Perda Tata Ruang Diubah demi PSN

Jumat, 12 Jan 2024, 04:00 WIB

BOGOR - Guna mengakomodasi realisasi Proyek Strategis Nasional (PSN), maka Pemerintah Kabupaten Bogor segera mengubah Peraturan Daerah (Perda) Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW). Penjabat Bupati Bogor, Asmawa Tosepu, menjelaskan ada beberapa PSN di Bogor seperti pembangunan jalan tol dan bendungan atau waduk.

Menurut dia, penyelesaian revisi Perda Kabupaten Bogor Nomor 11 Tahun 2016 Tentang RTRW 2016-2036 ini karena telah rampungnya revisi RTRW Provinsi Jawa Barat. "Informasi terakhir, RTRW Provinsi Jawa Barat sudah selesai direvisi. Maka, kabupaten/kota di Jawa Barat wajib juga segera menyesuaikannya," tambah Asmawa, dikutip Antara, Kamis (11/1).

Ket. Foto: Penjabat Bupati Bogor Asmawa Tosepu di Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. — Sumber: ANTARA/M Fikri Setiawan

Lebih jauh Asmawa menerangkan, Kabupaten Bogor memiliki peran dan fungsi strategis dalam pembangunan Jabodetabek karena merupakan penyangga ibu kota. Terlebih, kata dia, saat ini dalam dinamika perkembangan paradigma konteks penataan ruang dibutuhkan peninjauan kembali sesuai dengan RTRW.

Asmawa menyebutkan, ada dua dasar revisi RTRW. Pertama, karena perkembangan wilayah sangat tinggi mengenai kebutuhan ruang. Kedua, kaitan revisi penyesuaian dengan UU Cipta Kerja dan revisi regulasi terbaru tentang penataan ruang.

"Mudah-mudahan kehadiran revisi tersebut bisa memberikan kontribusi terhadap pembangunan Kabupaten Bogor lebih baik lagi," kata Asmawa. Salah satu PSN yang terkendala revisi RTRW Kabupaten Bogor adalah pembangunan Waduk Cibeet dan Waduk Cijurey yang berlokasi di Kabupaten Bogor bagian timur.

Waduk Cibeet akan dibangun di atas lahan seluas 1.700 hektare. Ini akan menenggelamkan delapan desa kecamatan Tanjungsari dan Kecamatan Cariu. Waduk tersebut diyakini dapat mereduksi banjir hingga 66 persen di wilayah Karawang dan Bekasi. Tentu saja memberi manfaat saluran irigasi.

Sementara itu, pembangunan Waduk Cijurey merupakan permintaan langsung dari warga Kabupaten Bogor. Kelak waduk ini untuk mengairi lahan persawahan yang kering saat kemarau. Waduk tersebut juga diyakini dapat mereduksi banjir hingga 59,33 persen.

Desain Waduk Cijurey cenderung lebih kecil dari Cibeet. Sebab hanya di atas lahan seluas 203 hektare. Ini akan dibangun di empat desa di kecamatan Sukamakmur, Kecamtan Cariu, dan Kecamatan Tanjungsari.

Pimpin Deklarasi

Sementara itu, selain membahas masalah revisi perda, Asmawa kemarin juga memimpin deklarasi Sekolah Bersinar bersama perwakilan dari 106 SMP negeri Kabupaten Bogor. Ini adalah deklarasi bebas narkoba.

"Saya harap, deklarasi sekolah bersinar dapat membawa sekolah bebas dari narkoba. Selain itu, semakin memperkuat komitmen untuk mencegah dan memberantas penyalahgunaan dan peredarannya di lingkungan sekolah," tandas Asmawa. Deklarasi diselenggarakan di SMPN 1 Cibinong, Bogor, Kamis.

Dia mengapresiasi langkah Dinas Pendidikan dan Badan Narkotika Nasional Kabupaten Bogor. Menurut dia, sangat penting mengedukasi pelajar tentang bahaya narkoba karena merusak jiwa raga.

Menurutnya, SMP adalah masa anak memasuki usia remaja. Ini proses pencarian jati diri. "Rasa ingin tahu tinggi, sehingga cukup rawan dan perlu pendampingan intensif," jelas Asmawa.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Aloysius Widiyatmaka

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.