- Home
-
- Luar Negeri
-
- WTO: Ekonomi Tiongkok Pera...
WTO: Ekonomi Tiongkok Peran Kunci Pertumbuhan Ekonomi Global
Selasa, 23 Jan 2024, 00:02 WIBDAVOS - Tiongkok memainkan peran kunci dalam mendorong pertumbuhan ekonomi global. Dengan beberapa langkah yang telah diambil oleh Tiongkok, ekonomi negara Tirai Bambu ini diharapkan dapat mulai rebound. Tiongkok selalu mampu menghasilkan berbagai instrumen untuk membantu menstimulasi ekonomi.
"Kami sepenuhnya berharap bahwa pemerintah Tiongkok masih memiliki ruang untuk melakukan banyak hal," kata Direktur Jenderal Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) Ngozi Okonjo- Iweala kepada Xinhua dalam sebuah wawancara eksklusif di sela-sela Forum Ekonomi Dunia (World Economic Forum/WEF) di Davos, pekan lalu.
Seperti dikutip dari Antara, Senin (22/1), sejak bergabung dengan WTO lebih dari 20 tahun silam, Tiongkok telah menjadi pedagang barang terbesar di dunia dan mitra dagang utama bagi lebih dari 140 negara dan wilayah, dengan kontribusi rata-rata hampir 30 persen terhadap pertumbuhan ekonomi tahunan dunia.
Menyoroti peran kunci Tiongkok dalam mendorong perdagangan global dan pertumbuhan ekonomi global, Okonjo-Iweala mengatakan setiap perkembangan di Tiongkok akan berdampak pada seluruh dunia dan itulah sebabnya mengapa kinerja ekonomi Tiongkok yang baik menjadi kepentingan bagi semua orang.
Menurut Biro Statistik Nasional (National Bureau of Statistics/NBS) Tiongkok, PDB negara itu membukukan pertumbuhan 5,2 persen secara tahunan (year on year/yoy) pada 2023, yang mencerminkan rebound yang kuat pasca-Covid-19.
"Tiongkok memainkan peran yang sangat kuat dan kami ingin melihat ekonomi Tiongkok kembali kuat, karena hal itu akan mendorong perdagangan global. Ini bukan hanya tentang Tiongkok saja, tetapi juga tentang seluruh dunia," ujarnya.
Perdagangan Meningkat
Pada Oktober 2023, badan perdagangan yang berbasis di Jenewa ini mengatakan perdagangan barang akan meningkat hanya 0,8 persen pada 2023, dibandingkan dengan estimasi pada April sebesar 1,7 persen. Untuk tahun 2024, badan itu memperkirakan pertumbuhan 3,3 persen dalam perdagangan barang.
"Kami memperkirakan pertumbuhan 0,8 persen untuk perdagangan global tahun lalu, itu merupakan tahun perdagangan barang global sedikit lemah dalam hal kinerja. Kami lebih optimistis pada 2024, kami memperkirakan pertumbuhan 3,3 persen," ujar Okonjo-Iweala.
"Namun, mengingat gangguan yang kita lihat di Laut Merah, Terusan Suez, dan kenaikan biaya pengangkutan peti kemas dan pengiriman serta asuransi yang kita lihat, kami rasa hal ini akan berdampak," ujarnya.
"Permintaan agregat turun secara keseluruhan, dan mungkin akan turun lebih jauh lagi dan ini akan berdampak. Kami rasa proyeksi kami sebesar 3,3 persen terlalu optimistis untuk tahun ini," imbuhnya.
Seraya memuji peran Tiongkok dalam mempertahankan sistem perdagangan multilateral, Okonjo-Iweala mengatakan, Tiongkok, dari sudut pandang WTO, telah menjadi pendukung kuat sistem perdagangan multilateral dan multilateralisme.
Redaktur: Marcellus Widiarto
Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S
Berita Terkait:
-
Jepang Buka Peluang Kerja Sama Baru dengan Indonesia dalam Tiga Bidang
-
El Nino Ancam Produksi Pangan, Pengelolaan Air dan Perlindungan Petani Perlu Diperkuat
-
Akhir Pekan, "Jakarta Batavia" Layak untuk Dijelahi dengan Bus Atap Terbuka
-
Ahmad Muzani: Presiden Prabowo Prihatin Atas Banyaknya Kepala Daerah Terjebak Korupsi
-
Lapangan usaha dorong pertumbuhan ekonomi
-
Guru Besar UI Soroti Laporan ADBI: Tantangan RI Bukan Kurang Tumbuh, Tapi Tak Produktif
-
PKB: Etnis Tionghoa Jadi Arsitek Utama Pembangunan Republik Indonesia
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.