AS Sebut Rusia Gunakan Rudal Korea Utara untuk Serang Ukraina

Sabtu, 06 Jan 2024, 09:14 WIB

WASHINGTON - Rusia menggunakan rudal balistik yang dipasok oleh Korea Utara dalam serangkaian serangan terhadap Ukraina selama libur tahun baru, dan sedang membahas kesepakatan persenjataan dengan Iran untuk menambah pasokan, menurut Gedung Putih pada Kamis (3/1).

Transfer peluncur rudal balistik dan beberapa rudal dari Pyongyang terjadi baru-baru ini, kata juru bicara Dewan Keamanan Nasional AS John Kirby kepada wartawan.

Pada 30 Desember 2023, Rusia meluncurkan setidaknya satu rudal balistik ke wilayah Zaporizhzhia. Rudal tersebut mendarat di lapangan terbuka. Peluncuran lain yang melibatkan beberapa rudal Korea Utara terjadi pada Selasa (2/1).

AS masih menganalisis dampak dari peluncuran rudal yang terjadi pada Selasa. Namun, pemerintahan Biden yakin bahwa Rusia dan Korea Utara akan belajar dari peluncuran tersebut, dan Rusia kemungkinan akan melakukan serangan tambahan.

"Ini merupakan peningkatan yang signifikan dan mengkhawatirkan dalam dukungan DPRK (Republik Rakyat Demokratik Korea) kepada Rusia," kata Kirby.

"Kami mengantisipasi bahwa Rusia akan menggunakan lagi rudal-rudal Korea Utara untuk menargetkan infrastruktur sipil Ukraina dan membunuh warga sipil Ukraina yang tidak bersalah."

Rudal Korut yang ditembakkan Rusia memiliki jangkauan hingga 900 kilometer, menurut Gedung Putih.

Kirby mengatakan Korea Utara terus berupaya untuk mendapatkan peralatan militer canggih dari Rusia sebagai imbalan atas pasokan senjatanya.

Peralatan yang dicari termasuk jet tempur, rudal darat ke udara, kendaraan lapis baja, peralatan untuk membuat rudal-rudal balistik, dan teknologi canggih lainnya.

Sementara itu, Rusia sedang dalam negosiasi dengan Iran untuk memperoleh rudal balistik jarak pendek.

Negosiasi ini bertujuan untuk membantu Rusia mengisi kembali persediaan senjatanya yang telah habis selama perang di Ukraina.

AS belum dapat memastikan apakah kesepakatan telah tercapai, tetapi Washington khawatir bahwa perundingan tersebut sedang berlangsung secara aktif, kata Kirby.

Dugaan terkait upaya Rusia untuk meningkatkan persediaan senjatanya terjadi ketika permintaan bantuan militer lebih dari 60 miliar dolar AS dari Presiden AS Joe Biden untuk Ukraina pada Oktober tertunda di Kongres AS.

Pemerintahan Biden telah berulang kali memperingatkan bahwa mereka telah kehabisan dana yang dialokasikan oleh Kongres untuk membantu pasukan Kiev.

"Respons paling efektif terhadap kekerasan mengerikan yang dilakukan Rusia terhadap rakyat Ukraina adalah dengan terus memberikan Ukraina kemampuan pertahanan udara yang penting dan peralatan militer lainnya," kata Kirby.

"Kami membutuhkan Kongres untuk menyetujui permintaan dana tambahan kami untuk Ukraina tanpa penundaan," kata Kirby.

"Rusia mengandalkan negara-negara sahabatnya untuk menambah persediaan militernya ... Iran dan DPRK sedang berada di pihak Rusia," kata dia menambahkan.

Korea Utara berada di bawah embargo senjata PBB sejak 2006. Embargo tersebut diperketat secara berkala, dan saat ini mencakup larangan impor dan ekspor hampir semua jenis senjata.

Transfer senjata yang dilakukan Pyongyang baru-baru ini dijadwalkan akan dibahas oleh Dewan Keamanan PBB pada 10 Januari, menurut Duta Besar AS untuk PBB, Linda Thomas-Greenfield.


Ket. Foto: Juru bicara Dewan Keamanan Nasional AS John Kirby berbicara saat konferensi pers di Pentagon, Kamis 19 Mei 2022, di Washington, AS. — Sumber: AP/Alex Brandon

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Tinjau Karhutla Kalsel, Menhut Raja Antoni: Api Sudah Tak Terlihat, tapi Gambut Masih Berasap.

Dalang Karhutla Diburu! Komisi III DPR Apresiasi Langkah Tegas Polri

Coco Gauff Juara Cincinnati Open untuk Kedua Kalinya, Masuk Klub Elite WTA

Gratis dan Siaga 24 Jam! Pertamina Buka Posko Medis bagi Warga Manggarai NTT

Formula 1: Norris Menangi GP Belanda, Verstappen Kecelakaan di Depan Pendukung Sendiri

TNI AU Gerak Cepat! 6 Pesawat Bawa Bantuan Kemanusiaan ke NTT dan Kalimantan

Liga Inggris: Manchester City Menang Dramatis di Awal Era Maresca, Liverpool Selamat dari Kekalahan

Terungkap! Kebakaran Rumah di Tebet Diduga Dipicu Mesin Fotokopi

Serie A: Amorim Buka Era Baru dengan Kemenangan, Milan Tundukkan Torino; Juventus Menang Tipis atas Frosinone

Karhutla Meluas, Gubernur Kalsel Desak Masyarakat Lindungi Diri dari Paparan Asap

La Liga: Barcelona Pesta Gol di Kandang Elche, Atletico Madrid Selamat dari Kekalahan

Kementerian Kebudayaan akan revitalisasi situs budaya di Malut

Mengerikan Tragedi Kebakaran Rumah di Tebet, 4 Orang Tewas

Arthur Fils Juara Cincinnati Masters 1000, Tekuk Tiafoe dalam Final Bersejarah

Presiden Prabowo Pimpin Ratas di Hambalang, Bahas Karhutla dan Dampak Bencana NTT.

Kodaeral XIII Gelar Lomba Speedboat di Tarakan, Dorong Potensi Kemaritiman Kaltara.

Takdir Geografis Gambia, Negara Terkecil Afrika yang Terjepit Senegal

Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H, Munafri Arifuddin Ajak Masyarakat Perkuat Persatuan.

Tips Mengelola Bisnis Kos-Kosan

Fulham Andalkan Serangan Balik untuk Atasi Kreativitas Chelsea 

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.