Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Petugas Gabungan Belum Tertibkan Alat Peraga Kampanye Dipaku di Pohon di Jakarta Utara

📅 Sabtu, 20 Jan 2024, 06:15 WIB | Oleh: Tim Penulis
Petugas Gabungan Belum Tertibkan Alat Peraga Kampanye Dipaku di Pohon di Jakarta Utara Doc: ANTARA/Abdu Faisal
Ket. Petugas Satuan Polisi Pamong Praja Jakarta Utara menertibkan alat peraga kampanye (APK) dari partai peserta pemilu pada Jumat (19/1/2024) malam.

Jakarta - Petugas gabungan dari Pemerintah Kota Jakarta Utara dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) setempat belum menertibkan alat peraga kampanye (APK) yang dipaku di pohon pada Jumat malam.

Misalnya di kawasan Sunter, Tanjung Priok, masih ada APK dari calon anggota legislatif yang dipasang dengan cara dipaku di pohon.

"Nanti mungkin kami akan lakukan lagi penertiban yang di pohon atau di titik-titik yang mana dikategorikan membahayakan pengguna jalan," kata Ketua Bawaslu Jakarta Utara Johan Bahdi di Jakarta Utara, Sabtu.

Johan mengatakan, pihaknya telah berupaya menertibkan pemasangan APK di wilayah Jakarta Utara.

"Sudah tiga kali penertiban dilakukan, sebelumnya di jembatan penyeberangan orang (JPO) lalu di jalan layang," kata dia.

Namun, pemasangan APK pada tempat seperti di jalan layang, JPO, jembatan, dan pembatas jalan atau median jalan, masih terjadi.

Sehingga Johan memandang perlu berkoordinasi ke peserta pemilu atau parpol yang melanggar itu, agar mau membongkar mandiri pemasangan APK yang melanggar peraturan dan mengganggu keindahan kota.

Posko Pemilu tingkat kota hingga kelurahan mesti mengoptimalkan peran pengawasannya setiap ada pemasangan APK.

Supaya tidak ada lagi APK yang membahayakan masyarakat di wilayah Provinsi DKI Jakarta.

Pada gerakan serentak di Jakarta Utara pada Jumat malam, petugas gabungan menertibkan kurang lebih 784 APK di lokasi Jalan Layang Yos Sudarso.

"Lebih banyak bendera-bendera," kata Johan.

APK di Jalan Layang Yos Sudarso yang tidak pada tempatnya langsung digunting dan dicopot oleh petugas. Di antaranya APK dari Partai Golkar, Partai Gerindra, Partai Demokrat, hingga Partai Kebangkitan Nusantara.

Menurut Johan, cuma sedikit APK yang dikategorikan berbahaya bagi pengguna jalan dan jembatan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
Kasus yang Melingkungi Proy...
Daerah
Polres Kerinci Bahas Distri...
Olahraga
Sabalengka di Luar Dugaan D...

Tim Piala Dunia, Maroko Dapat Menjadi Kuda Hitam

33 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Tim Piala Dunia, Maroko Dap...
Olahraga
Laga Generasi Baru Menuju F...

Tim Piala Dunia, Mampukan Brasil Juara Keenam Kalinya?

45 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Tim Piala Dunia, Mampukan B...
Nasional
Dongkrak Kedatangan Turis, ...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.