Rupiah Dibuka Melemah di Tengah Proyeksi Surplus Neraca Perdagangan
Senin, 15 Jan 2024, 09:52 WIBJAKARTA - Nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar AS pada perdagangan awal pekan, dibuka melemah di tengah proyeksi surplus neraca perdagangan Indonesia.
Nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar AS yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Senin (15/1) pagi turun enam poin atau 0,04 persen menjadi Rp15.556 per dolar AS dari sebelumnya Rp15.550 per dolar AS.
"Saat ini pergerakan rupiah masih didominasi oleh sentimen global, namun pasar juga menunggu rilis data dari domestik, yaitu neraca perdagangan," kata ekonom Mirae Asset Sekuritas Rully Arya Wisnubroto di Jakarta, Senin (15/1).
Untuk neraca perdagangan Indonesia pada Desember 2023, yang juga akan memberikan gambaran perdagangan internasional Indonesia, Rully memperkirakan surplus masih akan tetap solid, meski menurun dibanding November 2023, yaitu sebesar 1,95 miliar dolar AS dari 2,4 miliar dolar AS di November 2023.
Dari sisi global, pasar masih menunggu sinyal dari bank sentral Amerika Serikat (AS) atau Federal Reserve (The Fed), terkait dengan arah kebijakan suku bunga acuan atau Federal Funds Rate (FFR) ke depan.
Untuk perdagangan hari ini, Rully memproyeksikan rentang pergerakan rupiah masih akan relatif tidak terlalu besar, antara Rp15.525 per dolar AS hingga Rp15.575 per dolar AS.
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Rupiah Tertekan Potensi Kenaikan Suku Bunga AS - 20 Oktober 2026
-
Kemarau Ekstrem, Pemkot Jambi Distribusikan 1,9 Juta Liter Air Bersih untuk Warga
-
Rupiah Terancam Melemah - 06 Oktober 2026
-
Pelemahan Nilai tukar rupiah
-
Rupiah Dibayangi Gejolak MSCI - 19 Oktober 2026
-
Penghulu hingga Tokoh Agama Bisa Jadi Agen Perlinsos Bantu Warga Daftar Bansos
-
KPK Mulai Dalami Penugasan Pegawai Bea Cukai, Fakta Apa yang Dicari?
Berita Terbaru
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.