IHSG Rawan Terkoreksi

Senin, 08 Jan 2024, 09:19 WIB

JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi melanjutkan tren negatif awal pekan ini. Pergerakan IHSG akan dipengaruhi pergerakan bursa global.

Bursa global akan dipengaruhi data imbal hasil atau yield US Treasury yang kembali menguat dan arah kebijakan moneter The Fed yang nampaknya masih cenderung hawkish.

Ket. Foto: — Sumber: istimewa

Analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana memproyeksikan IHSG dalam perdagangan, Senin (8/1), rawan terkoreksi dengan support di 7.300 dan resist di 7.422.

Sebelumnya, IHSG Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (5/1) sore, ditutup melemah dipimpin saham sektor kesehatan.

HSG ditutup melemah 9,14 poin atau 0,12 persen ke posisi 7.350,62. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 2,38 poin atau 0,24 persen ke posisi 986,25.

"Jelang akhir pekan, pergerakan IHSG sejalan dengan bursa regional Asia yang menguat ditopang oleh sikap pelaku pasar yang merespon rilis data ekonomi Jepang dan Amerika Serikat (AS)," sebut Tim Riset Pilarmas Investindo Sekuritas dalam kajiannya di Jakarta.

Jibun Bank Service PMI Japan pada Desember berada di level 51,5 dari sebelumnya 50,8, yang menunjukan pertumbuhan sektor jasa terkait penyedia layanan meningkat bisnis sejalan dengan membaiknya ekonomi dalam negeri Jepang.

Data ekonomi AS menunjukkan melemahnya perekonomian AS, dimana S&P Global Composite PMI turun dari sebelumnya 51 menjadi 50,9, sehingga membuat pasar cenderung berspekulasi bahwa data-data tersebut akan menjadi bahan pertimbangan The Fed dalam kebijakan moneter sehubungan menurunkan suku bunga acuaanya, dimana pasar memprediksi penurunan tersebut pada Maret 2023.

Secara bulanan, retail sales Agustus 2023 tercatat di level 0,6 persen month to month (mtm), atau lebih tinggi dibandingkan periode sebelumnya di level 0,5 persen (mtm).

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara, Muchamad Ismail

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.