PLN Akselerasi Pengembangan EBT
Selasa, 09 Jan 2024, 10:59 WIBJAKARTA - PT PLN (Persero) telah menyelesaikan 28 pembangkit Energi Baru Terbarukan (EBT) baru, program dedieselisasi dengan pembangunan jaringan transmisi dan jaringan distribusi hingga pengembangan hidrogen hijau pada 2023. Capaian tersebut sebagai langkah mengakselerasi pengembangan EBT di Indonesia.
Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengungkapkan, PLN berkomitmen penuh mendukung pemerintah melakukan transisi energi sebagai langkah strategis mengurangi dampak perubahan iklim. "Kami memangkas ketergantungan kami pada fosil. Tentu saja, kami menghadapi beberapa tantangan dalam melakukan transisi energi. Namun di saat yang sama, kami juga punya banyak peluang melalui kolaborasi," ujar Darmawan di Jakarta, Senin (8/1).
Darmawan menyebutkan salah satu upaya transisi energi yang paling fenomenal yakni diresmikannya proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) terapung Cirata dengan kapasitas 192 megawatt peak (MWp) pada 9 November 2023.
PLTS terapung terbesar di Asia Tenggara tersebut merupakan wujud kolaborasi PLN dengan perusahaan energi asal Uni Emirat Arab (UEA), Masdar. Kolaborasi keduanya dilanjutkan dengan studi penambahan kapasitas PLTS Cirata dan mengembangkan proyek serupa di tempat potensial lainnya.
Gali Potensi
Selain PLTS terapung Cirata, sepanjang 2023, PLN juga meresmikan 27 pembangkit EBT lainnya dengan total kapasitas sebesar 344 Megawatt (MW) yang akan berkontribusi positif pada upaya transisi energi.
Adapun 27 pembangkit EBT tersebut terdiri dari 15 unit Pembangkit Listrik Tenaga Mini Hidro (PLTM), 1 unit Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH), 1 Unit Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA), 6 unit Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), 2 unit Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP), 1 unit Pembangkit Listrik Tenaga Biogas (PLTBg), dan 1 unit Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) .
"Kami terus menggali potensi sumber daya alam untuk dapat dimanfaatkan sebagai pembangkit listrik, hal ini menjadi kekuatan kita untuk bisa beralih dari energi berbasis fosil ke sumber energi domestik, langkah ini sekaligus untuk memperkuat ketahanan energi," terang Darmawan.
Tak sampai di situ, PLN juga memperkuat infrastruktur transmisi dan jaringan distribusi ke pulau-pulau di Indonesia yang selama ini masih bergantung pada diesel.
Sebelumnya pada September 2023, PLN berhasil mengoperasikan jaringan listrik dan kabel sungai bertegangan 20 kiloVolt (kV) di Kecamatan Pelangiran dan Kecamatan Teluk Belengkong di Provinsi Riau. PLN juga mengoperasikan saluran kabel laut tegangan menengah 20 kV interkoneksi Batam-Pulau Buluh pada Desember 2023.
Dengan dioperasikannya jaringan listrik ini, terang Darmawan, Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) yang sebelumnya digunakan sebagai suplai utama ini dinonaktifkan dan warga dapat menikmati listrik 24 jam.
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Kebutuhan Gas Pembangkit Naik 4,5% per Tahun, LNG Jadi Andalan Transisi Energi hingga 2034
-
Kredit Perbankan Masih Sisakan Ruang Besar
-
Arah Baru Bursa: OJK Masukkan Demutualisasi dalam Revisi UU P2SK
-
Nggak Perlu Bangun PLTU Baru! Ini Jurus PLN Tekan Emisi Pakai Limbah Kebun Milik Warga
-
Kejar Zero Accident, PDC Bekali 54 Pengemudi Ilmu Defensive Driving
-
Chelsea Melaju ke Final Piala FA Setelah Tundukan Leeds United 1-0
-
Lagu Resmi Piala Dunia FIFA Tak Bisa Sembarangan Dipakai, Ini Kata Kemenkum
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.