Lima Pemain Bintang yang Siap Bersinar di Piala Dunia 2026
Jumat, 22 Mei 2026, 09:20 WIBPARIS - Hitung mundur menuju Piala Dunia 2026 terus berjalan. Turnamen terbesar sepak bola dunia yang untuk pertama kalinya diikuti 48 negara dan digelar di Amerika Serikat, Meksiko, serta Kanada itu tinggal menyisakan beberapa pekan lagi.
Namun, menjelang kick-off turnamen, sejumlah bintang besar datang dengan kondisi yang belum sepenuhnya ideal. Cedera, penurunan performa, hingga tekanan besar dari publik menjadi tantangan yang harus mereka jawab di panggung dunia.
Berikut lima pemain yang diprediksi menjadi pusat perhatian sepanjang Piala Dunia 2026.
Kylian Mbappe, harapan besar Prancis
Kapten tim nasional Prancis itu kembali menjadi tumpuan utama Les Bleus. Mbappe bahkan berpeluang mencatat sejarah sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Piala Dunia.
Namun, penyerang berusia 27 tahun tersebut datang ke turnamen dalam situasi kurang ideal setelah menjalani musim yang penuh sorotan bersama Real Madrid.
Meski tetap produktif dalam urusan mencetak gol, Mbappe gagal mempersembahkan trofi mayor dalam dua musim terakhir di Santiago Bernabeu. Komitmennya sempat dipertanyakan setelah memilih berlibur ketika masih menjalani pemulihan cedera hamstring di akhir musim.
Meski demikian, panggung internasional selalu menghadirkan versi terbaik Mbappe. Ia menjadi sensasi dunia saat membawa Prancis juara Piala Dunia 2018 dan kembali tampil luar biasa pada edisi 2022 dengan torehan delapan gol, termasuk hattrick di final melawan Argentina.
Kini, Mbappe hanya membutuhkan empat gol lagi untuk menyamai rekor 16 gol Piala Dunia milik Miroslav Klose.
Erling Haaland akhirnya tampil di turnamen besar
Setelah bertahun-tahun gagal lolos, tim nasional Norwegia akhirnya kembali ke panggung Piala Dunia untuk pertama kali dalam 28 tahun.
Kesuksesan itu tak lepas dari kontribusi luar biasa Haaland. Striker Manchester City tersebut mencetak 16 gol hanya dalam delapan pertandingan selama fase kualifikasi, termasuk saat Norwegia dua kali menghancurkan Italy national football team.
Total, Haaland kini sudah mengoleksi 55 gol dari 49 laga internasional, catatan luar biasa untuk pemain berusia 25 tahun.
Bersama kapten Arsenal Martin Odegaard, Haaland menjadi simbol generasi emas Norwegia yang mulai diperhitungkan sebagai kuda hitam.
Namun tantangan besar langsung menanti. Norwegia tergabung di grup berat bersama Prancis dan juara Afrika, Senegal.
Vinicius Junior dan misi membawa Brasil berjaya
Kembalinya Neymar memang menjadi perhatian publik Brasil. Namun, performa Vinicius diyakini akan menjadi faktor utama penentu keberhasilan Brazil national football team memburu gelar keenam mereka.
Pemain sayap Real Madrid itu menjalani musim yang gemilang di level klub, meski harus berbagi sorotan dengan Mbappe. Piala Dunia kini menjadi kesempatan emas bagi Vinicius untuk naik kelas menjadi ikon nasional Brasil sekaligus memperkuat peluang meraih Ballon d'Or.
Ambisi tersebut bukan tanpa alasan. Dua tahun lalu, Vinicius dan sejumlah pemain Madrid bahkan memboikot seremoni Ballon d'Or setelah penghargaan jatuh kepada gelandang Manchester City, Rodri.
Meski bersinar di level klub, performa Vinicius bersama Brasil masih belum konsisten. Ia hanya mencetak satu gol pada Piala Dunia sebelumnya dan total baru mengemas delapan gol dari 47 penampilan internasional.
Harry Kane mengejar trofi terakhir
Bagi Harry Kane, Piala Dunia 2026 bisa menjadi kesempatan terakhir untuk mengakhiri penantian panjang Inggris meraih gelar besar.
Kapten The Three Lions itu datang dengan modal luar biasa setelah menjalani musim fenomenal bersama Bayern Munich. Kane mencetak 58 gol dari 50 pertandingan dan membawa Bayern menjuarai Bundesliga.
Di level tim nasional, Kane sukses mengantar Inggris menjadi langganan kandidat juara dalam beberapa turnamen terakhir. Namun, gelar mayor masih belum berhasil diraih sejak trofi Piala Dunia 1966.
Salah satu masalah Kane di turnamen besar sebelumnya adalah kondisi fisik yang menurun akibat padatnya musim kompetisi. Namun kali ini situasinya berbeda. Bayern lebih cermat mengatur menit bermain Kane setelah Bundesliga sudah aman lebih awal.
Lamine Yamal, bocah ajaib Spanyol
Nama terakhir adalah pemain muda sensasional tim nasional Spanyol, Lamine Yamal.
Setelah menjadi bintang utama saat membawa Spanyol menjuarai Piala Eropa 2024, Yamal kini diharapkan mampu mengguncang panggung Piala Dunia.
Namun, harapan tersebut tergantung pada pemulihan cedera hamstring yang dialaminya saat membela Barcelona pada 22 April lalu. Pemain berusia 18 tahun itu bahkan diperkirakan absen pada dua laga awal fase grup melawan Cape Verde dan Arab Saudi.
Sebelum cedera, Yamal tampil luar biasa dengan torehan 24 gol di semua kompetisi dan membantu Barcelona meraih gelar La Liga kedua secara beruntun.
Spanyol diyakini tetap cukup kuat melewati fase awal turnamen sembari menunggu kondisi terbaik pemain yang kini mulai disebut-sebut sebagai calon terbaik dunia tersebut.
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: AFP, Benny Mudesta Putra
Berita Terkait:
-
Mesir Andalkan Salah untuk Ukir Sejarah di Piala Dunia 2026
-
Keamanan Diperketat di Stadion Azteca Jelang Pertandingan Piala Dunia 2026
-
Pemprov Kepri dan TVRI Gelar Nobar Piala Dunia 2026 Perdana di Taman Gurindam 12
-
Goolll! Telkomsel dan TVRI Siarkan Piala Dunia 2026 di MAXStream TV, Warga Jabotabek-Jabar Bisa Nobar Mulai Rp25.000.
-
Ditolak Masuk AS, FIFA Coret Wasit Somalia dari Piala Dunia 2026
-
Profil Timnas Republik Demokratik Kongo: Kembalinya Sang Macan Tutul Afrika ke Panggung Dunia
-
Misi Besar Portugal di Piala Dunia 2026: Saatnya Generasi Emas Menorehkan Sejarah
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.