Mencermati Perkembangan Ekonomi AS
Senin, 05 Feb 2024, 09:06 WIBJAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS berpotensi melemah awal pekan ini. Peluang pelemahan tersebut terbuka apabila data ekonomi di Amerika Serikat (AS) membaik, sesuai ekspektasi pasar.
Research & Education Coordinator Valbury Asia Futures, Nanang Wahyudin melihat pelaku pasar terus mencermati perkembangan data ekonomi di AS, termasuk laporan Non farm Payroll (NFP) AS. Data positif akan mendukung penguatan dollar AS terhadap mata uang lain, termasuk rupiah. Dia memproyeksikan kurs rupiah terhadap dollar AS dalam perdagangan, Senin (5/2), berpeluang melemah menuju 15.705-15.765 rupiah per dollar AS.
Sebelumnya, nilai tukar rupiah terhadap dollar AS pada akhir pekan lalu ditutup menguat 105 poin atau 0,66 persen dari sehari sebelumnya menjadi 15.660 rupiah per dollar AS setelah klaim pengangguran AS naik yang menandakan pasar tenaga kerja AS yang ketat.
"Rilis klaim pengangguran naik menjadi 224.000, naik dari revisi naik 215.000 pada minggu sebelumnya," kata analis ICDX Taufan Dimas Hareva di Jakarta, Jumat pekan lalu.
Taufan menuturkan data klaim pengangguran AS tersebut menunjukkan pasar tenaga kerja sedang mendingin di tengah periode ketika perusahaan-perusahaan AS mengumumkan rencana untuk memangkas lebih dari 82.300 pekerjaan pada bulan lalu. Hal itu menekan kinerja mata uang dollar AS.
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara, Muchamad Ismail
Berita Terkait:
-
Meski Resilien, Ruang Fiskal APBN Mulai Hadapi Tekanan
-
Serunya Main Bareng Tanpa Gawai di Surabaya
-
Indo Livestock 2026 Expo dan Forum Perkenalkan Grand Championship, Tingkatkan Standar Kompetisi Ternak Nasional.
-
Tak Terkejar, Bayern Muenchen Juara Liga Jerman
-
IMO Imbau Kapal Harus Ekstra Hati-hati di Dekat Selat Hormuz
-
Bank Indonesia Pastikan “All Out” 24 Jam Jaga Stabilitas Nilai Tukar Rupiah
-
RI Dorong Kemandirian Plastik
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.