Rupiah Tertekan Potensi Kenaikan Suku Bunga AS - 20 Oktober 2026

Selasa, 20 Okt 2026, 07:48 WIB

JAKARTA - Nilai tukar rupiah pada penutupan perda­gangan Senin(19/10), melemah 19 poin atau 0,11 persen menjadi 18.046 rupiah per dollar AS dari penutupan sebe­lumnya yang tercatat 18.027 rupiah per dollar AS.

Analis mata uang sekaligus Direktur PT Traze Andalan Futures Ibrahim Assuabi menilai pelemahan rupiah dipe­ngaruhi potensi pengetatan kebijakan moneter lebih lan­jut oleh bank sentral Amerika Serikat (AS), Federal Reserve (The Fed).

Ket. Foto: — Sumber: istimewa

“Pernyataan terkini dari para pejabat The Fed mengisya­ratkan bahwa mereka tetap terbuka terhadap pengetatan kebijakan lebih lanjut, meskipun belum ada sinyal kuat me­ngenai kenaikan suku bunga pada pertemuan tanggal 27–28 Oktober,” ujar Ibrahim di Jakarta, Senin.

Ketua The Fed Kevin Warsh kembali menegaskan komit­men bank sentral AS terhadap stabilitas harga.

Namun, ia enggan memberikan sinyal mengenai keputusan kebijakan moneter yang akan diambil dalam sisa pertemuan tahun ini.

Dalam perbincangan dengan Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional (IMF) Kristalina Georgieva, di sela-sela Pertemuan Tahunan IMF-Bank Dunia di Bangkok, Tailan, Warsh menyatakan bahwa The Fed telah menarik sebagian akomodasi moneternya sekitar satu bulan sebelumnya.

Ia mengatakan perkembangan sejak pertemuan Septem­ber secara umum sesuai dengan ekspektasi.

Para pengam­bil kebijakan, lanjutnya, akan mengevaluasi data produksi (output), ketenagakerjaan, dan inflasi sebelum menentukan langkah kebijakan pada pertemuan Oktober dan Desember.

Warsh memilih untuk tidak mendahului keputusan dalam pertemuan-pertemuan tersebut.

Ia menyebut pendekatan itu sebagai bagian dari babak baru di The Fed.

Redaktur: Andes Tanjung

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.