Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Generasi Muda Harus Gunakan Hak Pilih

📅 Sabtu, 27 Jan 2024, 01:10 WIB | Oleh:
Generasi Muda Harus Gunakan Hak Pilih Doc: ANTARA/Indriani
Ket. Seminar Nasional Edukasi Politik dengan tema, “Orang Muda dan Masyarakat Mencermati Pemilu Bersih dan Mengawal Hasil Pemilu secara Bertanggung Jawab untuk Masa Depan Indonesia yang Lebih Baik” yang diselenggarakan Unika Atma Jaya, Jakarta, Jumat (26/1).

JAKARTA - Rektor Universitas Katolik Indonesia (Unika) Atma Jaya, Yuda Turana, mengatakan generasi muda harus gunakan hak pilih dalam Pemilu 2024. Hal ini penting sebab jumlah pemilih dari generasi pemuda dominan, tapi rawan tidak menggunakan hak pilihnya.

"Konteksnya adalah bukan khawatir takut memilih. Tapi yang lebih khawatir sebenarnya nggak memilih semua," ujar Yuda, di sela Seminar Nasional Edukasi Politik, di Jakarta, Jumat (26/01).

Dia menekankan, generasi muda menjadi penentu masa depan Indonesia. Menurutnya, generasi muda terutama yang masuk dalam kategori pemilih pemula mesti bisa mengedepankan rasionalitas dalam memilih.

Yuda menambahkan, hal tersebut terkait juta dengan pengembangan karakter anak. Jangan sampai semakin tinggi ilmu, generasi muda justru tidak aktif berdemokrasi.

"Sebenarnya jangan-jangan nih anak muda sekarang punya ilmu yang tinggi, lebih senang tinggal di luar, pindah warga negara. Jadi proses berdemokrasi seperti ini bukan bagian dari fokus mereka. Dan memilih itu yaudah kalau nggak ada kesempatan, nggak ada," jelasnya.

Dia menyebut, pihaknya akan mendukung seluruh agenda nasional termasuk Pemilu 2024. Dia memastikan mahasiswa Unika Atma Jaya bisa memberikan hak pilihnya, tanpa terkendala proses akademik.

"Kepentingan nasional itu didahulukan. Daripada kepentingan yang ujiannya gimana atau apa gitu, tidak. Karena ini satu pesta demokrasi gitu ya, dan hak dan kewajiban setiap puan negara sebenarnya untuk mendukung acara ini," terangnya.

Pilihan Rasional

Yuda mengingatkan, memilih pemimpin mesti dari program-program yang berdampak bagi masyarakat serta latar belakang pengalamannya. Jangan sampai generasi muda terjebak dalam emosi yang rawan memicu perpecahan.

Ketua Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih dan Partisipasi Masyarakat Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI, August Mellaz, menyampaikan dari berbagai kajian Pemilu, ada konsensus antar peneliti. Apabila suatu negara dapat menjalankan Pemilu dengan baik selama 5 kali berturut-turut, maka dapat dijadikan rujukan pelaksanaan demokrasi di seluruh dunia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Megapolitan
Polisi Buru Pelaku Pencuria...
Ekonomi
Indonesia produksi beras te...

Pementasan prembon pada Pesta Kesenian Bali

37 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pementasan prembon pada Pes...

Upaya pengembangan komoditas hortikultura

37 menit yang lalu | Wahyu AP

Ekonomi
Upaya pengembangan komodita...

Tradisi pembuatan bubur Asyura

37 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Tradisi pembuatan bubur Asyura

.Penindakan pakaian bekas impor ilegal

42 menit yang lalu | Wahyu AP

Megapolitan
.Penindakan pakaian bekas i...
Nasional
Bakti kesehatan memperingat...

PT KAI: Pelanggan Kereta Imperial Naik 162,04 Persen

47 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Ekonomi
PT KAI: Pelanggan Kereta Im...
Ekonomi
Ekspor mobil produksi dalam...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
# 7
Crysencio Summerville
📅 Rabu, 24-Jun-2026
# 7
Crysencio Summerville
📅 Rabu, 24-Jun-2026
Crysencio Summerville
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.