Perbanyak Pembangunan Bendungan
Selasa, 06 Feb 2024, 08:16 WIBJAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Direktorat Jenderal Sumber Daya Air terus membangun bendungan maupun embung di berbagai wilayah. Salah satu tampungan air buatan yang dirasakan manfaatnya oleh masyarakat adalah Embung Wanakaya di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat.
Indramayu merupakan salah satu produsen padi terbesar nasional. Daerah ini pula merupakan lumbung pangan Jabar dengan produksi sekitar 1,4 juta ton pada 2022 dengan luas 225.242 hektare lahan.
Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono, mengatakan pembangunan Embung Wanakaya dilaksanakan pada tahun anggaran 2020-2021 dengan biaya APBN sekitar 32,4 miliar rupiah. Embung berkapasitas tampung 101.800 meter kubik (m3) ini memberikan manfaat suplai air untuk lahan pertanian seluas 777 hektare serta sebagai tampungan cadangan air saat musim kemarau.
Basuki mengatakan penyediaan sarana dan prasarana air seperti bendungan dan embung diperuntukkan untuk ketahanan air dan kedaulatan pangan.
"Di beberapa daerah masih terdapat masyarakat yang kerap kesulitan memperoleh air bersih. Realitas seperti ini menjadi perhatian Kementerian PUPR agar selalu berupaya menyediakan infrastruktur air, salah satunya melalui pembangunan embung," kata Basuki di Jakarta, Senin (5/2).
Pembangunan Embung Wanakaya dilaksanakan dalam dua tahap. Tahap pertama pada 2020 meliputi pekerjaan tanah (galian, timbunan, dan blanket), pembuatan intake, pembangunan rumah pompa, pemasangan pipa penyaluran, dan pekerjaan inlet dan outlet. Sedangkan tahap kedua pada 2021 meliputi pekerjaan revetment, jalan inspeksi, pemancangan minipile, dan pasangan batu.
Embung merupakan salah satu teknik pemanenan air yang sangat sesuai untuk daerah kering. Tampungan air embung berfungsi untuk mendistribusikan dan menjamin kontinuitas ketersediaan air bagi berbagai kebutuhan masyarakat, yaitu menyimpan air pada saat musim penghujan untuk dapat dimanfaatkan pada waktu diperlukan.
Kehadiran Embung Wanakaya diharapkan dapat memberikan solusi krisis air bagi para petani, sehingga mampu mendongkrak hasil tani dan meningkatkan perekonomian masyarakat.
Selain sebagai tampungan air untuk irigasi, Embung Wanakaya juga menjadi ruang publik sebagai destinasi wisata baru karena memiliki pemandangan indah berlatar belakang persawahan, bernuansa alam khas perdesaan dilengkapi dengan jogging track, Embung Wanakaya sempat viral di media sosial setelah pembangunannya rampung dan memiliki pesona tersendiri bagi wisatawan lokal.
Salah seorang warga, Lufit Fadlilah, membagikan informasi pada laman GMaps Embung Wanakaya sebagai pilihan destinasi wisata baru yang tepat untuk sekadar menghilangkan penat (lokasi rehat).
"Waw, wahana baru tentunya destinasi wisata buat penghilang penat. Saran, bagi yang mau menuju lokasi ini kususnya warga dari Haurgeulis saat musim penghujan diharap jangan ambil jalur dari Kertanegara, mendingan ambil dari arah Wanakaya," kata Lufit Fadlilah.
Perkuat Tampungan
Pada kesempatan lain, Direktur Eksekutif Indef, Esther Sri Astuti, menegaskan Indonesia memang harus memperbanyak pembangunan bendungan dan embung untuk memperkuat ketahanan dan kemandirian pangan nasional. Sebab, kita masih kalah jauh dari Tiongkok untuk jumlah bendungan dan embung.
"Sebab, tanpa tampungan air yang cukup maka ketika kita kembali dihajar El Nino maka persediaan air untuk disuplai ke persawahan minim. Ini tentu mengancam produktivitas pangan," tegas Esther.
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini
Berita Terkait:
-
Tiga Langkah Pertama yang Akan Dilakukan Pelatih Timnas John Herdman, Termasuk Bongkar Kegagalan Kluivert
-
PLN EPI Gandeng Swasta Lokal Olah Limbah Sekam Padi jadi Biomassa untuk PLTU Indramayu
-
Pajak Lebih Praktis, Ribuan Wajib Pajak Bali Lapor SPT Pakai Coretax
-
Suhu Udara di Sejumlah Wilayah Jateng Panas, BMKG Ungkap Pengaruh Pergerakan Semu Matahari
-
Gedung Baru PAM Jaya Dibangun, Pemprov DKI Ingin Layanan Air Masuk Era Tatap Muka Modern
-
Momen Lebaran, Ratu Dewa Buka Pintu untuk Warga: Gelar Griya Jadi Ajang Silaturahmi
-
LPS Catat Simpanan Bank Dilikuidasi Rp3,99 T dalam Dua Dekade
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.