BPBD Sumut lakukan antisipasi dini bencana hidrometeorologi
Rabu, 10 Jan 2024, 21:35 WIBMedan - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumatera Utara melakukan antisipasi dini potensi bencana hidrometeorologi berdasarkan peringatan yang disampaikan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BKMG).
Penata Penanggulangan Bencana Ahli Muda Dariyus M. Sinulingga, di Medan, Rabu mengatakan bencana hidrometeorologi merupakan bencana yang terjadi karena iklim dan cuaca sehingga diperlukannya data dari BMKG
"Risikobencana hidrometeorologi sudah dipetakan untuk masing-masing kabupaten/kota di wilayah ini. BPBD selalu mengkonfirmasi dari data dan informasi dari BMKG terkait iklim, karena bencana hidrometeorologi pemicu terjadinya adalah iklim dan cuaca," ujarnya.
Ia menjelaskan pihaknya menerima laporan hidrometeorologi dari BMKG sebanyak tiga kali dalam sehari untuk memperkuat antisipasi bencana tersebut.
"Jadi bencana-bencana tersebut sangat bergantung kepada laporan hidrometeorologi dari BMKG, Kami mendapat laporan tiga kali dalam sehari, pagi, siang, malam," katanya.
Menurutnya, bencana yang terjadi di Sumut didominasi bencana hidrometeorologi yang berada di angka 70-80 persen.
"Berdasarkan data yang ada 70 persen terjadi bencana banjir, banjir bandang, tanah longsor, kebakaran hutan dan lahan, lalu sisanya bencana geologi seperti, gempa, gerakan tanah dan erupsi Gunungapi," sebutnya.
Untuk itu, pihaknya mengimbau masyarakat untuk juga selalu memantau kondisi cuaca yang disampaikan dari BMKG guna meminimalisir korban dari dampak bencana tersebut.
"Penjabat Gubernur Sumatera Utara sudah mengeluarkan surat edara terkait peringatan dini potensi bencana hidrometeorologi di wilayah ini," sebutnya.
Berdasarkan Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BBMKG) Wilayah I menyebutkan, sebanyak 43 kejadian bencana hidrometeorologi terjadi sepanjang tahun 2023.
"BBMKG Wilayah I menganalisis 43 kejadian bencana hidrometeorologi yang signifikan akibat cuaca ekstrem seperti banjir, longsor, dan angin kencang, di mana bencana yang paling sering terjadi yaitu banjir pada bulan Oktober dan November," kata Koordinator Meteorologi BBMKG Wilayah I Ramos Lumban Tobing
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Antara, Arif
Berita Terkait:
-
Walkot Farhan Wanti-wanti BPBD Bandung Akan Potensi Cuaca Ekstrem di Musim Kemarau
-
Pariwisata RI Makin Bergairah! Sebanyak 1,25 Juta Wisman Datang dalam Sebulan
-
Petani Sulsel Dapat Bantuan 2.300 Ton Benih Padi Gratis
-
Upaya Pencegahan Virus Hanta di Bandara Soekarno-Hatta
-
Pertumbuhan Arus Peti Kemas Internasional Tembus 11%, Sinyal Positif bagi Ekonomi Indonesia
-
Kamis (11/6) Pagi Harga Emas UBS, Antam, dan Galeri24 di Pegadaian Turun
-
Winongo Naik Kelas, Yogyakarta Siapkan Festival Seni Budaya Jadi Agenda Tahunan
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.