Saham Global Melemah pada Perdagangan Hari Pertama 2024

Kamis, 04 Jan 2024, 00:02 WIB

NEW YORK - Pasar saham global sebagian besar melemah pada hari Selasa (2/1), hari perdagangan pertama tahun ini, akibat reli ekuitas global terhenti di tengah kekhawatiran para pedagang yang terlalu optimistis di hari-hari terakhir tahun 2023.

Dikutip dari Yahoo Finance, pasar saham melonjak ke level tertinggi baru pada bulan-bulan terakhir tahun lalu di New York, Frankfurt, Paris, dan Tokyo, karena investor berbondong-bondong masuk ke ekuitas untuk mengantisipasi penurunan suku bunga, yang dapat membuat saham lebih menarik untuk dipertahankan.

Ket. Foto: Situasi lantai Bursa Efek New York (NYSE), di New York City, AS. — Sumber: ANGELA WEISS/AFP

Namun, kenaikan tersebut tidak berlanjut hingga tahun baru karena investor di banyak pasar mundur. "Salah satu kekhawatiran yang kami miliki adalah investor sangat optimistis memasuki tahun ini, dan kami pikir mungkin hal ini menimbulkan kekecewaan," kata Jack Ablin, kepala investasi di Cresset.

"Kami memperkirakan akan terjadi kemunduran kecil," tambahnya, sambil mencatat kami hanya mengalami sedikit overbought karena antusiasme investor.

Di Wall Street, Indeks Komposit Nasdaq merosot 1,6 persen sementara S&P (Standard & Poor's) 500 berbasis luas kehilangan 0,6 persen. Dow Jones Industrial Average adalah salah satu dari sedikit titik terang, naik tipis 0,1 persen.

Di Eropa, sebagian besar indeks saham utama juga melemah, meskipun DAX (Deutscher Aktienindex) di Frankfurt mencatatkan sedikit kenaikan.

"Pelaku pasar telah mengakui ada beberapa pengejaran kinerja pada akhir tahun 2023 dan beberapa aksi ambil untung pasti akan terjadi setelah kenaikan yang parabola," kata analis Briefing.com, Patrick O'Hare.

Pandangan Positif

Meskipun demikian, menurut para analis, investor tetap memiliki pandangan positif. "Masih ada peningkatan keyakinan bahwa penurunan suku bunga (Federal Reserve), yang secara bullish menandai semua tren pasar modal dalam delapan minggu terakhir, masih sepenuhnya tertanam dalam sentimen pasar saham," kata Stephen Innes dari SPI Asset Management.

Dia menambahkan ada pertanyaan tentang bagaimana investor akan merekonsiliasi perbedaan antara ekspektasi pasar terhadap pemotongan sebesar 150 basis poin dan perkiraan the Fed sebesar 75 basis poin.

Meskipun prospek suku bunga optimistis, pasar Asia mengawali tahun ini dengan sedikit kemeriahan. Hong Kong dan Shanghai masing-masing memperpanjang kerugian tahun lalu.

Para pedagang tidak terpengaruh oleh pidato Presiden Tiongkok, Xi Jinping, yang mengatakan perekonomian telah menjadi lebih tangguh dan dinamis.

Para pengamat memperingatkan meskipun Beijing telah menjanjikan serangkaian langkah untuk memulai pertumbuhan, diperlukan lebih banyak upaya untuk menanamkan kepercayaan, khususnya terkait sektor properti.

Perdagangan di Tokyo ditutup untuk hari libur, meskipun investor tetap memperhatikan perkembangan di Jepang setelah gempa bumi besar, yang menurut Perdana Menteri, Fumio Kishida, menyebabkan kerusakan luas dan banyak korban jiwa.

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S

Berita Terbaru

Menekraf Ungkap Ekosistem Ekonomi Kreatif Solusi Tekan Pengangguran di Kota Malang

Mentan: Stok Beras Lebih dari 5 Juta Ton, Ketahanan Pangan Aman

Huawei FreeClip 2 S Segera Hadir di Indonesia, Usung Desain Airy C-Bridge dan Audio Adaptif

Pramono: LRT Rute Kelapa Gading-Manggarai akan Diresmikan Presiden Prabowo pada 26 Agustus

Di Tengah Misi Padamkan Karhutla, Mobil Damkar Belitung Malah Kecelakaan

Dinas Pariwisata Bali Minta Wisatawan Mancanegara Tak Khawatirkan Isu Virus Zika

Paus Sampaikan Solidaritas untuk Korban Gempa NTT

Karya Anak Magelang Bikin Terpukau, 30 Pelukis Cilik Ramaikan “Ruang Khayal Anak #1”

Ikea Indonesia Hadirkan Grejsimojs, Dorong Keluarga Ciptakan Lebih Banyak Momen Bermain di Rumah

Tim Gabungan Tambah Kekuatan Personel untuk Padamkan Karhutla di Pelalawan Riau

Kesempatan Emas untuk UMKM! Pemkab Bandung Beri Pinjaman Rp10 Juta Tanpa Bunga

Erajaya Digital Hadirkan CMF Clip Pro di Indonesia, Usung Desain Open-Ear dan Audio Hi-Res

Guangdong Melirik Industri Motor Listrik Indonesia, Ada Potensi Besar!

Menkes Dorong Dokter Indonesia Perkuat Kolaborasi Internasional

BI: Transaksi QRIS Bebas Biaya Mulai 1 Oktober 2026

Mercedes-Benz Perbarui C-Class, Hadirkan Desain Lebih Tegas dan Teknologi AI

Harga BBM Pertamina, Shell, Vivo, dan BP Alami Penyesuaian

Pegadaian Area Kebayoran Baru Gelar Edukasi Literasi Keuangan untuk Komunitas Ojek Pangkalan

Pemkot Yogyakarta Dongkrak Kunjungan Wisatawan melalui Festival Prawirotaman

Bangkok Dinobatkan sebagai Kota Workcation Terbaik Dunia 2026

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.