Masyarakat Adat Diharapkan Cepat untuk Menyerap Teknologi Pengelolaan Sagu
Minggu, 11 Feb 2024, 04:00 WIBSentani - Analisis Papua Strategis (APS) mengharapkan masyarakat adat di Kabupaten Jayapura untuk menyerap teknologi pengelolaan sagu.
Ketua Analisis Papua Strategis Laus Deo Calvin Rumayom di Sentani, Sabtu mengatakan Papua merupakan salah satu dapur pangan dunia yang harus dapat dipertahankan.
"Papua dikatakan sebagai salah satu dapur pangan dunia karena terdapat sumber pangan alami yang tumbuh dan telah menjadi makanan warisan dari nenek moyang, hal inilah yang membuat Papua diakui dunia," katanya.
Menurut Laus, keistimewaan inilah yang mendorong Representative, Food and Agriculture Organization of the United Nations (FAO-UN) For Indonesia and Timur Leste atau organisasi pangan dan pertanian PBB ingin mendukung pengelolaan sagu berkelanjutan di Kampung Yoboi, Kabupaen Jayapura, Papua.
"Tentu kami sebagai organisasi yang di dalamnya adalah tempat berkumpulnya anak-anak Papua dari berbagai kalangan baik di Indonesia maupun di luar negeri sangat mendukung apa yang dilakukan FAO-UN di Kampung Yoboi, Kabupaten Jayapura, Papua," ujarnya.
Dia menjelaskan Kampung Yoboi akan menjadi contoh untuk program serupa dapat dikembangkan di kampung atau desa lainnya di Papua maupun di luar Papua.
"Tujuannya hanya satu, bagaimana masyarakat adat setempat dapat memelihara sagu untuk kebutuhan pangan sehari-hari dan juga sagu dapat diolah dalam berbagai kuliner dengan gizi yang baik dan tingkat gula rendah sangat baik untuk kesehatan," katanya.
Dia menambahkan masyarakat adat Papua khususnya di Kabupaten Jayapura supaya dapat memelihara kebun atau dusun sagu ini dengan baik sehingga ketersediaan pangan lokal terus terpelihara keberadaannya.
"Dusun sagu itu dijaga, jangan dijual dan diubah fungsinya menjadi lokasi perumahan, karena nanti anak cucu kita ke depan sudah tidak bisa lagi tahu dengan pohon sagu," ujarnya.
Yoboi berada di Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua dan Representative, Food and Agriculture Organization of the United Nations (FAO-UN) For Indonesia and Timur Leste akan membantu peralatan pengolah sagu menjadi tepung dalam skala besar.
Redaktur: Marcellus Widiarto
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Nyaris Tersingkir! Bimo/Arlya Selamatkan 4 Match Point Sebelum Buat Keajaiban di BWF World Championships 2026!
-
Masih Sesuai HET, Bapanas Pastikan Tidak Ada Gejolak Harga Beras di Kota Bandung
-
Anak Anda Alami Keracunan Makanan? Ini Pertolongan Pertama yang bisa Dilakukan!
-
Kalah di Tunggal, Janice Tjen Kejutkan US Open 2026 Duet Bareng Rival Sengitnya Leylah Fernandez
-
Pemerintah Harus Berani Benahi Akar Persoalan di Sektor Riil
-
Indonesia Ukir Sejarah, Lolos ke Piala Dunia Esport FIFA 2026
-
Presiden FIA Dukung Argentina Kembali ke Kalender Formula 1 dan WRC
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.