Perpusnas Target Peningkatan Literasi Daerah 3T

Senin, 22 Jan 2024, 03:23 WIB

JAKARTA - Perpustakaan Nasional (Perpusnas) menargetkan peningkatan literasi atau budaya gemar membaca dari desa dan daerah-daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Menurutnya, kebiasaan membaca dinilai akan tumbuh dengan kehadiran buku-buku berkualitas.

"Mudah-mudahan ada ketertarikan baru. Saya sih sangat yakin kalau daerah-daerah yang pinggiran, daerah 3T segala macam itu, nggak akan terlalu peduli dengan gawai," ucap Pelaksana tugas (Plt.) Perpusnas E Aminudin Aziz dalam diskusi soal literasi di Perpusnas, Jakarta, Sabtu (20/1).

Ket. Foto: Pelaksana tugas (Plt.) Perpusnas E Aminudin Aziz dalam diskusi soal literasi di Perpusnas, Jakarta, Sabtu (20/1). — Sumber: Istimewa

Dia menuturkan, dalam kepemimpinannya ke depan, Perpusnas melakukan sejumlah penajaman program, salah satunya penguatan budaya baca dan peningkatan literasi. Menurutnya, budaya baca di Indonesia cukup tinggi, hanya saja terkendala ketersediaan bahan bacaan baik fisik maupun elektronik.

"Karena persoalan yang ada adalah kurangnya buku, maka di masa depan kami menargetkan untuk menyediakan 1.000 judul buku di masing-masing 10.000 lokus," jelasnya.

Aminudin menyebut, perlu proses panjang untuk meningkatkan budaya gemar baca di tengah masyarakat. Sebab itu, kata dia, Perpusnas menajamkan program penguatan literasi yang menyasar anak usia PAUD dan sekolah dasar (SD) yang masih mudan dibentuk kebiasaannya.

"Fokus kami untuk penyediaan buku ini kan untuk anak PAUD dan SD. Adanya di desa. Kami menyebutnya dengan Gerakan Indonesia Membaca. Ini kita mulai dari awal bagaimana anak akan bisa lebih mengenal buku melalui buku cetak ini," katanya.

Pelatihan Pustakawan

Aminudin mengerangkan setelag pengiriman, akan ada pelatihan yang diberikan kepada para pengelola perpustakaan dan taman bacaan masyarakat (TBM) yang ada di setiap lokus. Langkah itu diambil untuk menyentuh masyarakat secara langsung karena merekalah yang akan menerima manfaat secara langsung.

Dia menambahkan, dalam program standardisasi dan pembinaan memiliki dua fokus utama. Kedua fokus utama itu, yakni melakukan survei terhadap kondisi perpustakaan sekolah dan asesmen untuk perpustakaan yang akan akreditasi.

"Melakukan survei terhadap kondisi perpustakaan sekolah untuk pendataan perpustakaan, sedangkan asesmen akan dikerjakan oleh perpustakakan yang akan diakreditasi untuk penilaian perpustakaan. Urusan layanan sudah inklusif di dalamnya," ucapnya.

Aminudin mengatakan, maraknya penggunaan gawai dan internet di tengah masyarakat jadi tantangan tersendiri. Masyarakat kerap mencari hiburan lewat gadget, tapi aplikasi terkait bahan bacaan atau buku tidak termasuk aplikasi yang banyak diunduh.

Dia menekankan, tidak mungkin menafikan keberadaan dunia digital. Tapi lewat kampanye yang akan dilakukan, Perpusnas ingin memberikan pemahaman, ada manfaat lain ketika seseorang membuka buku secara fisik, misalnya kedalaman suatu hal.

"Karena dia akan bisa dipinjam ke mana-mana dalam keadaan yang lebih santai gitu daripada harus menghubungkan itu kepada gawainya. Ada listrik, ada pulsa, ada segala macam. Nah kampanye ini yang akan harus dilakukan," terangnya. ruf/S-2

Redaktur: Sriyono

Penulis: Muhamad Ma'rup

Berita Terbaru

Ganjil Genap Jakarta Ditiadakan Selasa 25 Agustus 2026, Ini Daftar 25 Ruas Jalan

Beroperasi 26 Agustus 2026, Ini Daftar 5 Stasiun Baru LRT Jakarta Kelapa Gading-Manggarai

TPOS Gedebage Ditargetkan Rampung 2027, Bandung Siapkan Teknologi Baru Olah 300 Ton Sampah per Hari

Desainer Masa Depan Wajib Kuasai AI hingga Bisnis, Kampus Diminta Jadi Ruang Eksperimen Kreatif

Bapemperda DKI Minta Naskah Akademik 16 Ranperda Prioritas 2027 Disiapkan Sejak Awal

Kemenhut Kerahkan 1.000 Polisi Hutan untuk Padamkan Karhutla di Kalimantan

67 Ribu Ton Beras Digerakkan ke NTT! BULOG Kirim Bantuan dari 4 Provinsi untuk Korban Bencana

Kurangi Kesenjangan, DPRD Jabar: Pembangunan di Jabar Harus Merata baik Perkotaan dan Pedesaan

Manggala Agni Sumatra Berjibaku Padamkan Karhutla di 17 Desa

Polda Banten Ungkap Sindikat Curanmor Spesialis Pick-up di 14 Lokasi

Tetap Tunjukkan Dedikasi dan Keberanian, Perwira polisi Terluka Kena Pecahan Kaca saat Gerebek Gudang Uang Palsu di Tangsel

93.782 Ton Beras Siaga! BULOG Antisipasi Bencana NTT Hingga 10x Masa Darurat

Gubernur Bali Minta Peradi Siapkan Pendampingan Hukum Perkuat Desa Adat

Wagub Rano Buka Jakarta Beat Society 2026: Komitmen Perluas Ruang Kreatif Musisi Lokal

Pemkab Lebak Bantu Pasarkan Produk UMKM Lewat Bazar

Dukung Penanganan Karhutla, Kemenhub Fasilitasi Penggunaan Pesawat Registrasi Asing

Kemenag Targetkan Keterlibatan 1.781.945 Peserta dalam Gema Selawat Sambut Maulid Nabi

Coba Lerai Perkelahian, Dua Polisi Dikeroyok Masa saat Karnaval di Blora

Gubernur Pramono Sebut Keluarga Kuat dan Masyarakat Peduli Jadi Kunci Kerukunan Jakarta

Dua Anggota Polisi Jadi Korban Pengeroyokan saat Karnaval HUT RI di Blora

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.