Berpacu dengan Waktu, Pemkab Sidoarjo Normalisasi 11 Sungai Cegah Banjir
Minggu, 21 Jan 2024, 00:31 WIBSidoarjo - Pemerintah Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur melakukan normalisasi sebelas sungai di kabupaten setempat guna mencegah terjadinya bencana hidrometeorologi berupa banjir saat musim hujan seperti sekarang ini.
Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor di Sidoarjo, Sabtu mengatakan normalisasi tersebut dilakukan dengan mengerahkan alat berat berupa ekskavator supaya hasilnya bisa maksimal.
"Kami juga menyiagakan rumah pompa 24 jam, untuk membantu percepatan jika terjadi banjir," katanya.
Ia mengatakan, kesebelas sungai tersebut di antaranya, Dam Dungus, Dam Kepuh Kemiri, saluran sekunder Karang Tanjung, afvoer (saluran pembuangan air) Kemendung Sidodadi, Saluran Dekat Museum Empu Tantular, anak afvoer Buntung Desa Sidodadi Taman, afvoer Gedangrowo Desa Banjarpanji, saluran sekunder Pagerwojo Desa Karangtanjung, saluran sekunder Desa Candi Pari, saluran sekunder Ketawang Desa Jumputrejo, dan dam Pejarakan.
"Normalisasi sungai ini merupakan langkah strategis dalam mencegah banjir terutama di titik rawan banjir. Kami berharap dapat memberikan perlindungan maksimal terhadap potensi bencana banjir yang terjadi daerah ini," ucap Gus Muhdlor sapaan akrab Bupati Sidoarjo.
Gus Muhdlor juga mengimbau agar masyarakat ikut berperan dalam menjaga kebersihan sungai agar jauh dari sampah.
"Mari kita jaga bersama-sama sungai kita, dengan tidak membuang sampah di sungai. Harapannya seluruh lapisan masyarakat maupun pemerintah ikut berperan dalam menjaga dan merawat sungainya masing-masing untuk mencegah banjir," tuturnya.
Kepala Bidang Ketahanan Drainase Dinas Pekerjaan Umum, Bina Marga, dan Sumber Daya Air (PUBMSDA) Kabupaten Sidoarjo Wahib Achmadi mengatakan pekerjaan normalisasi mencakup mencakup pembersihan sungai, perbaikan tanggul, dan pengaturan alur sungai untuk memastikan aliran air yang lancar dan terkendali.
"Ada beberapa yang termasuk saluran sekunder irigasi yang sudah pendangkalan dan ditumbuhi enceng gondok sehingga kami membersihkan enceng gondong tersebut dan melakukan penggalian sungai rata-rata pada kedalaman setengah sampai 1 meter," ujarnya.
Wahib juga menambahkan masing-masing sungai yang dilakukan normalisasi tersebut di kerahkan alat berat sebanyak 1 unit.
"Alat berat di masing-masing sungai yang kami normalisasi ada 1 unit alat berat," katanya.
Redaktur: Marcellus Widiarto
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Gubernur DKI Susur Sungai untuk Memastikan Kesiapan Pengendalian Banjir
-
BNPB Lakukan Modifikasi Cuaca di Jawa Timur dan Jawa Barat untuk Antisipasi Hujan Ekstrem yang Berisiko Banjir
-
Resmi Keluar dari Pelatnas, Jonatan Christie Tetap Bidik Olimpiade 2028
-
Timpa Santri, Bangunan Pondok Pesantren di Sidoarjo Ambruk
-
Pemkot Tangerang Maksimalkan TPS3R hingga RDF Usai PSEL Dihentikan
-
Memasifkan Upaya Normalisasi Sungai untuk Cegah Banjir
-
Biometrik, Blockchain, dan Bahaya Baru: Mengapa Worldcoin Dilarang di Beberapa Negara
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.