Ganjar Pranowo Akan Perkuat Penegakan Hukum

Kamis, 01 Feb 2024, 01:01 WIB

PONTIANAK - Capres nomor (Capres) urut 3 Ganjar Pranowo mengatakan good governance dan penegakan hukum mesti diperkuat sebagai respon terhadap mandeknya Indeks Persepsi Korupsi (IPK) atau Corruption Perception Index (CPI) Indonesia berada di angka 34 pada tahun 2023.

IPK di angka 34 membuat peringkat atau rangking Indonesia merosot menjadi 115 dari 180 negara di tahun 2023. Sementara di tahun 2022, peringkat Indonesia berada pada angka 110 dari 180 negara.

Ket. Foto: Janjikan buat dewan sawit -- Capres nomor urut 3 Ganjar Pranowo (kedua kiri) berfoto bersama tim pemenangan daerah (TPD) saat kampanye terbuka dalam pesta rakyat bersama masyarakat adat Dayak di Rumah Adat Lingga, Ambawang, Kubu Raya, Kalimantan Barat, Rabu (31/1). Dalam kesempatan tersebut Ganjar Pranowo berjanji akan membuat dewan sawit nasional yang berada langsung di bawah presiden jika terpilih dalam Pilpres 2024. — Sumber: ANTARA/M Risyal Hidayat

"Ya karena kita tidak serius mengawal itu, kalau kita serius maka good governance mesti diciptakan, teladan mesti diberikan, dan harus tegas, kalau tidak pilih-pilih," kata Ganjar di Pontianak, Kalimantan Barat, Rabu.

Hal itu disampaikan Ganjar saat bertemu dengan milenial dan gen Z di Pontianak, Kalimantan Barat, Rabu siang.

Ganjar bersama pasangannya Mahfud MD, menekankan komitmen memperkuat penegakan hukum bagi para koruptor sebagai strategi pencegahan dan pemberantasan korupsi., serta tidak boleh ada istilah sandera politik.

Termasuk di dalamnya penguatan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Laporan Harta Kekayaan Pejabat Negara (LHKPN), memiskinkan para koruptor hingga memenjarakan di Nusakambangan sehingga indeks korupsi di Indonesia meningkat.

"Maka ketika kita membiarkan seperti ini karena politik di depan, posisi hukum menjadi terkalahkan dan panglimanya tidak lagi hukum tetapi politik maka cerita-cerita ini pasti akan terjadi dan rating kita kan menurun," tuturnya.

Daerah Terpencil

Sementara itu, Juru Bicara Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar-Mahfud, Chico Hakim mengatakan, kedatangan Ganjar ke Banda Neira dan pulau-pulau lain sebagai simbol bahwa pembangunan daerah terpencil akan menjadi fokus pasangan capres-cawapres nomor urut 3, Ganjar Pranowo-Mahfud MD.

"Apabila nanti Pak Ganjar dan Pak Mahfud terpilih menjadi presiden dan wakil presiden, daerah-daerah terpencil, terjauh dari Ibu Kota tetap akan menjadi fokus perhatian. Tidak mengecilkan perhatian kami terhadap masyarakat di sana, karena semua adalah bagian dari NKRI. Tidak boleh ada daerah yang tertinggal," kata Chico dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Rabu.

Menurut Chico, dalam sisa masa kampanye, Ganjar-Mahfud ingin mengunjungi berbagai daerah di Indonesia. Hal itu sebenarnya sudah dijalankan sejak awal kampanye dengan Ganjar memulai kampanye dari Merauke, sedangkan Mahfud dari Sabang.

Menurut Chico, Ganjar merupakan capres pertama yang berkampanye di Banda Neira, salah satu pulau di Kepulauan Banda, Maluku. Dari sisi elektoral, sebenarnya jumlah pemilih di Banda Neira relatif kecil. Apalagi jika dibandingkan dengan wilayah di Pulau Jawa. Namun kunjungan itu adalah bukti komitmen Ganjar terhadap pembangunan di daerah terpencil.

Sebelumnya, Ganjar mengatakan Banda Neira memiliki keindahan alam sekaligus menyimpan sejarah perjuangan melawan penjajah. Bagi Ganjar, potensi di Banda Neira harus mendapat perhatian, baik alam maupun sejarah dan budayanya. "Potensi harus terus dikembangkan karena ini punya catatan bagus," kata Ganjar.

Redaktur: Sriyono

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.