Rupiah Melemah Dipicu Penurunan Suku Bunga AS
Rabu, 03 Jan 2024, 10:11 WIBJAKARTA - Rupiah pada awal 2024 ditutup merosot ke Rp15.470 per dolar AS, didorong oleh antisipasi kemungkinan penurunan suku bunga acuan lebih awal dari Bank Sentral Amerika Serikat (AS) atau The Fed.
"Sentimen pasar berkaitan dengan prospek penurunan suku bunga acuan sejumlah bank sentral di global, terutama AS," kata analis pasar uang Bank Mandiri Reny Eka Putri di Jakarta, Selasa (2/1).
Setelah siklus kenaikan suku bunga yang agresif yang dimulai pada awal 2022, The Fed kini diproyeksikan akan mulai menurunkan suku bunganya pada tahun 2024, seiring dengan munculnya tanda-tanda penurunan inflasi di AS.
Di sisi lain, investor kurang yakin bahwa Bank Sentral Eropa dan Bank Sentral Inggris akan mengurangi biaya pinjaman secepat mungkin.
Menurut Reny, pelaku pasar meyakini suku bunga acuan telah mencapai titik akhir pada akhir 2023. Fed Funds Futures menyiratkan bahwa 85 persen pasar telah memperhitungkan penurunan suku bunga pada Maret 2024.
Pada penutupan perdagangan Selasa, rupiah melemah 71 poin atau 0,46 persen menjadi Rp15.470 per dolar AS dari penutupan sebelumnya sebesar Rp15.399 per dolar AS.
Sementara Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada Selasa tergelincir ke posisi Rp15.473 per dolar AS dari posisi sebelumnya Rp15.439 per dolar AS.
Redaktur: andes
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Pelemahan Nilai tukar rupiah
-
Rupiah Tertekan Potensi Kenaikan Suku Bunga AS - 20 Oktober 2026
-
Penghulu hingga Tokoh Agama Bisa Jadi Agen Perlinsos Bantu Warga Daftar Bansos
-
Rupiah Dibayangi Gejolak MSCI - 19 Oktober 2026
-
Bukan Cuma Hiburan, Film Jadi Mesin Uang Baru Jakarta: BI Ungkap Strateginya!
-
Setelah Eksekusi Suntik Mati yang Menyiksa dan Gagal, Terpidana Mati Christa Pike Pulang dari Rumah Sakit dan Harus Kembali ke Penjara
-
Kemarau Ekstrem, Pemkot Jambi Distribusikan 1,9 Juta Liter Air Bersih untuk Warga
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.