dan traktor untuk tiga kabupaten.

Ket. Foto: — Sumber: istimewa

Kepastian ini disampaikan Menteri Pertanian, Amran Sulaiman, saat meninjau lokasi banjir. "Segera kita akan koordinasi dan insya Allah mudah-mudahan bisa cepat surut. Kemudian, untuk sektor pertanian yang ada asuransinya bisa mendapat bantuan," ujar Mentan yang didampingi Bupati Demak, Eisti'anah, melalui keterangan resmi Kementan, Senin (12/2)

Mentan mengatakan berbagai bantuan yang diberikan pemerintah di antaranya pupuk, benih, alsintan dan alat panen lainnya yang dapat mempercepat produksi. Sementara itu, kata Amran, pihaknya juga terus berkoordinasi dengan Kementerian lain untuk segera bergerak menyusutkan genangan air.

Mentan berharap para petani segera mengikuti pendaftaran asuransi agar mendapat jaminan produksi dari pemerintah terutama bagi lahan-lahan pertaniannya yang mengalami musibah banjir maupun puso.

"Nanti, kami koordinasi dengan kementerian, namun mudah-mudahan tanggul ini bisa ditutup dalam lima hari, kemudian kami lihat ini mudah-mudahan dalam 12 minggu bisa panen kami akan beri bantuan mesin satu dua hari akan tiba dan kami minta UPT kami stand by di sini," katanya.

Tak hanya Demak, daerah lainnya yakni Kabupaten Grobogan dan Kudus. Khusus Grobogan, daerah ini terendam banjir akibat meluapnya Sungai Lusi dan Sungai Serang serta jebolnya tanggul Cabean.

Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementan, Suwandi, mengatakan berdasarkan data per 9 Februari 2024, luas terkena banjir pada tanaman padi, baik di Jawa Tengah maupun secara nasional pada musim hujan (MH) 2023/2024 lebih rendah dibandingkan MH 2022/2023 dan juga lebih rendah dibandingkan rerata 5 MH.

Data ini jelas menunjukkan indikasi banjir musim ini jauh lebih kecil dibandingkan dengan musim yang sama sebelumnya. "Kita optimistis produksi pangan kita tetap aman dari dampak banjir. Salah satunya banjir di Grobogan," kata Suwandi.

Dia menambahkan penanganan banjir dilakukan di wilayah terdampak yang menyebabkan massive destructive bagi areal persawahan. Seperti diketahui banjir di beberapa daerah di Provinsi Jawa Tengah, antara lain di Kabupaten Demak terjadi di tujuh kecamatan dengan luas terkena banjir padi 1.657 ha dan jagung 126 ha.

Banjir juga terjadi di Kabupaten Kudus terkena 489 ha pada tanaman padi, cabai, melon, dan kangkung. Dari semua data banjir Demak dan Kudus sebagian besar juga sudah surut tidak tergenang, sehingga banyak pertanaman bisa terselamatkan.

Ada 15 kecamatan yang terdampak banjir dengan total lahan pertanian yang tergenang mencapai 4.745 ha.

Tekan Puso

Kepala Balai Proteksi Tanaman Pangan dan Hortikultura (BPTPH) Provinsi Jawa Tengah, Herawati Prarastiyani, mengatakan banjir yang terjadi saat ini mudah-mudahan tidak akan mengganggu produksi pangan padi di Provinsi Jawa Tengah.

"Upaya untuk menekan puso akibat banjir akan segera dilakukan tergantung hasil pantauan kondisi di lapangan oleh petugas," tuturnya.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini

Berita Terbaru

Real Madrid di Bawah Pelatih Mourinho Kalahkan Espanyol 2-1

Putus Akibat Gempa, Akses Jembatan Wae Dampek di Manggarai Timur Pulih

Kapal Kargo Muatan Bijih Besi Tujuan Singapura Tenggelam di Lepas Pantai India, Dua ABK Selamat

Kucuran Beras Capai 1,65 Juta Ton, Pemerintah Optimistis Rem Harga Beras di Puncak El Nino

BPBD Cilacap Tingkatkan Kesiapsiagaan Hadapi Ancaman Kekeringan Meteorologis

Menlu Tiongkok Wang Yi Temui Ketua DEN RI Luhut Panjaitan Bahas Investasi di Indonesia

Ratusan Rumah Adat Sade Ludes Terbakar, Pemkab Lombok Tengah Fokus Pulihkan Korban

Korea Utara Tuding Rencana Perluasan Anggaran Pertahanan Jepang Sebagai 'Persiapan Perang'

Brentford Kalahkan Tottenham Hotspur dengan Skor Telak 3-0

Pemprov NTT Percepat Perbaikan Infrastruktur Terdampak Gempa M7,7

Pemerintah Kota Batam Siapkan Subpenyalur BBM Nelayan di Pulau Rempang

Permudah Akses BBM Subsidi, Pemkot Batam Siap Bangun SPBU untuk Nelayan di Pulau Rempang

Harga Daging Ayam Ras di Dua Kabupaten di Riau di Atas Rp40.000/Kg

Film "The Odyssey" Laris di Korea Selatan, Lampaui 6 Juta Penonton

Balas Trump, Iran Peringatkan Negara yang Gabung dengan Sanksi AS Dianggap 'Musuh'

BMKG Prakirakan Sebagian Besar Wilayah RI Diprakirakan Cerah Berawan pada Minggu

Shopee Gandakan Donasi, Perkuat Gotong Royong Digital untuk Pemulihan Paska Gempa NTT

PT KAI Menilai Sejumlah Kegiatan di Purwokerto Tingkatkan Mobilitas Masyarakat

Lampaui Target Nasional, Banten Jadi Contoh CKG-TBC

Tidak Hanya Jadi Ajang Olahraga, Purwokerto City Run 2026 Kenalkan Budaya Lokal

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.