- Home
-
- Luar Negeri
-
- AL Tiongkok Bayangi Kapal ...
AL Tiongkok Bayangi Kapal Filipina dan AS
Sabtu, 06 Jan 2024, 02:05 WIBMANILA - Dua kapal Angkatan Laut Tiongkok membayangi kapal Filipina dan Amerika Serikat (AS) yang melakukan patroli bersama di Laut Tiongkok Selatan (LTS), kata militer Filipina pada Kamis (4/1), ketika ketegangan berkobar di wilayah tersebut akibat sengketa klaim teritorial.
"Kami mengkonfirmasi keberadaan dua kapal PLA-N (Angkatan Laut Tentara Pembebasan Rakyat) dari jarak jauh yang membayangi para peserta Kegiatan Kerja Sama Maritim," kata Kolonel Xerxes Trinidad, kepala kantor urusan masyarakat militer Filipina.
Latihan maritim selama dua hari yang melibatkan Filipina dan AS, yang berakhir sesuai rencana pada tanggal 4 Januari, adalah latihan kedua dalam waktu kurang dari dua bulan di Laut Filipina Barat, yang disebut Manila sebagai perairan di LTS yang berada dalam wilayah zona ekonomi eksklusif 200 mil laut.
Kegiatan ini dilakukan menyusul peringatan Beijing kepada Filipina bahwa kesalahan perhitungan apa pun dalam perselisihan mereka yang semakin meningkat di LTS akan menghasilkan respons yang tegas.
"Kami berharap Tiongkok dan negara-negara asing lainnya akan menghormati kedaulatan dan hak kami untuk melakukan aktivitas yang sesuai dengan hukum internasional," kata Kolonel Trinidad.
Terkait laporan ini hingga saat ini pihak Kedutaan Besar Tiongkok di Manila belum memberikan komentar.
Patroli gabungan tersebut sedang berlangsung ketika militer Tiongkok mengatakan akan melakukan patroli rutin dengan angkatan laut dan udaranya di LTS dari tanggal 3 hingga 4 Januari, namun tidak mengatakan di mana tepatnya patroli tersebut akan diadakan.
Peningkatan Perselisihan
Beijing dan Manila saling bertukar tuduhan dalam beberapa bulan terakhir atas beberapa perselisihan di LTS, termasuk tuduhan bahwa Tiongkok menabrak sebuah kapal pada Desember lalu yang membawa kepala staf angkatan bersenjata Filipina.
Militer Filipina mengatakan pada 3 Januari bahwa patroli gabungan kedua mereka pekan ini melibatkan empat kapal dari Angkatan Laut Filipina dan empat kapal dari Komando Indo-Pasifik AS yang mencakup sebuah kapal induk, sebuah kapal penjelajah, dan dua kapal perusak.
Tiongkok mengklaim hampir seluruh LTS, yang merupakan jalur perdagangan tahunan yang dilakukan dengan kapal senilai lebih dari 3 triliun dollar AS, termasuk perairan yang diklaim oleh Filipina, Vietnam, Indonesia, Malaysia, dan Brunei.
Pengadilan Permanen Arbitrase pada tahun 2016 mengatakan klaim Tiongkok tidak memiliki dasar hukum, namun Tiongkok menolak keputusan tersebut. ST/And
Redaktur: andes
Penulis: AFP
Berita Terkait:
-
Gubernur Maluku Ajak Umat Islam Jaga Perdamaian di Momentum Maulid Nabi 1447 H
-
Memanas Lagi! Tiongkok dan Filipina Saling Tuding Soal Insiden Tabrakan Kapal di LTS
-
Kapal Tiongkok Kandas di Lepas Pantai Pulau yang Diduduki Filipina di LTS
-
Bertani Tidak Lagi Identik dengan Lumpur dan Hidup Pas-pasan, Wamentan: Pertanian Kini Jadi Ladang Cuan dan Miliki Masa Depan Cerah
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.