Harga Gabah di Musim Panen Tinggi, Petani Ujungjaya Sumedang Senang

Selasa, 18 Agu 2026, 14:58 WIB

SUMEDANG – Petani padi di Desa Ujungjaya, Kecamatan Ujungjaya, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, menyambut positif kenaikan harga gabah pada musim panen tahun ini yang mencapai Rp7.600 per kilogram di tingkat pengepul.

Petani setempat Solihin di Sumedang, Jawa Barat, Selasa (18/8), mengatakan harga tersebut lebih tinggi dibandingkan harga dasar gabah Bulog yang berada di kisaran Rp6.500 per kilogram, sehingga memberikan nilai jual yang lebih baik bagi hasil panen petani.

Ket. Foto: Sejumlah petani memanen padi menggunakan mesin perontok setelah tanaman padi memasuki masa panen. — Sumber: ANTARA

“Harga gabah sekarang cukup bagus. Pengepul berani membeli sampai Rp7.600 per kilogram untuk gabah basah,” katanya.

Menurut dia, harga gabah yang tinggi tersebut menjadi keuntungan tersendiri bagi petani karena terjadi bersamaan dengan peningkatan hasil produksi padi sekitar 30 hingga 40 persen pada musim panen tahun ini.

Produktivitas padi yang sebelumnya sekitar 18,9 kuintal per petak ukuran 250 bata atau setara 0,4 hektare meningkat menjadi sekitar 26,5 kuintal per petak pada musim panen tahun ini sehingga produktivitas meningkat dari sekitar 4,7 ton menjadi 6,6 ton per hektare.

Menurut Solihin, peningkatan hasil tersebut terjadi pada areal persawahan sekitar 250 hektare di Desa Ujungjaya dan turut dirasakan sejumlah petani lainnya.

Solihin mengatakan peningkatan produksi tersebut antara lain dipengaruhi oleh berkurangnya serangan hama serta kondisi prasarana pertanian yang dinilai semakin memadai.

“Hasil produksi tahun ini meningkat sekitar 30 sampai 40 persen, salah satunya karena serangan hama berkurang dan prasarana pertanian juga cukup memadai,” ujarnya.

Ia menilai kombinasi peningkatan produksi dan harga gabah yang relatif tinggi membuat hasil panen tahun ini lebih menguntungkan bagi petani.

Kondisi tersebut juga dinilai dapat memberikan kepastian lebih baik bagi petani dalam menjalankan usaha tani.

Solihin berharap harga gabah di tingkat petani tetap terjaga sehingga peningkatan hasil panen dapat memberikan dampak nyata terhadap kesejahteraan petani.

“Harapan kami, program pemerintah yang sudah berjalan bisa terus dipertahankan dan ditingkatkan. Kami juga berharap usulan dari petani dapat direalisasikan,” katanya

Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumedang terus mendukung penguatan sarana pertanian melalui penyaluran alat dan mesin pertanian (alsintan) secara bertahap di sejumlah kecamatan untuk meningkatkan efisiensi usaha tani.

Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir mengatakan bantuan alsintan dari pemerintah pusat mulai direalisasikan dan disebar di berbagai kecamatan, antara lain berupa combine harvester serta mesin pompa air untuk mendukung percepatan modernisasi pertanian.

“Alhamdulillah, bantuan alsintan dari pemerintah pusat sudah mulai direalisasikan dan tersebar di berbagai kecamatan. Ini merupakan bentuk perhatian untuk memperkuat ketahanan pangan daerah,” katanya.

  • Harga Gabah Tinggi

Redaktur: Bambang Wijanarko

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.